MEDAN, SSOL.ID – Mantan perwira Polri berpangkat AKBP, Achirudin Hasibuan, kembali terseret perkara hukum. Ia dilaporkan ke Polda Sumatera Utara atas dugaan penganiayaan dan perusakan barang milik seorang wartawan.
Laporan itu teregistrasi dengan Nomor: STTLP/B/1026/VI/2026/SPKT/Polda Sumatera Utara, tertanggal 26 Juni 2026. Pelapor adalah Muhammad Fauzi, 33, wartawan media daring asal Medan Barat.
Dipiting dan Handphone Rusak
Fauzi mengaku dianiaya pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Guru Sinumba, Helvetia Timur, Medan Helvetia.
“Saya dipiting, dada saya dipukul hingga sakit. Handphone dan jam tangan saya juga rusak,” kata Fauzi di Polda Sumut, Senin (29/6/2026).
Menurut Fauzi, insiden bermula saat ia melintas di depan rumah Achirudin. Ia disebut menuduh Fauzi menghalangi pemagaran lahan milik Asnan yang dikuasakan kepada Achirudin.
“Saya bilang tidak ada urusan dengan tanah itu. Tapi beliau tidak percaya, malah mengancam bapak saya akan dipenjara,” ujarnya.
Fauzi mengaku merekam percakapan. Saat itu Achirudin diduga mengejar, merampas ponsel, memiting leher, dan memukul dada. “Semuanya terekam video,” katanya.
Rekam Jejak Pidana
Achirudin diketahui diberhentikan tidak dengan hormat dari Polri berdasarkan SK Kapolri Nomor 1794/XII/2023 tanggal 31 Desember 2023.
Sebelumnya ia divonis dalam dua perkara. Pertama, kasus pembiaran penganiayaan terhadap Ken Admiral yang dilakukan anaknya, Aditya Hasibuan. Kedua, penyalahgunaan distribusi BBM dengan vonis 2 tahun penjara dan denda Rp50 juta.
Saling Bantah Soal Perdamaian
Achirudin membantah menganiaya. Ia menyebut masalah sudah selesai kekeluargaan. “Kami sudah saling bermaafan. Tidak ada masalah lagi,” ujarnya, Kamis.
Ia juga mengunggah foto dan video perdamaian dengan keluarga Fauzi dan Asnan.
Namun Fauzi membantah. “Perdamaian itu hanya soal tanah orang tua saya dengan Pak Asnan. Dugaan penganiayaan dan perusakan tetap saya laporkan,” tegasnya.
Hingga berita ini terbit, Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto dan Kabid Humas Kombes Pol. Ferry Walintukan belum menanggapi konfirmasi.
Penulis : Yuli









