Galian C Ilegal di Tadukan Raga Deli Serdang Marak, Warga Keluhkan Debu dan Lubang Berbahaya

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG, SSOL.ID – Aktivitas pertambangan galian C ilegal kembali marak di Desa Tadukan Raga, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kegiatan yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu diduga kuat tidak memiliki izin dan menimbulkan kerusakan lingkungan. Warga juga menyebut lokasi tersebut dibekingi oleh oknum organisasi kepemudaan setempat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (27/7/2026), sejumlah alat berat jenis excavator terlihat memasukkan material tanah ke dalam dump truk. Puluhan truk keluar masuk lokasi setiap hari membawa pasir dan tanah.

Warga sekitar mengaku resah dengan dampak yang ditimbulkan.

“Jalannya sudah bagus diaspal, tapi sekarang debunya minta ampun. Apalagi kalau truk lewat, abu beterbangan masuk ke rumah. Lubang galian juga banyak, takutnya ada yang jatuh,” ujar salah seorang warga yang minta namanya dirahasiakan.

Baca Juga :  Warga Tualang Perbaungan Sergai Keluhkan BPNT 2026 Diduga Tidak Tepat Sasaran, Lurah Berikan Penjelasan

Diduga Dikuasai Oknum dan Tanpa Izin

Dari informasi yang dihimpun, aktivitas tambang di Tadukan Raga diduga dikuasai oleh seorang berinisial “Bajol”. Nama tersebut sudah tidak asing bagi warga karena kerap disebut sebagai “penguasa” lokasi galian di kawasan itu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola di lapangan tidak dapat menunjukkan dokumen izin usaha pertambangan.

“Itu tanya sama bosnya saja. Kami hanya kerja,” kata salah satu operator excavator.

Upaya konfirmasi kepada “Bajol” belum berhasil. Begitu juga pihak kecamatan dan dinas terkait di Deli Serdang belum memberikan keterangan resmi.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke -80 Bid Propam Poldasu OPS Gaktibplin di Polres Batu Bara

Dampak dan Tuntutan Warga

Maraknya galian C ilegal ini dinilai melanggar aturan. Selain polusi debu, lubang-lubang bekas galian berpotensi membahayakan anak-anak dan pengendara di malam hari. Warga juga khawatir terjadi erosi, pendangkalan parit, hingga pencemaran air.

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Dinas ESDM Sumut, dan aparat penegak hukum segera turun tangan.

“Tolonglah Pak Bupati, Pak Kapolresta. Jalan kami berdebu, banyak lubang galian. Masa dibiarkan terus,” pinta warga.

Mereka mendesak agar aktivitas dihentikan sementara dan lokasi disegel sampai ada kejelasan legalitas.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital
Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama
Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda
Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Amin
Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan
Polisi Tahan Dua Pria Bongkar Tiang Tiang Traffic Light
Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:26 WIB

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital

Sabtu, 7 November 2026 - 11:20 WIB

Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda

Sabtu, 7 November 2026 - 11:17 WIB

Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Amin

Sabtu, 7 November 2026 - 11:15 WIB

Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan

Sabtu, 7 November 2026 - 10:32 WIB

Polisi Tahan Dua Pria Bongkar Tiang Tiang Traffic Light

Berita Terbaru