Mantan Kadisdik Langkat Bantah Terima Rp2,5 Miliar di Kasus Smartboard

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID— Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Saiful Abdi, membantah keterangan saksi yang menyebut dirinya menerima uang Rp2,5 miliar dalam perkara dugaan korupsi pengadaan smartboard TA 2024.

Bantahan itu disampaikan Saiful saat sidang di Pengadilan Tipikor PN Medan, Jumat (10/7/2026).

Saksi Bahrun Walidin alias Baron mengaku diperintahkan Dirut PT Bismacindo Perkasa, Budi Pranoto Seputra, untuk menyerahkan uang. Total Rp2,5 miliar kepada Saiful dan Rp2 miliar kepada Kepala BPKAD Langkat, M. Iskandarsyah.

Baca Juga :  KAMAK Desak Kejatisu Ungkap Pejabat Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Aset ke Citraland

“Rp500 juta di rumah, Rp1 miliar di Nuansa Kopi, sisanya di klinik di Ring Road,” ujar Bahrun di hadapan majelis hakim Yusafrihardi Girsang.

Saat dikonfrontasi, Saiful hanya menggeleng dan beristighfar. “Cuma satu yang benar. Saya saat itu Kadis Pendidikan. Yang lain, salah semua,” katanya.

Budi Pranoto juga membantah memerintahkan penyerahan uang. Sementara saksi lain, mantan Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy, membantah memberi instruksi terkait proyek tersebut.

Baca Juga :  Eks Bupati Deli Serdang Kembali Diperiksa Kejati Sumut Terkait Kasus Dugaan Korupsi Aset PTPN I

Dalam dakwaan, Kejari Langkat menyebut proyek pengadaan 312 unit Papan Tulis Interaktif senilai Rp29,5 miliar itu merugikan negara. Saiful, Supriadi selaku PPK, dan Budi Pranoto didakwa melakukan korupsi.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi lain.

 

Penulis : Samsuwir

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara
Kejari Pematangsiantar Periksa Pengadaan Komputer Dinkes 2025
Sidang Korupsi PNBP KSOP Belawan, Saksi Sebut Pembayaran Jasa Kapal ke Pelindo
Prof OK Saidin Sebut Penyadapan Ilegal Bentuk Pengkhianatan Dari Dalam
EMPAT JENDERAL SUDAH DI TETAPKAN JADI TERSANGKA PENYADAPAN
Tersangka Penyerangan PT Belawan Indah Ditahan, Darmawan Yusuf: Tidak Ada yang Kebal Hukum!
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:02 WIB

Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan

Jumat, 6 November 2026 - 15:16 WIB

Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta

Jumat, 6 November 2026 - 15:11 WIB

Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara

Jumat, 6 November 2026 - 15:02 WIB

Kejari Pematangsiantar Periksa Pengadaan Komputer Dinkes 2025

Jumat, 6 November 2026 - 14:59 WIB

Sidang Korupsi PNBP KSOP Belawan, Saksi Sebut Pembayaran Jasa Kapal ke Pelindo

Berita Terbaru

Medan

Pemko Medan Kejar Kembali Penghargaan Adipura

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:19 WIB