Polres dan Kejari Simalungun Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMP Negeri 2 Tapian Dolok

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMALUNGUN, SUARASUMUTONLINE.ID – Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun, Sumatera Utara, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap ZR (15), siswi kelas IX SMP Negeri 2 Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, pada Senin (5/1).

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka AH (15), yang merupakan teman dekat korban dan juga masih berstatus pelajar, memperagakan sebanyak 27 adegan pembunuhan. Dari reka ulang kejadian itu terungkap bahwa sebelum korban dibunuh, tersangka terlebih dahulu melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban.

Rekonstruksi diawali saat tersangka menjemput korban di persimpangan dekat rumah korban pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Keduanya kemudian menuju lokasi perladangan ubi.

Setibanya di lokasi tersebut, pelaku melakukan tindakan asusila berupa sodomi dan persetubuhan terhadap korban. Setelah itu, tersangka membawa korban berpindah ke area perkebunan karet di seberang jalan. Di lokasi ini, keduanya terlibat keributan setelah korban mengaku hamil, menagih janji pelaku, serta meminta uang untuk melakukan aborsi.

Mendengar pengakuan tersebut, pelaku panik hingga terjadi pertengkaran. Pelaku kemudian melakukan kekerasan fisik dengan mencekik korban saat berada di atas sepeda motor, hingga keduanya terjatuh.

Korban yang melakukan perlawanan kembali dianiaya pelaku dengan memukul kepala dan wajah korban menggunakan batu kerikil, hingga korban pingsan dan mengeluarkan busa dari mulutnya.

Baca Juga :  Satma AMPI Madina Desak Aktor Intelektual Kasus Tambang Berdarah Dibongkar

Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian menggendong tubuh korban dan membuangnya ke dalam parit. Namun, karena melihat korban masih hidup, pelaku pergi meminjam sebilah pisau milik tetangganya.

Saat kembali ke lokasi, pelaku mendapati korban berusaha menyelamatkan diri sambil meminta pertolongan kepada warga. Melihat hal tersebut, pelaku kembali menyerang korban.

Pelaku menendang korban hingga tersungkur, lalu memukul tubuh korban berulang kali menggunakan batang ubi yang diperoleh di sekitar lokasi. Dengan keji, pelaku kemudian menusuk korban menggunakan pisau yang dipinjamnya, dengan menghujamkan ke arah pinggang dan perut korban secara berulang kali.

Setelah memastikan korban tewas, pelaku meninggalkan jasad korban di lokasi kejadian. Tanpa merasa bersalah, pelaku mengembalikan pisau tersebut kepada tetangganya, lalu pergi memancing seolah tidak terjadi apa-apa.

Ibu korban, Nurhayati Daud, yang menyaksikan langsung rekonstruksi tersebut, mengaku tidak menyangka pelaku tega dan sadis membunuh putrinya.

“Sadis kali caramu yah, tega kau yah, sakit kali anak ku kau buat,” ucap Nurhayati sambil menahan tangis.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat menindak pelaku seberat-beratnya, bahkan meminta agar pelaku dijatuhi hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Baca Juga :  Kejari Belawan Tahan Bendahara dan Penyedia Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS di SMAN 16 Medan

“Saya meminta aparat penegak hukum yang menangani perkara pembunuhan anak saya agar menjerat pelaku dengan hukuman berlapis. Kalau bisa, dia dihukum seumur hidup atau hukuman mati atas tindakannya yang sangat sadis membunuh putri saya,” ungkapnya.

Sementara itu, tersangka AH mengaku bersalah dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ia mengklaim perbuatannya dilakukan secara spontan dan tidak pernah direncanakan sebelumnya.

“Saya meminta maaf kepada korban dan keluarga korban atas tindakan saya. Sayamohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya sambil menangis saat digiring petugas menuju kendaraan yang membawanya ke RTP Polres Simalungun.

Sebelumnya, warga Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, digemparkan dengan penemuan jasad seorang remaja perempuan di kawasan Perkebunan Bridgestone, Nagori Batu Silangit, pada Minggu (28/12/25).

Korban berinisial ZR (15) ditemukan dalam kondisi mengenaskan di areal perkebunan karet tersebut. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, saksi yang baru pulang memancing merasa curiga melihat gundukan mencurigakan yang dikerumuni lalat hijau di antara barisan pohon perkebunan.

Penulis : Nurleli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sangat Meresahkan, Kapolda Sumut Diminta Segera Tangkap Bandar Judi Online Slot Ilegal Di Ramunia II
Unit I Subdit III Ditnarkoba Polda Sumut Ungkap Kasus Narkotika Tiga Orang Ditangkap ,105 Gram Sabu Diamankan
Polisi Amankan Dua Orang Terkait Penemuan Pria Tewas di Bendungan Bandar Sidoras
Jual Sabu dan Ekstasi Demi Biaya Pernikahan, Pemuda di Deli Serdang Ditangkap Polisi
Residivis Spesialis Curanmor Tersungkur “Dipelor” Polsek Medan Kota, Ini Jejak Kejahatannya!
MA Perberat Uang Pengganti Tersangka Alih Fungsi Hutan Langkat Jadi Rp856,8 Miliar
Miris, Oknum Kepling di Medan Maimun Justru Jadi Pengedar Narkoba
Oknum Kepling di Medan Polonia Ditangkap Bawa 600 Butir Ekstasi, Diperintah Orang Berinisial S
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:56 WIB

Sangat Meresahkan, Kapolda Sumut Diminta Segera Tangkap Bandar Judi Online Slot Ilegal Di Ramunia II

Selasa, 15 September 2026 - 16:40 WIB

Unit I Subdit III Ditnarkoba Polda Sumut Ungkap Kasus Narkotika Tiga Orang Ditangkap ,105 Gram Sabu Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 10:20 WIB

Polisi Amankan Dua Orang Terkait Penemuan Pria Tewas di Bendungan Bandar Sidoras

Sabtu, 12 September 2026 - 19:19 WIB

Jual Sabu dan Ekstasi Demi Biaya Pernikahan, Pemuda di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sabtu, 12 September 2026 - 19:17 WIB

Residivis Spesialis Curanmor Tersungkur “Dipelor” Polsek Medan Kota, Ini Jejak Kejahatannya!

Berita Terbaru

Olahraga

Tim Putra Tekuk Uganda di Olimpiade Catur

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:16 WIB