Sidang Smartboard Rp29,5 Miliar: Nama Eks Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Disebut Saksi

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard Dinas Pendidikan Langkat senilai Rp29,5 miliar di PN Medan, Senin (22/6/2026), menyinggung nama mantan Pj Bupati Langkat Muhammad Faisal Hasrimy. Kini Faisal Hasrimy menjabat Kadis Kesehatan Sumut.

Dalam persidangan Tipikor, dua saksi menyebut Faisal Hasrimy memerintahkan proyek tersebut melalui Kepala BPKAD Langkat M Iskandarsyah.

Bendahara Disdik: Ada Perintah dari Pj Bupati
Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan Langkat Siska Syahputra yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan, Kepala BPKAD mendapat perintah dari mantan Pj Bupati agar pengadaan Smartboard segera dilaksanakan.

Pernyataan serupa juga disampaikan saksi Muhammad Nuh, PPTK proyek Smartboard. Keduanya diperiksa terpisah di ruang Cakra Utama PN Medan.

Baca Juga :  Ratusan Warga Rugemuk Desak Polres Deliserdang Tangkap Kepala Desa Diduga Korupsi Rp. 1,7 Miliar

Siska juga membenarkan tidak melakukan verifikasi dokumen SPM pengadaan. Ia mengaku pernah menemui mantan Kadisdik Saiful Abdi di Rutan Kelas I Medan untuk meminta tanda tangan dokumen pencairan dana saat Saiful ditahan dalam perkara lain.

“Arahkan Kesalahan ke Saiful Abdi”
Penasihat hukum Saiful Abdi mencecar Siska terkait pertemuan di rutan. Di persidangan terungkap Siska bersama Irwansyah Soripada dan pegawai Disdik Langkat menemui Saiful.

Saiful Abdi dalam persidangan menyebut ada arahan dari sejumlah pejabat Pemkab Langkat agar seluruh persoalan proyek diarahkan menjadi kesalahannya.

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Laporkan Dinas PPKB ke Kejari Tapsel rerkait dugaan Korupsi Rp.6 M

“Kalau ditanya-tanya jaksa, buang saja semua masalah seolah-olah itu kesalahan Saiful Abdi. Dia sudah dipenjara, tidak bisa lagi melakukan apa pun,” kata Siska menirukan pernyataan yang didengarnya.

Pengadilan Diminta Tegas
Jaksa mendakwa kasus Smartboard Rp29,5 miliar merugikan keuangan negara. Eks Kadisdik Langkat Saiful Abdi sebelumnya sudah ditolak eksepsinya dalam perkara ini.

Hakim Ketua M Yusafrihardi Girsang memimpin sidang. Kasus masih berproses dan nama-nama yang disebut saksi masih berstatus pihak yang diperiksa keterangannya.

 

Penulis : Dt. Aripin

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GARUDA-SU Desak Kejari dan PN Tanjungbalai Hukum Berat Pelaku Narkoba 4,12 Gram Sabu
Zakiyuddin Harahap Ikuti Press Conference Kapolri dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Menolak Narkoba
Poldasu Didesak Usut Proyek Palang Pintu Kereta Api Rp3 Miliar
Kapolri: Operasi Laut Gabungan Gagalkan Peredaran 1,16 Ton Ketamin, Selamatkan 5,8 Juta Jiwa
KPK Buka Peluang Periksa Bobby Nasution Kasus Dugaan Korupsi Jalan Sumut
Korupsi PSR Rp1,27 Miliar, Mantan Kadis Pertanian Palas Divonis 3 Tahun, Ketua Koperasi 3,5 Tahun
Kasus Suap Yakub, Ondim Akui Rp500 Juta Utang Pribadi, Sisanya Disebut Fee Proyek
7 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jalan Sumut Ditahan
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:15 WIB

GARUDA-SU Desak Kejari dan PN Tanjungbalai Hukum Berat Pelaku Narkoba 4,12 Gram Sabu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Zakiyuddin Harahap Ikuti Press Conference Kapolri dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Menolak Narkoba

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Poldasu Didesak Usut Proyek Palang Pintu Kereta Api Rp3 Miliar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Kapolri: Operasi Laut Gabungan Gagalkan Peredaran 1,16 Ton Ketamin, Selamatkan 5,8 Juta Jiwa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:18 WIB

KPK Buka Peluang Periksa Bobby Nasution Kasus Dugaan Korupsi Jalan Sumut

Berita Terbaru