Disnaker Medan Targetkan 100 Tenaga Kerja Tersalur ke Jepang

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID– Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan, Ramaddan, menargetkan sekitar 100 tenaga kerja tersalurkan ke Jepang selama 2026.

Lewat pembiayaan Bank BJB, Ramaddan optimistis jumlah tenaga kerja yang tersalurkan akan melebihi target yang telah ditetapkan Disnaker Kota Medan.

“Untuk bulan ini saja ada sekitar 10 orang yang ada di daftar tunggu. Kalau kita hitung, bisa lebih dari 100 tenaga kerja yang akan disalurkan ke Jepang. Sekarang kita tinggal menunggu approve dari Bank BJB sebelum nanti dieksekusi,” ucap Ramaddan kepada Mistar, Senin (13/7).

Ramaddan menjelaskan, keterbatasan biaya kerap menjadi penghalang bagi pencari kerja untuk berangkat ke Jepang. Untuk itu, pihaknya mencari solusi dengan berkoordinasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan perbankan terkait pembiayaan.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa Demo Di Depan Biro Rektor USU, Buntut Dari Di Periksanya Rektor USU Oleh KPK

“Kebetulan program pembiayaan itu ada di Bank BJB, makanya kita memilih Bank BJB agar prosesnya lebih cepat. Saat ini masih menunggu approve, karena untuk Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan, ini baru pertama kali. Kalau daerah lain sudah jalan,” jelasnya.

Untuk teknisnya, kata Ramaddan, nantinya pencari kerja akan mendapat pinjaman dari Bank BJB dengan LPK sebagai penjamin.

“Jadi tugas kita memfasilitasi ke LPK. Nanti pencari kerja dan LPK membuat perjanjian sebelum akhirnya mengajukan pinjaman ke Bank BJB. Teknis pembayarannya juga nanti dibahas dengan LPK. Namun, kita juga sudah mengingatkan agar bunga yang dikenakan tidak terlalu tinggi, minimal sama dengan bunga UMKM,” katanya.

Baca Juga :  42 Siswa SMAN 2 Medan Lolos SNBP, Sebaran Kampus Makin Luas hingga Luar Sumut

Ramaddan menyadari sulitnya pencari kerja dari Kota Medan berangkat ke luar negeri karena keterbatasan biaya.

“Kami berharap program pembiayaan Bank BJB ini menjadi solusi atas persoalan selama ini. Ini lagi kita dorong agar prosesnya lebih cepat sehingga bisa langsung kita eksekusi,” ujarnya.

Disinggung apakah ada tujuan selain Jepang, Ramaddan mengaku penerimaan tenaga kerja asal Indonesia paling besar masih ke Jepang.

“Korea Selatan (Korsel) sebenarnya juga ada penerimaan dan upahnya lebih besar dari Jepang. Namun di Korsel sistem ketenagakerjaannya lebih rumit, sehingga kita fokuskan ke Jepang dulu. Pada prinsipnya, segala upaya akan kita lakukan untuk menekan angka pengangguran di Kota Medan,” pungkasnya.

 

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bebani Orang Tua, Komisi II DPRD Medan Usul Ongkos Bus Gratis untuk Pelajar
Guru Honorer Langkat Ajukan Eksekusi Putusan PPPK ke PTUN Medan
Mantan Kadinkes Batubara Diduga Terima Aliran Dana Covid Rp 160 Juta
 4 Kawasan Medan Selatan Mati Lampu 4 Jam Hari Ini
Siswa SMP Negeri 6 Medan Raih 9 Medali di Kompetisi Sains Tingkat Nasional
PN Medan Tolak Permohonan Prof Suwardi Lubis Terkait Penundaan Eksekusi Lahan dan Gedung Kampus UDA
58 Penerbangan di Kualanamu Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Tujuan Jakarta Tetap Bertahan
Ratusan Massa Rohingya Unjuk Rasa di DPRD Sumut, Minta Kepastian Pemukiman
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:30 WIB

Bebani Orang Tua, Komisi II DPRD Medan Usul Ongkos Bus Gratis untuk Pelajar

Rabu, 9 September 2026 - 20:48 WIB

Guru Honorer Langkat Ajukan Eksekusi Putusan PPPK ke PTUN Medan

Rabu, 9 September 2026 - 20:43 WIB

Mantan Kadinkes Batubara Diduga Terima Aliran Dana Covid Rp 160 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 10:43 WIB

 4 Kawasan Medan Selatan Mati Lampu 4 Jam Hari Ini

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siswa SMP Negeri 6 Medan Raih 9 Medali di Kompetisi Sains Tingkat Nasional

Berita Terbaru