Bareskrim Selidiki Asal Gelondongan Kayu yang Terseret Banjir di Sumatera

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA, SUARASUMUTONLINE.ID –Gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh menimbulkan pertanyaan mengenai sumbernya. Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menyatakan saat ini tengah menelusuri asal-usul tumpukan kayu tersebut.

“Sedang penyelidikan,” ujar Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, Selasa (2/12).

Irhamni menambahkan, pihaknya belum menerima informasi pasti mengenai dari mana kayu-kayu tersebut berasal. Namun, ia menegaskan proses penyelidikan sedang berlangsung. “Belum tahu asalnya, masih diselidiki,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Menetapkan 17 Oktober Sebagai Hari Kebudayaan Nasional

Sebelumnya, gelondongan kayu dalam jumlah besar terlihat terbawa banjir bandang di sejumlah wilayah Sumut, Sumbar, dan Aceh. Keberadaan kayu tersebut bahkan mendapat perhatian dari anggota DPR RI.

Dari sisi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, muncul dugaan bahwa kayu-kayu itu berasal dari pemegang hak atas tanah (PHAT) yang berada di kawasan area penggunaan lain (APL).

Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK, Dwi Januanto Nugroho, menjelaskan kayu tersebut diduga merupakan sisa tebangan yang sudah lapuk sehingga ikut hanyut saat banjir.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Terima Pimpinan MPR, Bahas Sidang Tahunan hingga Dukungan terhadap Palestina

“Kami mendeteksi kayu itu berasal dari PHAT di APL. Untuk kayu alami, mekanismenya mengikuti regulasi kehutanan, yaitu melalui SIPPUH,” kata Dwi.

Meski begitu, Dwi tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian kayu mungkin berasal dari aktivitas ilegal. Saat ini, tumpukan kayu tersebut ditemukan berserakan di permukiman warga hingga area pesisir.

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumbar, Aceh, dan Sumut telah menyebabkan 659 orang meninggal dunia serta membuat sekitar satu juta warga terpaksa mengungsi.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahfud MD: Lebih dari 90 Persen Anggota Polri Masih Baik
Mendagri Terbitkan SE Larang Kepala Daerah Keluar Wilayah hingga 15 Januari 2026
Bupati Aceh Selatan Di Berhentikan Sementara, Buntut Umroh ditengah Bencana
Presiden Prabowo Perintahkan Mendagri Copot Bupati Aceh Selatan, Begini Aturannya
Pembangunan Dua Jalur Tower Emerging Di Bireuen Sudah 87%
Anggaran Bantuan Kepada Daerah Terdampak Bencana Akan Di tambah, Rp 4 Miliar Untuk Kabupaten Kota dan Rp. 20 Milar Untuk Provinsu
Dokter koas dan Magang Akan diturunkan Untuk Bantu Korban Bencana Sumatera
Prabowo Pimpinan Rapat Terbatas Setelah Tinjau Lokasi Banjir Aceh
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 14:43 WIB

Mahfud MD: Lebih dari 90 Persen Anggota Polri Masih Baik

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:31 WIB

Mendagri Terbitkan SE Larang Kepala Daerah Keluar Wilayah hingga 15 Januari 2026

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:02 WIB

Bupati Aceh Selatan Di Berhentikan Sementara, Buntut Umroh ditengah Bencana

Selasa, 9 Desember 2025 - 13:27 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Mendagri Copot Bupati Aceh Selatan, Begini Aturannya

Senin, 8 Desember 2025 - 13:41 WIB

Pembangunan Dua Jalur Tower Emerging Di Bireuen Sudah 87%

Berita Terbaru

Nasional

Mahfud MD: Lebih dari 90 Persen Anggota Polri Masih Baik

Sabtu, 13 Des 2025 - 14:43 WIB