SAMARKAND, SSOL.ID-Bermain di Olimpiade Catur persis seperti naik roller coaster, penuh dengan tanjakan yang luar biasa dan juga turunan tajam yang menegangkan.
Sebagai turnamen antar tim terbesar di dunia, tekanan dan dinamika di dalamnya sangat unik dibanding dengan turnamen individu.
Ketika tim Anda berhasil mengalahkan tim lawan dengan telak akan membawa kebanggaan terhadap seluruh anggota tim.
Begitupun saat hanya kalah tipis melawan tim unggulan bisa membuat kepercayaan diri anggota tim semakin meningkat.
Pada babak pertama, tim catur Putra Indonesia menang telak 4-0 atas Ghana dengan menyapu bersih kemenangan di semua papan.
Namun, pada babak kedua langkah mereka dihentikan oleh juara bertahan India dengan skor tipis 1½-2½.
Tidak larut akibat kekalahan, tim Indonesia bangkit paßda babak ketiga dengan mengalahkan tim Putra Uganda 3½-½.
Dengan hasil 2 kali menang dan 1 kali kalah ini Susanto dan kawan-kawan untuk sementara menempati peringkat ke-50 dengan 4 MP.
Pada babak ke-4 tim Putra Indonesia akan berhadapan dengan tim Putra Panama.
Sementara itu setelah menekuk Timor Leste 4-0 pada babak pertama dan Aljazair 3-1 pada babak kedua, tim Putri Indonesia harus mengakui keunggulan tim Putri Uzbekistan 1-3 pada babak kedua.
WIM Diajeng Theresa Singgih (2290) dan WIM Laysa Latifah (2213) tampil bagus saat menahan remis WGM Afruza Khamdamova (2433) dan IM Gulrukhbegim Tokhirjonova (2357) di meja 1 dan 2.
Uniknya saat melawan Afruza, Diajeng kalah satu perwira tapi Kuda lawan berhasil dijepitnya sehingga tidak bisa bergerak sama sekali.
Sayang WIM Shafira Devi Herfesa (2130) dan WIM Chelsie Monica Sihite (2195) tak mampu berbuat banyak dan menyerah kalah dari lawan-lawan mereka di meja 3 dan 4.
Tim Putri Indonesia saat ini menempati peringkat ke-38 dengan 4 MP.
Pada babak ke-4 Diajeng dan kawan-kawan akan berhadapan dengan tim Putri El Salvador
Penulis : Wahyu Danil









