AKINDO dan Pengrajin: Kepastian Pasokan Kedelai Jadi Faktor Penting Menjaga Produksi Tahu dan Tempe

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SSOL.ID- Pergerakan harga kedelai tidak serta-merta menjadi gambaran utuh mengenai kondisi industri tahu dan tempe di lapangan. Di tengah adanya pemberitaan mengenai kenaikan harga kedelai di sejumlah daerah, kondisi harga perlu dilihat berdasarkan wilayah dan faktor yang memengaruhinya, karena harga di tingkat pengrajin saat ini masih berada dalam batas harga acuan yang ditetapkan pemerintah.

Bagi pengrajin, keberlangsungan produksi sehari-hari sangat ditentukan oleh dua hal yang saling berkaitan: harga bahan baku yang wajar dan pasokan yang tersedia secara konsisten. Keduanya menjadi penting agar pengrajin dapat menjaga produksi sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen.

Kedelai merupakan bahan baku utama yang dibutuhkan secara rutin oleh pengrajin tahu dan tempe. Karena itu, perubahan harga memang menjadi bagian dari perhitungan biaya produksi. Namun, kondisi harga di lapangan juga perlu dilihat secara lebih spesifik karena perbedaan wilayah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk biaya transportasi, distribusi, akses logistik, serta kondisi geografis dan situasi tertentu di masing-masing daerah.

Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (AKINDO), Hidayatullah Suralaga mengatakan bahwa dinamika harga kedelai merupakan bagian dari kondisi pasar yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk harga komoditas global, nilai tukar, biaya logistik, kondisi geo-politik dan perdagangan internasional.

Namun, menurutnya, perhatian terhadap industri tahu dan tempe tidak seharusnya hanya diarahkan pada pergerakan harga.

“Dalam kondisi pasar yang dinamis, yang perlu dijaga bukan hanya harga, tetapi juga ketersediaan barang. Pengrajin membutuhkan kepastian bahwa kedelai tersedia ketika dibutuhkan, sehingga mereka dapat merencanakan produksi dengan lebih baik,” ujarnya.

Hal tersebut menjadi semakin relevan karena produksi tahu dan tempe berlangsung setiap hari dan membutuhkan pasokan bahan baku secara berkelanjutan. Pada September 2026, stok kedelai impor nasional berada di kisaran 475 ribu ton, yang dinilai masih mencukupi kebutuhan nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kedelai perlu melihat aspek harga dan ketersediaan pasokan secara bersamaan.

Baca Juga :  Misi Kemanusiaan, Warga Bantu Warga

AKINDO menilai keberlanjutan pasokan merupakan bagian penting dari stabilitas industri tahu dan tempe. Karena itu, perhatian terhadap rantai pasok perlu mencakup tidak hanya ketersediaan kedelai, tetapi juga kelancaran distribusi hingga ke wilayah pengrajin.

“Rantai pasok kedelai saling berkaitan. Yang perlu kita jaga adalah kelancaran distribusi dan ketersediaan barang, sehingga pengrajin memiliki kepastian untuk terus berproduksi dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi. Kami mendukung langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan dan keberlangsungan industri pangan nasional. Dari sisi pelaku usaha, kontribusi yang dapat kami lakukan adalah memastikan pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan dengan baik, dan kebutuhan industri dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” ujar Hidayat.

Perbedaan harga antar wilayah juga tidak selalu mencerminkan perubahan harga komoditas secara nasional. Di wilayah tertentu, khususnya daerah dengan tantangan geografis, gangguan distribusi, atau kondisi bencana, biaya logistik dapat memberikan pengaruh terhadap harga yang diterima di tingkat pengrajin. Karena itu, kondisi
[16/9 11.25] Ustad Ari: tersebut perlu dilihat secara kontekstual dan tidak serta-merta digeneralisasi sebagai kondisi harga kedelai secara nasional.

Pada akhirnya, menjaga keberlangsungan industri tahu dan tempe membutuhkan perspektif yang lebih menyeluruh. Harga yang wajar, pasokan yang konsisten, serta distribusi yang efisien merupakan tiga faktor yang saling terkait dalam menjaga keberlanjutan produksi.

Dengan kondisi harga yang masih berada dalam batas acuan pemerintah di sejumlah sentra pengrajin dan pasokan yang tetap tersedia, perhatian ke depan perlu diarahkan pada bagaimana memastikan ketersediaan kedelai secara konsisten sekaligus menjaga efisiensi distribusi, khususnya ke wilayah yang menghadapi tantangan logistik. Dengan demikian, pengrajin dapat mempertahankan produksi dan masyarakat tetap memperoleh tahu dan tempe secara berkelanjutan.

Baca Juga :  BMKG: 7 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan 11 Wilayah Berpotensi Angin Kencang pada Senin 27 Juli 2026

Harga di Tingkat Pengrajin Masih Terkendali

Bagi pengrajin di lapangan, kondisi harga saat ini juga perlu dilihat berdasarkan harga pembelian aktual. Sejumlah pengrajin di daerah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi menyebut harga kedelai yang mereka peroleh masih berada di kisaran Rp11.100 hingga Rp11.600 per kilogram, atau masih dalam batas harga acuan pemerintah.

“Bagi saya selaku pengrajin tempe, harga saat ini masih cukup terkendali. Kami membeli kedelai sekitar Rp11.500 per kilogram. Jadi, selain melihat perkembangan harga, yang lebih penting bagi kami adalah kedelai tersedia dan kami bisa mendapatkan barang secara konsisten. Kalau pasokannya lancar, kami bisa lebih mudah menghitung produksi dan kebutuhan modal,” kata Pengrajin dari Aceh, Zikri.

Menurutnya, hal yang ditakutkan adalah ketersediaan pasokan kacang kedelai, selain tentunya kekhawatiran kenaikan harga. Namun, untuk kenaikan harga solusinya adalah memperkecil ukuran tempe yang dijual.

“Ya pengrajin di Aceh, yang ditakutkan adalah persediaan kacang kedelai. Soal harga walaupun ada kenaikan, ada jalan pintas, di mana untuk sementara kita kecilkan ukuran. Kalau ada kenaikan terus menerus ada kenaikan harga,” ujarnya lagi.

Sementara itu, pengrajin tahu/tempe dari Banjarmasin, Irman mengatakan bahwa pasokan kedelai sangat penting. Dirinya mengkhawatirkan pasokan kedelai apalagi jika melihat kondisi global, terkait perang Amerika-Iran.

“Stok penting. Kalau harga naik tapi stok nggak ada, sama juga. Setelah ada perang Amerika-Iran, harga minyak dunia naik. Saya tau juga, dampak kenaikan minyak ini, ada beberapa negara mau mengalihkan kacang kedelai ini menjadi BBM. Alternatif ini, kedelai pasti dibutuhkan semakin banyak,” kata Irman.

Ketersediaan bahan baku secara konsisten memberikan kepastian bagi pengrajin untuk menentukan volume produksi, mengatur kebutuhan modal, serta menjaga kontinuitas pasokan tahu dan tempe kepada konsumen.

Penulis : Ari Handoko

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baru Mulus, Jalan Provinsi Tanjung Beringin – Sei Rampah Terancam Rusak Lagi Dilibas Truk ODOL
Mau Balik Nama Sertifikat Tanah dari Orangtua ke Anak? Ini Rincian Biaya Terbaru 2026
Kejati Sumut dan Kejari Madina Amankan DPO Terpidana Perkara Pertambangan di Kawasan Hutan
Antrean BBM Tak Kunjung Teratasi, Sekretaris PC PMII Pekanbaru Desak Pemprov Riau dan Pertamina Bertindak
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Anak Yatim di Lapas Kelas I Medan: Wujud Pembinaan Kerohanian dan Penguatan Sinergi Sosial
Dugaan Korupsi Ramadhan Fair XIX, Disdikbud Medan Dilaporkan Terkait Kelebihan Bayar dan Adendum Backdated
PW KAMMI Sumut Layangkan Surat ke Komisi A, Minta Seleksi Calon Anggota KPID Ditinjau Kembali
Calon Pengurus PD-FJPK Sumut Siap Membangun Soliditas Organisasi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:10 WIB

Baru Mulus, Jalan Provinsi Tanjung Beringin – Sei Rampah Terancam Rusak Lagi Dilibas Truk ODOL

Rabu, 16 September 2026 - 12:25 WIB

Mau Balik Nama Sertifikat Tanah dari Orangtua ke Anak? Ini Rincian Biaya Terbaru 2026

Rabu, 16 September 2026 - 12:12 WIB

AKINDO dan Pengrajin: Kepastian Pasokan Kedelai Jadi Faktor Penting Menjaga Produksi Tahu dan Tempe

Rabu, 16 September 2026 - 00:03 WIB

Kejati Sumut dan Kejari Madina Amankan DPO Terpidana Perkara Pertambangan di Kawasan Hutan

Selasa, 15 September 2026 - 21:28 WIB

Antrean BBM Tak Kunjung Teratasi, Sekretaris PC PMII Pekanbaru Desak Pemprov Riau dan Pertamina Bertindak

Berita Terbaru

Olahraga

OLIMPIADE Catur 2026 Resmi Dimulai Sore Ini di SAMARKAND!

Rabu, 16 Sep 2026 - 13:00 WIB

Politik

PKB-HANURA Sorotin Kenaikan P-APBD Medan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 00:10 WIB