MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Selain fokus pada akses pendidikan, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan juga mulai menyoroti pentingnya kesiapan mental siswa dan keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar berbasis asrama.
Kepala SRMP 2 Medan, Maragoti, menilai pemeriksaan kesehatan calon siswa tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga perlu mencakup aspek mental.
“Kita berharap bukan hanya cek kesehatan fisik, tetapi juga mental. Kalau ada permasalahan, sebaiknya dirawat atau direhabilitasi terlebih dahulu sebelum bergabung dengan anak-anak di sekolah,” ujarnya saat ditemui Mistar di kantornya, Jalan Willem Iskandar, Medan Tembung, Senin (4/5).
Ia menjelaskan hal tersebut penting untuk menghindari kendala dalam proses adaptasi siswa di lingkungan asrama. Meski demikian, ia menegaskan sekolah tidak menolak siswa, melainkan mendorong penanganan awal agar proses belajar berjalan optimal.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, masih banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah.
Karena itu, pihaknya berencana mengajukan program parenting day untuk meningkatkan kesadaran orang tua bahwa lingkungan keluarga merupakan fondasi utama pendidikan. “Sekolah pertama anak adalah keluarga, jadi harus ada sinergi antara orang tua dan sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kasubag TU Sentra Bahagia Medan, Ade Zul, menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami tujuan program ini, baik melalui kunjungan langsung, pertemuan di aula, maupun dukungan tenaga medis.
“Kita tentu berharap semua proses ini dapat berjalan lancar. Apa yang dilakukan sesuai arahan presiden, turun ke menteri sosial, sampai kepada kami di unit pelaksana teknis. Harapannya program ini dirasakan manfaatnya, terutama masyarakat yang sesuai dengan kriteria yang disampaikan,” ujarnya.
Ade juga menambahkan bahwa tahapan penerimaan akan terus berkembang mengikuti dinamika di lapangan, sehingga pendekatan yang digunakan bersifat adaptif dari tahun ke tahun.
“Pasti setiap tahun tantangannya akan berbeda, kita pasti menyesuaikan. Kita adaptif dengan perkembangan yang ada,” ucapnya.
Penulis : Yuli









