MEDAN. SSOL.ID- Dua bulan setelah OTT, berkas kasus suap Diskominfo Tebing Tinggi akhirnya P-21. Rp840 juta untuk paket internet 800 Mbps jadi biang keroknya. ASN Nur Erdian Ritonga yang diduga ponakan walikota dan pihak swasta Heny Afrianti kini duduk di kursi terdakwa.
Polda Sumut melakukan gercep. Dari dumas 24 Feb → OTT 14-17 April → P-21 11 Juni. Itu alur yang publik mau lihat: cepat, transparan, nggak ngendap.
Tapi P-21 bukan finish. Ini baru start babak kedua. Sidang nanti yang diuji: berani nggak hakim bongkar siapa lagi yang main? Rp840 juta nggak mungkin dimainkan berdua aja.
Publik Tebing Tinggi sekarang nunggu 2 hal: 1. Vonis setimpal. 2. Daftar nama yang ikut kecipratan.
OTT tanpa vonis berat sama dengan drama doang. P-21 harus jadi sinyal: APBD bukan bancakan.
Penulis : Red









