Kejaksaan Diminta Segera Tetapkan Status mantan Bupati Deli Serdang Pada Dugaan Korupsi Proyek Citraland

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG,SUARASUMUTONLINE ID– Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empatbelas (PD 14) menyoroti lambannya penegakan hukum dalam penanganan kasus dugaan korupsi proyek Citraland di Kabupaten Deli Serdang.

Meski sejumlah pihak telah diperiksa, termasuk mantan Bupati Deli Serdang (DS) Ashari Tambunan, hingga kini Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) belum juga mempertegas status hukum yang bersangkutan.

Koordinator PD 14, Muhri Hafiz, menilai sikap Kejati Sumut terkesan ragu dan tidak tegas dalam mengungkap pihak-pihak yang diduga memiliki peran kunci dalam perkara tersebut.

Menurutnya, fakta pemeriksaan seharusnya menjadi pintu masuk untuk menetapkan tersangka baru, terutama pejabat yang memiliki kewenangan strategis saat proyek itu berjalan.

“Kami melihat Kejati Sumut seolah tidak berani menetapkan tersangka baru, padahal peran dan kewenangan pejabat dalam kasus Citraland ini sangat jelas. Jika hukum ditegakkan secara objektif, seharusnya tidak ada yang kebal,” ujar Muhri kepada wartawan, minggu, (4/1).

Muhri Fauzi Hafiz secara tegas menyebut Kejati Sumut diduga melakukan praktik pilih-pilih dalam menetapkan tersangka pada kasus Citraland. Ia menilai penanganan perkara ini tidak mencerminkan asas keadilan dan kepastian hukum.

Baca Juga :  Kejari Asahan Tahan Mantan Manager Bank BRI

Anggota DPRD Sumut 2014-2019 mengungkapkan, terdapat sejumlah nama yang diduga berperan strategis dalam memuluskan proyek tersebut, bahkan disebut-sebut turut menikmati hasil kejahatan. Namun, hingga saat ini, nama-nama itu belum disentuh secara serius oleh penyidik.

Publik bertanya-tanya, mengapa hanya pihak tertentu yang diproses, sementara aktor-aktor penting yang memiliki kewenangan justru seperti dilindungi. Ini yang memunculkan kecurigaan adanya tebang pilih,” tegasnya.

PD 14 mendesak Kejati Sumut agar bersikap transparan dan profesional dalam menangani kasus Citraland, termasuk memperjelas status hukum Ansari Tambunan yang telah diperiksa. Mereka menilai, ketegasan aparat penegak hukum sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus membuktikan bahwa hukum tidak tunduk pada kekuasaan.

Jika Kejati Sumut ingin menjaga marwah institusi, jangan ragu menetapkan tersangka siapa pun yang terbukti terlibat. Hukum harus berdiri tegak, bukan tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” pungkas Muhri Fauzi.

Baca Juga :  Reskrim Polres Padang Lawas Tangkap Pembobol Grosir di Pekanbaru

Terpisah, Plh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Indra Ahmadi Hasibuan, menegaskan bahwa penyidikan perkara tersebut masih berjalan dan dipastikan dilakukan secara profesional tanpa intervensi pihak mana pun.

“Publik bersabar. Tim penyidik Pidana Khusus Kejati Sumut bekerja maksimal untuk mengungkap perkara ini secara terang benderang. Penegakan hukum dilakukan tanpa tebang pilih. Jika terdapat oknum di internal Kejati Sumut yang mencoba cawe-cawe, bermain perkara, atau menerima aliran dana dari pihak terduga, segera laporkan. Kami pastikan akan ditindak tegas,” ujarnya.

Pemeriksaan terhadap Ashari Tambunan merupakan kali kedua. Sebelumnya, ia juga telah dimintai keterangan pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Pemeriksaan dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Bupati Deli Serdang saat proses pengalihan aset tanah PTPN I, khususnya yang berkaitan dengan aspek tata ruang wilayah.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Poldasu Bidik Dugaan Korupsi Miliaran Proyek SPKLU di PLN UID Sumut
PN Medan Tolak Praperadilan Tersangka Korupsi RSU Pratama Nias Juang Putra Zebua dan Fredy Ligium
Kejari Asahan Terima Dugaan Mark Up Pengadaan 117 Desa
Kejari Gunungsitoli Tahan Lister Boy Lase, Tersangka ke-6 Korupsi Proyek RSU Pratama Nias
Miris, Ayah Tiri di Langkat Aniaya Anak Tiri 4 Tahun Hingga Memar, Istri Disekap
KPK Kembali Periksa 14 Saksi Terkait Pengembangan Dugaan Korupsi Jalan di Sumut
Ketua Yayasan SMK di Tebing Tinggi Didakwa Korupsi Dana BOS Rp 513 Juta
Kejari Periksa 10 Kades Terkait Pengelolaan Dana Desa
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:17 WIB

Poldasu Bidik Dugaan Korupsi Miliaran Proyek SPKLU di PLN UID Sumut

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:00 WIB

PN Medan Tolak Praperadilan Tersangka Korupsi RSU Pratama Nias Juang Putra Zebua dan Fredy Ligium

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:49 WIB

Kejari Asahan Terima Dugaan Mark Up Pengadaan 117 Desa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:31 WIB

Kejari Gunungsitoli Tahan Lister Boy Lase, Tersangka ke-6 Korupsi Proyek RSU Pratama Nias

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:50 WIB

Miris, Ayah Tiri di Langkat Aniaya Anak Tiri 4 Tahun Hingga Memar, Istri Disekap

Berita Terbaru

Kriminal

Polda Sumut Amankan 2 Truk Selewengkan 5,4 Ton Solar Subsidi

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:06 WIB