Penyelidikan Dinilai Lamban, Dugaan Korupsi DD Paya Bakung Dilaporkan ke Aswas Kejati Sumut

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN,SUARASUMUTONLINE.ID – Proses penyelidikan kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, dinilai lamban dan berbelit-belit.

Tak ingin kecolongan kasusnya “bablas” tanpa tindakan, membuat pengurus lembaga Republik Corruption Watch (RCW) mengambil keputusan tegas dengan melaporkannya ke Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

Secara resmi, lembaga yang getol menyoroti kasus-kasus korupsi di Indonesia, khususnya Sumut itu, meminta Aswas untuk melakukan pemeriksaan terhadap penyidik yang diduga ‘main mata’ dengan terlapor.

“Kami kecewa dengan kinerja penyidik. Proses kasusnya terkesan lamban dan berbelit-belit, jadi kita laporkan ke Aswas,” ujar Ketua Bidang Analisa Data dan Pelaporan RCW, Sunaryo, kepada media di Medan, Rabu (12/11).

Sebelumnya, lembaga RCW juga telah melaporkan kasus dugaan korupsi Dana Desa Paya Bakung ke Kejati Sumut. Namun, Kejati Sumut melimpahkan penanganan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang.

Kemudian, pihak Kejari Deli Serdang kembali melimpahkannya ke Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Labuhan Deli. Tetapi tak berselang lama, berkasnya ditarik kembali oleh Kejari dengan alasan sudah dilakukan penyelidikan, dan selanjutnya kasusnya kembali dilimpahkan ke Cabjari Labuhan Deli.

Baca Juga :  Suap di Dinas PUPR Sumut, Terungkap di Persidangan, Yang Melakukan Penyuapan Bukan Hanya PT DNG, PT Ayu Septa Perdana

“Kasus yang satu ini memang agak aneh. Jadi wajar kita curiga ada subahat jahat antara penyidik dengan terlapor,” katanya.

Dalam kasus ini, Kepala Desa Paya Bakung, berinisial P, dilaporkan lembaga RCW terkait penggunaan dana desa tahun 2023 dan 2024. Namun dalam penggunaannya, dana desa yang diterima dengan yang digunakan jumlahnya diduga tidak sesuai, dan disinyalir terjadi selisih mencapai Rp878.226.660.

Tahun 2023, Desa Paya Bakung menerima dana desa sebesar Rp1.506.505.000, dan tahun 2024 sebesar Rp1.771.727.000. Namun, dalam laporan penggunaan dana desa tersebut diduga terjadi rekayasa.

Sesuai informasi penyaluran dana desa tahun 2023, pembaruan data terakhir 19 Desember 2024, dana desa yang diterima Desa Paya Bakung sebesar Rp1.506.505.000.

Baca Juga :  Buntut Temuan BPK RI di Dispora Sumut Rugikan Negara Rp1,7 M, Osril Limbong, " Jika Benar Sudah Dikembalikan Ke Negara Lampirkan Dalam LPJ Gubsu"

Dana yang diterima itu diduga untuk membiayai 43 item kegiatan dengan pengeluaran sebesar Rp1.367.460.240, hingga diduga terjadi selisih sebesar Rp139.044.760.

Sesuai informasi penyaluran dana desa tahun 2024, pembaruan data terakhir 19 Desember 2024, dana desa yang diterima Desa Paya Bakung sebesar Rp1.771.727.000.

Dana yang diterima itu diduga untuk membiayai 18 item kegiatan dengan pengeluaran sebesar Rp1.032.545.100, hingga diduga terjadi selisih sebesar Rp739.181.900.

“Artinya, penggunaan dana Desa Paya Bakung pada tahun 2023 dan 2024 itu diduga terjadi selisih sebesar Rp878.226.660, yang hingga kini diduga belum diketahui penggunaannya,” ungkapnya.

Sementara, kata Sunaryo, dugaan korupsi tersebut tidak termasuk untuk anggaran tahun 2022 dan 2025, yang bila dilakukan pengusutan diduga bakal ada ditemukan penyimpangan yang merugikan keuangan negara.

Hingga berita ini dilansir, Kepala Desa Paya Bakung, berinisial P, maupun pihak terkait lainnya belum terkonfirmasi untuk dimintai keterangan soal kasus yang sempat bikin geger itu.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum Keluhkan Transparansi Penyelidikan Kasus Kematian Winda Lorenza
Lapak Narkoba Desa Tanjung Morawa,Polres Deli Serdang Amankan 7 Orang 
Status Tersangka Dhody Thahir Gugur, Penyidik Diperiksa Propam
Polda Sumut Hormati Putusan Praperadilan Dhody Thahir, Siap Keluarkan dari Tahanan
Aliansi Masyarakat Laporkan Dinas PPKB ke Kejari Tapsel rerkait dugaan Korupsi Rp.6 M
Warga Tiga Desa Di Padang Lawas Laporkan Pengusaha Robert Wijaya PHI ke Polres Padang Lawas
Pengacara Eks Kadinsos Samosir Protes Tuntutan 4 Tahun Penjara, Soroti Pasal dan Kerugian Negara
Kajari Asahan Luncurkan Program Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Diajak Tak Takut Berkonsultasi
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Kuasa Hukum Keluhkan Transparansi Penyelidikan Kasus Kematian Winda Lorenza

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Lapak Narkoba Desa Tanjung Morawa,Polres Deli Serdang Amankan 7 Orang 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Polda Sumut Hormati Putusan Praperadilan Dhody Thahir, Siap Keluarkan dari Tahanan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Aliansi Masyarakat Laporkan Dinas PPKB ke Kejari Tapsel rerkait dugaan Korupsi Rp.6 M

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Warga Tiga Desa Di Padang Lawas Laporkan Pengusaha Robert Wijaya PHI ke Polres Padang Lawas

Berita Terbaru