MEDAN, SSOL.ID- Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Forum Mahasiswa Santri (AFMS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026). Massa mendesak Polda Sumut segera mengusut tuntas dugaan praktik perjudian yang disebut masih beroperasi di kawasan Brahrang, Kecamatan Binjai Barat.
Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan, penggerebekan, dan penindakan tegas jika dugaan aktivitas perjudian itu terbukti melanggar hukum.
Aksi diwarnai orasi bergantian. Sejumlah perwakilan mahasiswa kemudian diterima berdialog dengan pihak Polda Sumut. Namun, hasil pertemuan itu dinilai belum menjawab tuntutan massa.
Kecewa dengan Jawaban Polda Sumut
Koordinator aksi AFMS, Sadar Putra A.G.H., mengaku kecewa dengan respons perwakilan Polda Sumut. Menurutnya, penjelasan yang diberikan belum konkret terkait langkah penanganan dugaan perjudian di Brahrang.
“Kami tadi bertemu dengan perwakilan Polda Sumut, tetapi jawabannya tidak menyentuh substansi. Kami berharap ada penjelasan mengenai langkah konkret penanganan dugaan perjudian, khususnya di Brahrang. Namun, jawaban yang kami terima hanya sebatas akan disampaikan kepada pimpinan. Itu jawaban yang sudah sering kami dengar,” ujar Sadar kepada wartawan usai aksi.
Sadar menilai jawaban tersebut belum mampu menjawab keresahan masyarakat terkait penanganan dugaan praktik perjudian di Sumut.
Minta Kapolri Bentuk Tim Khusus
AFMS meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan praktik perjudian di Sumatera Utara. Jika ditemukan pelanggaran hukum, ia meminta aparat bertindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan.
AFMS juga menegaskan aksi tidak akan berhenti di Mapolda Sumut. Mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar jika tuntutan tidak mendapat respons konkret.
“Kami berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata. Apabila tidak ada respons yang jelas, kami akan kembali menggelar aksi dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat,” tegas Sadar.
Penulis : Yuli









