Puluhan Massa GM GRIB Jaya Demo Kejari Madina Soroti Kadis PMD dan Politisi Partai Terlibat Korupsi Smart Village Rp9,4 Miliar

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANDAILING NATAL, SUARASUMUTONLINE. ID– Kasus korupsi program Smart Village 2023 senilai Rp9,4 miliar kembali mendapat sorotan publik. Puluhan massa dari Generasi Muda GRIB Jaya Mandailing Natal menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Madina, Rabu (24/9)

Dalam aksinya, massa mendesak aparat penegak hukum agar serius dan transparan dalam menangani perkara yang telah masuk tahap penyidikan tersebut. Mereka menilai, hingga kini penanganan kasus masih berjalan lamban dan belum menyentuh aktor utama yang paling bertanggung jawab.

Koordinator aksi, Sutan Paruhuman Nasution, menegaskan bahwa Kejari Madina tidak boleh tebang pilih dalam penegakan hukum. Ia meminta agar kejaksaan segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang menikmati aliran dana, termasuk mantan bupati, pejabat eselon II, Kepala Dinas PMD, hingga politisi partai yang disebut terlibat dalam intervensi proyek.

“Kami mendesak agar Kejari Madina segera memeriksa dan menangkap siapa pun yang terlibat. Jangan ada yang kebal hukum. Negara sudah dirugikan miliaran rupiah, dan rakyat berhak tahu siapa dalangnya,”* tegas Sutan.

Baca Juga :  Perkara Penganiayaan Dihentikan, Kajati Sumatera Utara Pulihkan Hubungan Baik Pertemanan Melalui Restoratif Justice

Suasana aksi semakin memanas saat orator menyuarakan aspirasi di hadapan aparat dan masyarakat yang menyaksikan.

“Hari ini kami berdiri di depan Kejari Madina untuk menuntut keadilan! Kasus Smart Village Rp9,4 miliar bukan sekadar angka, tapi uang rakyat yang dirampok oleh pejabat dan politisi rakus! Jangan lindungi siapa pun, periksa Kadis PMD, periksa politisi partai, periksa mantan bupati! Tangkap mereka yang menikmati uang rakyat!” tegas Orator.

Massa yang membawa poster bertuliskan “Bongkar Mafia Smart Village dan Tangkap Koruptor, Jangan Cuma Kaki Tangannya” kemudian bersorak dan meneriakkan yel-yel:

“Hidup rakyat! Hancurkan korupsi! Tangkap koruptor sekarang juga!”

Dalam pernyataan sikapnya, massa Generasi Muda GRIB Jaya Mandailing Natal menyampaikan tujuh poin tuntutan, yakni :

1. Meminta Kejaksaan Negeri Mandailing Natal untuk transparan dalam penanganan proses hukum kasus Smart Village yang telah memasuki tahap penyidikan.
2. Mendesak Kejaksaan Negeri Mandailing Natal agar segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang terlibat serta menikmati aliran dana dalam kasus Smart Village.
3. Menuntut Kejaksaan Negeri Mandailing Natal untuk mengungkap secara terbuka keterlibatan politisi partai dan pejabat eselon II yang ikut menerima aliran dana dari kegiatan Smart Village.
4. Mendesak Kejaksaan Negeri Mandailing Natal untuk mengusut tuntas keterlibatan mantan Bupati Mandailing Natal yang disebut ikut menikmati aliran dana kasus Smart Village.
5. Meminta pertanggungjawaban Kepala Dinas PMD atas kasus Smart Village yang terjadi di bawah kewenangannya.
6. Mendesak Kejaksaan Negeri Mandailing Natal untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus Smart Village agar proses hukum berjalan jelas dan tidak berlarut-larut.
7. Menuntut agar seluruh proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas intervensi dari pihak manapun.

Baca Juga :  Usai Bayar Uang Pengganti Rp150 miliar, Adelin Lis Bebas dari Lapas Tanjung Gusta Medan

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejari Madina belum memberikan keterangan resmi terkait desakan massa. Namun publik menanti langkah tegas aparat hukum dalam membongkar kasus korupsi Smart Village yang telah merugikan negara hingga Rp9,4 miliar.

Penulis : YUL/HNS

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Hektar Kawasan Konservasi Langkat Timur Jadi Ladang Sawit, APH diminta Turun
Kadinkes Batu Bara Didakwa Korupsi Dana BTT Rp1,15 Miliar di PN Medan
Eks Kadisdik Langkat di Sidang: Saya Diancam Pj Bupati Faisal Agar Loloskan Proyek Smartboard
Plt Rangkap Jabatan! Walkot Tebingtinggi di Sidang OTT Kominfo: Keponakan Saya Memang Kapabel
Putusan MA atas Akuang Harus Menjadi Pintu Masuk Mengusut Dugaan Kasus Hutan Lindung di Pesisir Tanjung Pura Langkat
MA Perkuat Vonis PN Medan, Akuang Tetap di Vonis 10 Tahun Penjara, Denda Rp 856,8 Miliar
Propam Poldasu Proses Kode Etik Bripka YML Tersangka Korupsi Bansos Labusel Rp1,9 Miliar
Usai 2 Terdakwa Divonis, KPK Gelar Perkara untuk Kembangkan Kasus Korupsi Proyek Rel DJKA Medan
Berita ini 348 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Ratusan Hektar Kawasan Konservasi Langkat Timur Jadi Ladang Sawit, APH diminta Turun

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Kadinkes Batu Bara Didakwa Korupsi Dana BTT Rp1,15 Miliar di PN Medan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Eks Kadisdik Langkat di Sidang: Saya Diancam Pj Bupati Faisal Agar Loloskan Proyek Smartboard

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Plt Rangkap Jabatan! Walkot Tebingtinggi di Sidang OTT Kominfo: Keponakan Saya Memang Kapabel

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Putusan MA atas Akuang Harus Menjadi Pintu Masuk Mengusut Dugaan Kasus Hutan Lindung di Pesisir Tanjung Pura Langkat

Berita Terbaru

Opini

IRAN & KOMITMEN UNTUK MENOPANG PERADABAN ISLAM

Rabu, 5 Agu 2026 - 15:52 WIB