APH Diminta Audit PT Tun Sewindu, Diduga Kuasai 48 Hektar Tanah Negara Puluhan Tahun Tanpa Izin

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG, SSOL.ID – Aparat penegak hukum diminta turun tangan mengaudit PT Tun Sewindu. Perusahaan itu diduga sudah hampir 40 tahun menguasai lahan negara seluas ±48 hektar di Desa Rugemuk dan Desa Pematang Biara, Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang, tanpa izin resmi.

Ironisnya, dasar penguasaan lahan itu hanya selembar “surat jual beli” dari Kecamatan Pantai Labu tahun 1988 seluas 4.725 m2 untuk wilayah Desa Pematang Biara.

“Yang dipakai sekarang sudah sampai ke Rugemuk dan masuk hutan lindung. Ini sudah keterlaluan,” kata warga, Minggu (12/7/2026).

Disebut Masuk Hutan Lindung, Pagar Dibongkar Dinas LHK

Masalah ini mencuat karena sebagian lahan yang dipagari PT Tun Sewindu masuk ke kawasan hutan lindung.

Berdasarkan data KLHK RI nomor SK.1205/MENLHK/SETJEN/KUM.1/11/2022, PT Tun Sewindu masuk daftar perusahaan yang membangun usaha di kawasan hutan tanpa izin tahap IX.

Baca Juga :  Warga Sumut Antusias di Hari Pertama Pemutihan Pajak

Bukti nyata, pada 23 Februari 2025 lalu Kadis LHK Sumut saat itu, Juliani Siregar, memimpin pembongkaran pagar perusahaan. Saat itu juga dipasang plang “Kawasan Hutan Lindung” dan warga membangun gubuk jaga 3×4 meter.

Tapi tak lama kemudian plang itu hilang. Gantinya muncul plang PT Tun Sewindu dan KSU Primer Koperasi Kartika Gajah Mada Pomdam I/BB. Kini plang koperasi itu sudah tidak ada, tinggal plang PT Tun Sewindu.

Setelah pagar dibongkar, PT Tun Sewindu disebut melayangkan somasi ke Dinas LHK Sumut. Perusahaan juga melakukan pemagaran ulang dengan memakai “orang sipil” yang diduga preman dari luar Desa Rugemuk.

Warga Justru Disomasi dan Diancam Bongkar

Alih-alih perusahaan yang ditertibkan, warga yang menjaga hutan justru mendapat tekanan.

Baca Juga :  Kasasi Ditolak, Eks Kadinkes Tapteng Tetap Divonis 5 Tahun Korupsi BOK Rp 10,6 M

Satpol PP Pemkab Deli Serdang melayangkan surat peringatan 1, 2, 3 agar gubuk 3×4 meter milik warga dibongkar karena tidak punya PBG. Kapolresta Deli Serdang juga mengirim surat agar warga datang untuk mediasi sebelum pembongkaran.

“Ini aneh. Gubuk kayu 3×4 meter dikejar-kejar PBG nya. Sementara pagar perusahaan di hutan lindung dibiarkan. Citraland yang tak ada PBG juga aman,” sindir Datuk Arifin, Panglima Kaum Ramunia Kesultanan Serdang.

Datuk Arifin mendesak APH memeriksa tuntas berkas PT Tun Sewindu.
“Sebaiknya berkasnya diuji di laboratorium. Apalagi KLHK sudah keluarkan SK 2022 yang menyebut usaha mereka di kawasan hutan tidak berizin. Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Tun Sewindu belum memberikan klarifikasi resmi.

 

Penulis : Dt. Aripin

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar
Polrestabes Medan Amankan 4 Pelaku Begal Bersenjata Tajam di Lau Dendang
MA Kabulkan PK Alwi Mujahit, Vonis Kasus Korupsi APD Covid-19 Turun Jadi 8 Tahun Penjara
Kejatisu Eksekusi Lahan 105 Ha Hutan Mangrove yang Jadi Sawit di Langkat
Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara
Kejari Pematangsiantar Periksa Pengadaan Komputer Dinkes 2025
Berita ini 251 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:19 WIB

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar

Sabtu, 7 November 2026 - 10:20 WIB

Polrestabes Medan Amankan 4 Pelaku Begal Bersenjata Tajam di Lau Dendang

Sabtu, 7 November 2026 - 10:10 WIB

MA Kabulkan PK Alwi Mujahit, Vonis Kasus Korupsi APD Covid-19 Turun Jadi 8 Tahun Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 10:06 WIB

Kejatisu Eksekusi Lahan 105 Ha Hutan Mangrove yang Jadi Sawit di Langkat

Jumat, 6 November 2026 - 17:02 WIB

Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan

Berita Terbaru