SIMALUNGUN, SSOL.ID – Gedung Pusat Perbelanjaan Pasar Perluasan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun yang dibangun dengan dana ratusan juta rupiah kini terbengkalai. Padahal gedung itu dibangun sebagai pengganti lapak pedagang korban kebakaran tahun lalu.
Pantauan tim suarasumutonline.id di lokasi, Senin 24 Agustus 2026, gedung pasar yang sudah selesai dibangun berbulan-bulan itu tampak kosong. Tidak ada aktivitas jual beli sama sekali.
Desain Dinilai Tak Layak Jualan
Para pedagang menolak menempati gedung baru tersebut. Alasannya, bentuk bangunan dinilai tidak sesuai fungsi pasar.
“Modelnya seperti rumah kos-kosan. Kamar-kamar kecil, gelap, pengap. Jalan antar lapaknya juga sempit-sempitan. Mana bisa kita jualan dengan nyaman,” ujar salah seorang pedagang tas, sepatu, dan kain, Boru Aritonang.
Ia mengaku bersedia pindah jika ada rehab. “Harus dirombak. Bikin terbuka dan luas. Separuh dindingnya dibuka biar terang kalau siang. Kalau sekarang rasanya sesak,” katanya.
Desak Bupati Turun Tangan
Tim suarasumutonline mengapresiasi dan mendesak Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, segera mengambil langkah tegas agar gedung tersebut segera difungsikan.
“Jangan sampai anggaran ratusan juta yang sudah dikeluarkan jadi sia-sia. Segera resmikan dan cari solusi. Lakukan kajian ulang terhadap hasil pembangunan,” ujar tim di lokasi.
Pemkab Simalungun dan pihak terkait juga diminta mengevaluasi pekerjaan kontraktor dan konsultan proyek. Jika perlu dilakukan rehab total atau penunjukan kontraktor baru untuk merombak bangunan agar lebih layak.
Selain itu, Pemkab juga diminta menetapkan tarif sewa lapak yang terjangkau agar pedagang korban kebakaran mau menempati.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas terkait di Pemkab Simalungun.
Penulis : Nurleli, SH









