Sorotan Warga, Proyek Rabat Beton di Dusun IV Desa Tuwuna Diduga Langgar Standar Teknis dan tidak ada papan informasi 

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NIAS BARAT, SUARASUMUTONLINE.ID – Sejumlah warga Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, resah dengan pelaksanaan pembangunan rabat beton yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Nias Barat.

Pekerjaan rabat beton yang berlokasi di Dusun IV Desa Tuwuna tersebut dinilai warga belum sepenuhnya sesuai dengan harapan masyarakat terkait kualitas dan spesifikasi teknis.

Ketidakpuasan tersebut disampaikan warga setelah melakukan pemantauan langsung di lokasi pekerjaan. Dari hasil pengamatan warga, terdapat dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan standar teknis pembangunan rabat beton sebagaimana lazimnya diterapkan pada pekerjaan jalan lingkungan.

” berdasarkan keterangan sejumlah pekerja di lapangan, material batu pecah ukuran 2×3 yang digunakan dalam pekerjaan rabat beton jumlahnya dinilai terbatas. Sementara itu, material sertu disebut lebih dominan digunakan dalam campuran, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap mutu dan daya tahan konstruksi. Dan juga sampai saat ini progres pengerjaan sudah mencapai 50% belum dipasang papan informasinya, ” Ujar Ita Zein, selasa (23/12).

Baca Juga :  BPK Temukan Sejumlah Proyek Infrastruktur Bermasalah di Dinas PUTR Karo

Atas kondisi tersebut, warga menilai perlu adanya klarifikasi dan penjelasan dari pihak pelaksana maupun instansi teknis terkait, guna memastikan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku.

Warga menegaskan bahwa penyampaian keluhan ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan.

Keluhan warga kemudian disampaikan kepada awak media, dengan harapan dapat menjadi perhatian bagi pihak terkait.

” Kami berharap akan adanya langkah evaluasi yang objektif agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sebagai pengguna, ” harapnya.

Warga berharap kepada pemerintah daerah kabupaten Nias Barat, Bupati Eliyunus Waruwu agar bisa mendengarkan keluhan Meraka ini.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUTR Kabupaten Nias Barat, Arwadi Gulo, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dan melakukan pemantauan ke lapangan bersama tim teknis. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk respons atas aspirasi masyarakat.

Baca Juga :  Datangi KPK, Vendor PT SSE Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Suku Cadang di Inalum

” Kami akan menindak lanjuti laporan warga dan akan melakukan pemantauan ke lapangan bersama tim teknis, ” Ujar Kepala Dinas PUTR Kabupaten Nias Barat, Arwadi Gulo,

Sebagai informasi, pelaksanaan pekerjaan konstruksi mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menekankan pentingnya mutu pekerjaan, kepatuhan terhadap spesifikasi teknis, serta transparansi penggunaan anggaran negara.

Warga Desa Tuwuna berharap Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Dinas PUTR dapat memberikan penjelasan resmi dan melakukan evaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian juga saat konfirmasi kepada PPTK oleh Ir.Ekuator Gulo mengatakan Bangun yang sudah dikerjakan itu akan dibawa dilabor dan pekerjaan selanjutnya disesuaikan berdasarkan harapan warga.

” Bangunan tersebut secepatnya akan kami bawa ke labor dan pekerjaan selanjutnya akan disesuaikan dengan harapan warga ” Ujarnya.

Penulis : Odal Izal

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Miris, Ayah Tiri di Langkat Aniaya Anak Tiri 4 Tahun Hingga Memar, Istri Disekap
KPK Kembali Periksa 14 Saksi Terkait Pengembangan Dugaan Korupsi Jalan di Sumut
Ketua Yayasan SMK di Tebing Tinggi Didakwa Korupsi Dana BOS Rp 513 Juta
Kejari Periksa 10 Kades Terkait Pengelolaan Dana Desa
3 Eks Pejabat PT Inalum Didakwa Korupsi Rp 141 Miliar
Kompol Dedi Resmi Dipecat Usai Viral Kasus Narkoba
Kejari Dituding Peras Kontraktor, Kejatisu; Tunggu Klarifikasi NTT, Kedepankan Praduga Tak Bersalah
KPK Periksa 7 Saksi Korupsi Jalan Sumut; Dari Kasatker Hingga PPK BBPJN
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:50 WIB

Miris, Ayah Tiri di Langkat Aniaya Anak Tiri 4 Tahun Hingga Memar, Istri Disekap

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:27 WIB

KPK Kembali Periksa 14 Saksi Terkait Pengembangan Dugaan Korupsi Jalan di Sumut

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:24 WIB

Ketua Yayasan SMK di Tebing Tinggi Didakwa Korupsi Dana BOS Rp 513 Juta

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:15 WIB

Kejari Periksa 10 Kades Terkait Pengelolaan Dana Desa

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

3 Eks Pejabat PT Inalum Didakwa Korupsi Rp 141 Miliar

Berita Terbaru

Berita

Tangis Buruh Pecah, Saat DPN Demo Kejari Medan

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:59 WIB