Medan Jadi Kota Pertama di Sumatera Sinkronkan Data Tanah dan Pajak

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Kota Medan menjadi kota pertama di Pulau Sumatera yang melakukan sinkronisasi data Nomor Induk Bidang Tanah (NIB) dari Kantor Pertanahan dengan Nomor Objek Pajak (NOP) milik Pemerintah Kota.

Sinkronisasi tersebut dilakukan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Medan untuk memperkuat tata kelola perpajakan dan data pertanahan.

Kepala Bapenda Kota Medan, M Agha Novrian, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya dan komitmen untuk memaksimalkan capaian pajak daerah sekaligus memperkuat tata kelola perpajakan yang lebih efektif, transparan dan berbasis digital.

“Ini salah satu upaya dan komitmen kami dalam memaksimalkan capaian pajak daerah. Langkah strategis ini untuk memperkuat tata kelola perpajakan daerah yang lebih efektif, transparan dan berbasis digital,” ucap Agha, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga :  Bapenda Medan Raih 3 Penghargaan Nasional

Dikatakannya, PKS tersebut juga merupakan bagian dari tindak lanjut implementasi Nota Kesepahaman serta Surat Edaran Bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN dan Menteri Dalam Negeri terkait sinergi tugas serta integrasi data pertanahan dan perpajakan.

“Dengan adanya penyelarasan data pertanahan dan perpajakan ini, segala potensi ketidaksesuaian data objek pajak maupun kebocoran penerimaan bisa diminimalkan,” katanya.

Lewat PKS ini, jelas Agha, pihaknya akan melakukan pemadanan NOP dengan NIB, pertukaran data peralihan hak atas tanah secara elektronik, serta penerapan layanan digital melalui Web Service/REST JSON untuk mempercepat verifikasi dan validasi BPHTB.

Baca Juga :  Rico Waas Tegaskan Komitmen Perkuat Kawasan Tanpa Rokok

“Pastinya banyak manfaat dari PKS ini, seperti data Zona Nilai Tanah (ZNT) sebagai salah satu pembanding dalam menilai kewajaran Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP), validasi potensi kurang bayar BPHTB, serta percepatan pendaftaran dan pengamanan sertipikat aset tanah milik Pemerintah Kota Medan,” jelasnya.

Agha meyakini kerja sama dengan Kantah Kota Medan tersebut dapat memodernisasi pelayanan perpajakan sekaligus meningkatkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak secara berkelanjutan.

“Integrasi data ini diharapkan mempermudah masyarakat dan PPAT dalam proses pelaporan dan validasi BPHTB secara elektronik, cepat, dan transparan, sekaligus mengamankan penerimaan pajak daerah untuk mendukung pembangunan Kota Medan,” tuturnya. (*)

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rico Waas Berkomitmen Kembangkan Inovasi Kuliner Lokal, Menu B2SA Diminta Hadir di Hotel
Wali Kota Medan Izinkan Stadion Teladan Jadi Homebase PSMS Medan
Tinjau Kemacetan Simpang Dobi dan Titi Papan, Zakiyuddin Dorong Pelebaran Jalan
Kakan Kemenag Medan Ingatkan Siswa Kerjakan TKA dengan Jujur dan Percaya Diri
BPJS Kesehatan Puji Transformasi Layanan Kesehatan Medan, Rico Waas Ancam Cabut Izin Rumah Sakit yang Tolak Pasien
Safari Ashar Rico Waas di Silalas, Warga Keluhkan Air Bersih Sekolah hingga Ancaman Banjir
Walikota Medan Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi
Walikota Medan Terima Audiensi Komisi Kerasulan Awam
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:16 WIB

Rico Waas Berkomitmen Kembangkan Inovasi Kuliner Lokal, Menu B2SA Diminta Hadir di Hotel

Kamis, 5 November 2026 - 00:13 WIB

Wali Kota Medan Izinkan Stadion Teladan Jadi Homebase PSMS Medan

Kamis, 5 November 2026 - 00:10 WIB

Tinjau Kemacetan Simpang Dobi dan Titi Papan, Zakiyuddin Dorong Pelebaran Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 00:07 WIB

Kakan Kemenag Medan Ingatkan Siswa Kerjakan TKA dengan Jujur dan Percaya Diri

Rabu, 4 November 2026 - 23:57 WIB

BPJS Kesehatan Puji Transformasi Layanan Kesehatan Medan, Rico Waas Ancam Cabut Izin Rumah Sakit yang Tolak Pasien

Berita Terbaru