Kronologi Lengkap Pembakaran Rumah Hakim Khamozaro Waruwu, Mantan Sopir Jadi Otak Pelaku

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE. ID – Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, secara resmi memaparkan hasil penyelidikan atas kasus pembakaran rumah Hakim Pengadilan Negeri Medan, Khamozaro Waruwu.

Calvijn menjelaskan dalam penyelidikan tim melakukan scientific criminal investigation, pemeriksaan saksi, serta analisis rekaman CCTV, kemudian mengarah pada satu tersangka utama bernama Fahrul Aziz Siregar mantan sopir korban.

“Dari hasil penyidikan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan, tersangka Aziz mengaku bekerja selama tiga tahun dengan korban, bahkan sebelum korban menikah, dimulai saat bertugas di PN Rantau Parapat,” ujar Kombes Jean Calvijn Simanjuntak,di Polrestabes Medan.

Selama bekerja, tersangka Fahrul Aziz keluar masuk sebagai sopir korban sebanyak tiga hingga empat kali. Hingga akhirnya, ia merencanakan aksi perampokan sekaligus pembakaran rumah korban. Dengan pengetahuan detail tentang rumah hakim Khamozaro Waruwu, termasuk letak kunci dan kondisi dalam rumah, Aziz dapat dengan mudah merancang aksinya.

Calvijn menyebutkan bahwa pencurian dan pembakaran direncanakan pada 30 Oktober 2025. Kepada tersangka kedua, Simamora, Aziz menyatakan niatnya: “Akan kurampok rumah bos itu dan kubakar rumahnya.”

Pada Selasa, 4 November 2025, aksi dimulai. Pagi itu, Aziz membeli minyak di Pertamini Kecamatan Deli Tua, lalu menuju PN Medan untuk memastikan keberadaan korban dengan berbincang kepada petugas keamanan.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Judi Meja Ikan di Medan Timur, 5 Orang Diamankan

“Pelaku memantau posisi korban sebelum berangkat ke Komplek Taman Harapan Indah,” ujar Calvijn.

Sekitar pukul 09.36 WIB, istri korban, Wina Falinda, keluar dari komplek dan meletakkan kunci rumah di rak sepatu di teras depan. Pada pukul 10.07 WIB, Aziz tiba dan memantau situasi, sebelum masuk ke rumah pukul 10.17 WIB.

Setibanya di lokasi, Aziz mengambil kunci dari rak sepatu, masuk ke rumah korban, kemudian mencongkel pintu kamar dengan obeng. Aziz membuka lemari perhiasan milik istri korban, setelah mengambil barang berharga dan memasukkannya ke tas selempang, lalu pelaku mengeluarkan pertalite yang ia bawa.

Upaya menghilangkan jejak, Aziz membakar lemari pakaian, kamar tidur, serta beberapa bagian rumah lainnya menggunakan pertalite, memastikan api menyebar hingga rumah terbakar total.

Pada pukul 10.32 WIB, Aziz meninggalkan lokasi dengan motornya. Diperkirakan ia hanya memerlukan waktu 15 menit untuk melakukan pencurian dan pembakaran. Tak lama setelah asap terlihat, warga menghubungi pemadam kebakaran dan polisi. Korban Khamozaro Waruwu juga mendapat telepon bahwa rumahnya terbakar.

Baca Juga :  Luar Biasa, Besi Tower di Binjai Dicuri " Rayap Besi "

Pelaku Menjual Hasil Curian untuk Foya-Foya dan Beli Motor

Usai aksi, Aziz langsung menjual perhiasan curian ke toko emas Barus senilai Rp25 juta, lalu bertemu tersangka kedua untuk memberikan uang tutup mulut sebesar Rp5 juta.

Pada 6 November 2025, Aziz dan tersangka kedua kembali menjual emas di Simpang Limun seharga Rp35 juta, memberikan Rp10 juta kepada tersangka kedua.

Pada 8 November, Aziz kembali menjual emas di toko Barus sebesar Rp60 juta dan membeli sepeda motor seharga Rp9,2 juta. Pada 10 November, ia menjual emas lainnya bersama tersangka ketiga di toko emas Munthe.

Kemudian, pada 12 November 2025, Aziz menjual lagi emas curian ke toko Barus senilai Rp280 juta, dan bahkan memesan cincin serta gelang seberat 75 gram dari emas hasil curian tersebut.

Pada 14 November 2025, ia ditangkap bersama barang bukti.

“Tersangka 2 mengetahui rencana pencurian dan pembakaran, menerima uang Rp25 juta, serta ikut menjual emas. Tersangka 3 membantu proses penjualan emas. Sementara tersangka 4, pemilik toko emas Barus, menjadi penadah dengan membeli emas hasil kejahatan sebanyak empat kali tanpa dokumen,” pungkas Calvijn.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polrestabes Medan Ungkap Peredaran Pod Narkoba di Helen’s
Penipuan Modus Proyek Fiktif Raup Rp2 M, Sekdis Peternakan Labuhan Batu Ditangkap Polisi
Kejatisu Tangkap DPO Terpidana Perkara Perlindungan Anak
Dapat Perlawanan Warga, Satnarkoba Polresta Medan Ratakan Barak Narkoba
Buronan Kasus Korupsi Kredit Bank Sumut Rp2,2 M Ditangkap di Apartemen Jakarta Selatan
Anggota DPRD Medan AT Ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan di Jalan Tapanuli
DPO Kasus Penembakan Security PTPN IV Kebun Sarang Giting Ditangkap Polisi
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 2.000 Vape Getar di Asahan, Kurir Ditangkap
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:22 WIB

Polrestabes Medan Ungkap Peredaran Pod Narkoba di Helen’s

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Penipuan Modus Proyek Fiktif Raup Rp2 M, Sekdis Peternakan Labuhan Batu Ditangkap Polisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:04 WIB

Kejatisu Tangkap DPO Terpidana Perkara Perlindungan Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:49 WIB

Dapat Perlawanan Warga, Satnarkoba Polresta Medan Ratakan Barak Narkoba

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:28 WIB

Buronan Kasus Korupsi Kredit Bank Sumut Rp2,2 M Ditangkap di Apartemen Jakarta Selatan

Berita Terbaru