Saling Lapor, Penyidik Diduga Lecehkan Tersangka, Kuasa Hukum Dilapor  Pencemaran Nama Baik

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Tiga penyidik Polrestabes Medan diadukan ke Propam Polda Sumut terkait dugaan tindakan asusila terhadap tersangka wanita berinisial IAS (22). Akibat aduan masyarakat (dumas) itu, oknum polisi melaporkan balik soal pencemaran nama baik.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan ada 3 orang yang dilaporkan soal dugaan pelecehan itu. Lalu, dua di antaranya melaporkan soal dugaan pencemaran nama baik atas tuduhan.

“Yang diadukan tiga orang terkait dugaan pelecehannya, yang dua ini membuat laporan polisi terkait pencemaran nama baik karena diberitakan bahwa dia terlibat pelecehan seksual,” kata Adrian, Senin (4/5).

Adrian mengatakan laporan itu dilayangkan ke Polrestabes Medan pada 30 April 2026. Adapun terlapornya adalah kuasa hukum dari IAS inisial H. Saat ini, kata Adrian, pihaknya tengah menyelidiki laporan tersebut.

Baca Juga :  PN Medan Gelar Sidang Perdana Camat Medan Polonia dkk Didakwa Korupsi Belanja BBM

“(Terlapor) kuasa hukum. Sementara ini masih pencemaran nama baik, ITE. Lagi penyelidikan, para saksi kita lakukan wawancara awal, kuasa hukum belum (diperiksa),” pungkasnya.

Saat ini, salah seorang dari 3 penyidik yang diadukan itu inisial Brigadir SDS kini ditahan di penempatan khusus (patsus). Saat diperiksa, SDS membantah telah melakukan pelecehan tersebut.

“Sejauh ini, dia (SDS) membantah (melakukan pelecehan),” kata Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Raymond Hutagalung.

Raymond menyebut ada 3 penyidik yang diadukan melalui pengaduan masyarakat (dumas) ke Propam Polda Sumut atas dugaan pelecehan itu, yakni Brigadir SDS, Briptu AP, dan Briptu MIR. Namun, sejauh ini, baru SDS yang dipatsus, sedangkan dua orang lainnya masih sebagai saksi.

Baca Juga :  AMB Resmi Laporkan Dugaan Korupsi Kades Patumbak II ke Kejati Deli Serdang

Perwira menengah Polri itu mengatakan masa penahanan SDS diperpanjang hingga sekitar 7 Mei 2026.

“Jadi, untuk penyidik pembantu tersebut ada didumaskan di Polda Sumut. Namun, untuk rekannya yang dua lagi itu sekarang masih sebagai saksi. Terkait dengan pemeriksaan di Wabprof itu, dipatsus mulai kemarin kalau nggak salah selama 20 hari, kemudian ada penambahan selama 10 hari ke tanggal 7 Mei ini,” jelasnya.

 

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Sumut Proses Laporan Dugaan Penyekapan Pasien Rehabilitasi Narkoba di Medan
Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum
PETI Tak Kunjung Tuntas, Ketua GM GRIB Jaya Desak Satgas Madina Dibubarkan
Hakim Bebaskan Dua Bendahara Dana BOS SMK
Razia di Lapas Tanjungbalai Asahan, Petugas Temukan Gunting dan Pisau Rakitan
Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Bambang Alias Bembeng, Vonis PT Medan Dibatalkan, Putusan PN Stabat Tetap Berlaku
Cegah Penyalahgunaan Aliran Kepercayaan, Kejati Sumut Gelar Rakor Pakem Bersama Instansi Terkait
Inspektur I Jamwas Kejagung Periksa Kinerja Kejati Sumut dan Jajaran
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 12:19 WIB

Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 20:59 WIB

PETI Tak Kunjung Tuntas, Ketua GM GRIB Jaya Desak Satgas Madina Dibubarkan

Jumat, 18 September 2026 - 13:56 WIB

Hakim Bebaskan Dua Bendahara Dana BOS SMK

Kamis, 17 September 2026 - 19:18 WIB

Razia di Lapas Tanjungbalai Asahan, Petugas Temukan Gunting dan Pisau Rakitan

Kamis, 17 September 2026 - 17:19 WIB

Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Bambang Alias Bembeng, Vonis PT Medan Dibatalkan, Putusan PN Stabat Tetap Berlaku

Berita Terbaru

Politik

Struktur PRI Medan Diklaim Capai 90 Persen

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:22 WIB

Kesehatan

IDAI Sumut Himbau Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:38 WIB