MEDAN, SSOL.ID – Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan dugaan penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Sumut. Kelangkaan itu diduga akibat adanya kecurangan dalam proses pendistribusian BBM oleh sejumlah sopir truk tangki.
Kepala Biro Operasi Polda Sumut, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, mengatakan dugaan kecurangan dilakukan awak mobil tangki (AMT) Pertamina. Akibatnya volume BBM yang diterima SPBU tidak sesuai dengan yang dikirim dari depo.
“Pemilik SPBU pada saat pengukuran kemarin menyampaikan bahwa antara Tangki 1 dan Tangki 2 yang dikirim Pertamina, saat tiba di SPBU terjadi penyusutan,” kata Dwi di Medan, Kamis (16/7/2026).
Penyusutan BBM Diduga Capai 50 Persen
Dwi mencontohkan, penyusutan BBM tersebut cukup signifikan. Dari permintaan 40.000 liter, yang diterima SPBU hanya sekitar 20.000 liter.
Selain penyusutan, distribusi BBM ke SPBU juga mengalami keterlambatan. Waktu tempuh yang semula 2 jam menjadi 2,5 jam.
“Keterlambatan terjadi karena permasalahan awak mobil tangki atau sopir,” ujarnya.
Menurut Dwi, kondisi itu membuat sejumlah pengelola SPBU memutus hubungan kerja terhadap sopir yang diduga terlibat.
Polri Turun Bantu Jadi Sopir Sementara
Untuk mengatasi persoalan distribusi, Poldal Sumut sementara mengerahkan personel Polri yang memiliki kemampuan mengemudikan truk tangki.
“Untuk sementara kami memberikan bantuan personel dari Polri. Dari pihak mereka juga sudah mengganti AMT tersebut. Selanjutnya kami menawarkan bantuan kepada pemilik SPBU dan Pertamina agar dapat menghindari terjadinya penyimpangan,” pungkasnya.
Sebelumnya, 325 SPBU di Sumut dilaporkan mengalami gangguan distribusi BBM.
Penulis : Dt. Arifin









