Sidang Dakwaan Kasus OTT Kominfo Tebing Tinggi Dimulai, Keponakan Wali Kota Jadi Terdakwa

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID — Pengadilan Negeri Medan mulai mengadili dua terdakwa kasus Operasi Tangkap Tangan di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tebing Tinggi. Sidang dakwaan digelar di Ruang Cakra 6, Rabu (8/7/2026).

Dua orang yang duduk di kursi terdakwa adalah Nur Erdian dan Heny Afrianti.

Nur Erdian menjabat Plt Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik di Dinas Kominfo Tebing Tinggi. Ia juga diketahui merupakan keponakan Wali Kota Tebing Tinggi, Irman Irdian Saragih. Sementara Heny Afrianti merupakan pihak swasta dari PT Whiz Digital.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Tebing Tinggi, Edwin Anasta Oloan L Tobing, dalam dakwaannya menyebut Nur Erdian sebagai penerima suap. Sedangkan Heny Afrianti didakwa sebagai pemberi suap.

Baca Juga :  Polres Serdang Bedagai mediasi  PT Wira Pradana Mukti dengan Pihak Penggarap Masalah Lahan Sei Nagalawan

Berawal dari Proyek Internet Rp840 Juta

Perkara ini bermula dari proyek belanja jaringan internet di Dinas Kominfo Tebing Tinggi dengan pagu anggaran Rp840 juta. Proyek itu mencakup bandwidth domestik 800 Mbps, kawat, faksimile, dan televisi berlangganan.

Penyedia jasa diduga diarahkan untuk menyetor “success fee” sebesar 20 persen dari nilai proyek. Totalnya ditaksir mencapai Rp175 juta.

Dari jumlah itu, PT Whiz Digital diduga telah menyerahkan Rp150 juta kepada Nur Erdian pada Desember 2025. Uang tersebut disebut digunakan untuk keperluan operasional dan pribadi.

Sisa Rp25 juta hendak diserahkan saat penangkapan. Namun saat transaksi berlangsung, Tim Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan OTT pada 15 April 2026. Empat orang diamankan saat itu, tiga di antaranya ASN termasuk Kadis Kominfo, bendahara, dan kabid.

Baca Juga :  MARAK Minta Hakim Memerintahkan JPU Terbitkan Sprindik Untuk Dr Deni

Dakwaan Berbeda

Nur Erdian didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Heny Afrianti didakwa melanggar Pasal 605 huruf a dan/atau Pasal 606 huruf b KUHP.

Usai mendengar pembacaan dakwaan, Majelis Hakim yang diketuai M Nazir menutup persidangan. Agenda sidang selanjutnya dengan pemeriksaan saksi dijadwalkan pada 22 Juli 2026.

 

Penulis : Samsuwir

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Deli Serdang bersama Polrestabes Medan Gandeng Perangkat Desa Berantas Narkoba 
Kejati Sumut Terima Vonis Keponakan Wali Kota Tebing Tinggi 1,5 Tahun Penjara
Presiden Prabwo Siapkan Surat Pemberhentian Listyo Sigit
Polri Terapkan Tiga Pasal Terhadap Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
BREAKING: Bareskrim Tetapkan Mantan Kapolri LSP Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Bupati Sergai dan Kajati Sumut Tekankan Integritas Aparatur untuk Cegah Korupsi
Kejati Sumut Periksa Tujuh Saksi Terkait Dugaan Korupsi Rp7 Miliar di PDAM Tirta Lihou Simalungun
KOMANDAN Madina dan JMI Demo di Mapoldasu, Desak Kapolda Tertibkan PETI di Muara Batang Gadis 
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:16 WIB

Pemkab Deli Serdang bersama Polrestabes Medan Gandeng Perangkat Desa Berantas Narkoba 

Rabu, 4 November 2026 - 23:38 WIB

Kejati Sumut Terima Vonis Keponakan Wali Kota Tebing Tinggi 1,5 Tahun Penjara

Rabu, 4 November 2026 - 13:00 WIB

Presiden Prabwo Siapkan Surat Pemberhentian Listyo Sigit

Rabu, 4 November 2026 - 12:57 WIB

Polri Terapkan Tiga Pasal Terhadap Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 23:27 WIB

BREAKING: Bareskrim Tetapkan Mantan Kapolri LSP Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Daerah

Pemkab Deli Serdang Dukung Pelestarian Budaya Karo

Kamis, 5 Nov 2026 - 12:11 WIB