Irmawan Dorong Percepatan Pembangunan Hunian Sementara Korban Bencana di Sumatera

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-.SUARASUMUTONLINE.ID-Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan Aceh, Irmawan, mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan longsor di Sumatera yang terjadi pada akhir November lalu. Keberadaan huntara dinilai mendesak untuk menjamin keselamatan, kesehatan, dan keamanan para penyintas.

Irmawan mengatakan hingga kini masih banyak korban bencana yang tinggal di tenda darurat berbahan terpal dan plastik dengan kondisi memprihatinkan. “Kami masih melihat banyak warga tinggal di tenda-tenda sederhana. Mereka tidur beralas tanah, berdesak-desakan, tanpa perlindungan layak dari hujan dan cuaca ekstrem,” ujar Irmawan, Senin (15/12).

Menurutnya, hunian sementara merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup korban selama masa pemulihan. Tanpa huntara yang layak, penyintas berisiko menghadapi masalah kesehatan dan keselamatan. “Banyak warga membangun tempat tinggal darurat seadanya. Ukurannya sangat kecil dan saat hujan lantainya becek serta berlumpur,” katanya.

Baca Juga :  BGN Rilis Juknis Baru Kapasitas Pelayanan SPPG untuk Program MBG

Irmawan juga menyoroti dampak kondisi pengungsian terhadap anak-anak dan kelompok rentan. Minimnya ventilasi, sanitasi buruk, serta debu dari lantai tanah membuat korban rentan terserang penyakit. Genangan air di sekitar tenda juga memicu berkembangnya nyamuk. “Banyak anak mengalami batuk, demam, flu, hingga gangguan pernapasan. Ini berbahaya,” ujarnya.

Selain itu, Irmawan menyebut banyak warga masih berdesakan di posko pengungsian umum. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan meningkatkan risiko penularan penyakit. “Posko sudah penuh, warga tidur berhimpitan dan privasi tidak ada. Negara tidak boleh membiarkan ini berlarut,” tegasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Dua Jalur Tower Emerging Di Bireuen Sudah 87%

Karena itu, Irmawan meminta pemerintah pusat dan daerah serta kementerian terkait segera mempercepat pembangunan huntara. Ia menilai hunian sementara yang layak menjadi fondasi penting sebelum korban kembali membangun kehidupan secara permanen. “Huntara yang layak memberi rasa aman, menjaga kesehatan, dan memulihkan psikologis korban. Ini bentuk kehadiran negara,” katanya.

Berdasarkan data dasbor penanganan bencana BNPB di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, tercatat 1.016 orang meninggal dunia dan 212 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, sebanyak 1.200 fasilitas umum dan 219 fasilitas kesehatan dilaporkan rusak, termasuk sejumlah fasilitas keagamaan akibat gempa di Sumatera.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace
Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Profesionalisme dan Kesehatan Ibu Anak di Indonesia
Putusan MK: Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana, Wajib Lewat Dewan Pers
Menkeu Purbaya Sebut Dana Pemulihan Bencana Sumatera Masih Nganggur Rp1,51 Triliun
Kejagung Mutasi 68 Pejabat, 43 Kepala Kejari Diganti Jelang Akhir 2025, Ini Daftarnya
Alasan Bahlil Copot Ijek
Sempat Terisolasi, Sistem Listrik Aceh Kembali Terhubung Jaringan Sumatera
Izin 22 Perusahaan di Cabut Kementerian Kehutanan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:50 WIB

Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:44 WIB

Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Profesionalisme dan Kesehatan Ibu Anak di Indonesia

Senin, 19 Januari 2026 - 19:48 WIB

Putusan MK: Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana, Wajib Lewat Dewan Pers

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:18 WIB

Menkeu Purbaya Sebut Dana Pemulihan Bencana Sumatera Masih Nganggur Rp1,51 Triliun

Sabtu, 27 Desember 2025 - 21:33 WIB

Kejagung Mutasi 68 Pejabat, 43 Kepala Kejari Diganti Jelang Akhir 2025, Ini Daftarnya

Berita Terbaru

Nasional

Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace

Sabtu, 7 Mar 2026 - 13:50 WIB