Mantan Kades di Tapteng Mengaku Korupsi Dana Desa Rp 2,9 M Atas Permintaan Kadis

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Mantan Kepala Desa (Kades) Muara Bolak, Kecamatan Sosorgadong, Tapanuli Tengah (Tapteng), Saihot Pandiangan, mengaku melakukan korupsi dana desa sebesar 2,9 miliar karena disuruh Kepala Dinas (Kadis). Hal ini diungkapnya saat sidang di Pengadilan Negeri Medan.

Di dalam persidangan, ketika Majelis Hakim diketuai Mohammad Yusafrihardi Girsang menanyakan uang tersebut diperuntukkan kemana dan cara memuluskannya.

“Itu uang Rp 2,9 miliar itu kemana dan bagaimana cara terdakwa membuatnya,” tanya hakim Mohammad Yusafrihardi Girsang di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (5/6)

Mendengar pertanyaan itu, Saihot mengatakan dirinya melakukan tindakan korupsi dana desa bukan untuk dirinya melainkan atas permintaan Kadis.

“Uang tersebut bukan untuk saya tapi untuk Kadis yang telah meninggal dunia yang mulia,” ucap Saihot Pandiangan.

Lebih lanjut, Saihot Pandiangan menyebut tindakan korupsi dilakukan dirinya dengan mekanisme pencairan anggaran dana desa. Selain itu, ia mengaku memegang pencairan tersebut bukan bendeharanya.

Baca Juga :  GM GRIB Jaya Madina Desak Kejaksaan, Intervensi Dana Kasus Smart Village "Disinyalir" Untuk Kepentingan Pemenangan Politisi Partai

“Cara mengambil (uang korupsi 2,9 miliar) dengan pencairan yang mulia,” ucap Saihot.

Lalu hakim bertanya kembali alasan bukan bendaraha yang memegang keuangan. Saihot mengaku di dalam persidangan, ia memegang uang pencairan dana desa karena permintaan Kadis.

“Pencairan dana tersebut, saya yang pegang karena atas permintaaan kepala dinas yang mulia. Lalu disuruh kepala dinas mengantar uang itu,” ucap Saihot dengan terbata bata di depan majelis hakim.

Hakim kembali mempertegas apakah benar Saihot mendapatkan perintah untuk melakukan hal itu. Kepada hakim, Saihot menyebut hal itu benar terjadi.

Hakim kembali bertanya terkait perbuatan terdakwa, apakah tindakan yang ia lakukan sesuai Undang -Undang.

“Perbuatan anda sesuai UU?,” tanya hakim.

Saihot tidak mengubris terkait UU. Lalu ia mengaku kepada hakim, bahwa dirinya tidak bisa melawan perintah Kadis terkait tindakan penyelewengan uang korupsi itu.

Baca Juga :  4 Terdakwa Korupsi Gedung Balai Merah Putih Telkom Siantar Divonis 3,5 Tahun

“Saya melakukanya karena tidak bisa melawan (Kadis). Selain itu, untuk acara kegiatan desa ada terlaksana sebagian, Kadis yang melakukannya,” tutur Saihot.

Usai mendengarkan kesaksian terdakwa, hakim mengatakan alasan Saihot dalam melakukan tindakan korupsi senilai 2,9 miliar tersebut tidak dapat diterima

“Hakim tidak bisa menerima alasanmu. Tuntutan minggu depan, berdoalah,” pungkas hakim.

Sebelumnya diberitakan, mantan Kepala Desa (Kades) Muara Bolak, Kecamatan Sosorgadong, Tapanuli Tengah (Tapteng), Saihot Pandiangan, didakwa melakukan korupsi dana desa sebesar 2,9 miliar.

Jaksa sebut, terjadi dugaan penyimpangan anggaran selama empat tahun 2020-2024. Indikasi kuat adanya manipulasi dokumen dan laporan pertanggung jawaban kegiatan desa.

Jaksa mengatakan, atas perbuatan terdakwa negara mengalami kerugian berkisar Rp 2.938.000.000.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Dakwa Korupsi Smartboard Rp 29,5 M, Eksepsi Eks Kadisdik Langkat ditolak
Vonis Bebas Mengejutkan: Hakim PN Medan Lepaskan 4 Terdakwa Kasus Aset PTPN I Citraland 8.077 Hektare
Penuh Haru Warnai Vonis Bebas Kasus Citraland di PN Medan
Kejati Sumut Masih Tunggu Putusan Lengkap Hakim PN Terkait Vonis Bebas Kasus Citraland
Ditunda, Eks GM PT ICP Hadapi Vonis PN Medan Pekan Depan
Korupsi Rp. 4.1 Miliar, Eks Kepala BPHL Ii Medan Dituntut 2 Tahun
Korupsi Dana Bos, Eks Kepsek SMAN 19 Tetap Divonis 2,5 Tahun
DPW HARI SUMUT Resmi Laporkan Puluhan Miliar Proyek di Dinas SDABMBK Deli Serdang ke Kejatisu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:20 WIB

Mantan Kades di Tapteng Mengaku Korupsi Dana Desa Rp 2,9 M Atas Permintaan Kadis

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:28 WIB

Di Dakwa Korupsi Smartboard Rp 29,5 M, Eksepsi Eks Kadisdik Langkat ditolak

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:48 WIB

Vonis Bebas Mengejutkan: Hakim PN Medan Lepaskan 4 Terdakwa Kasus Aset PTPN I Citraland 8.077 Hektare

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:45 WIB

Penuh Haru Warnai Vonis Bebas Kasus Citraland di PN Medan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:36 WIB

Kejati Sumut Masih Tunggu Putusan Lengkap Hakim PN Terkait Vonis Bebas Kasus Citraland

Berita Terbaru