DPRD Medan Terima Aspirasi Mahasiswa, Menguat Desakan Evaluasi MBG dan Kopdes Merah Putih

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID– Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan menyampaikan berbagai catatan kritis terhadap sejumlah program strategis nasional saat beraudiensi dengan Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (22/6).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Lantai III DPRD Medan itu, mahasiswa menyoroti efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih, hingga dampak kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Audiensi tersebut dihadiri perwakilan organisasi mahasiswa seperti GMNI, IMM, KAHMI, PMKRI, GMKI, PMII, HIMMA, dan KAMMI. Turut mendampingi Ketua DPRD Medan, Wakil Ketua DPRD Rajuddin Sagala, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Robi Barus, serta Staf Ahli Ketua DPRD Zainuddin Lubis.

Dalam sambutannya, Wong Chun Sen menegaskan DPRD Kota Medan selalu membuka ruang dialog bagi mahasiswa sebagai mitra kritis dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan.

“Mahasiswa merupakan bagian penting dari kontrol sosial. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun gagasan demi kemajuan daerah dan bangsa,” ujar Wong.

Menurutnya, DPRD memiliki fungsi menjembatani aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Karena itu, seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan fungsi pengawasan dan representasi lembaga legislatif.

Baca Juga :  Kadisdiksu Alexander Sinulingga Dampingi Wamendikdasmen Cek PJJ di Medan

Perwakilan Cipayung Plus yang juga Ketua KAMMI Kota Medan, Amin Siregar, mengapresiasi keterbukaan DPRD Medan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan terhadap berbagai kebijakan publik.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama mahasiswa adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Amin menilai program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh agar benar-benar efektif dalam menekan angka stunting dan menjawab persoalan gizi masyarakat.

Menurutnya, pencegahan stunting seharusnya lebih difokuskan pada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak yang dinilai menjadi fase paling krusial dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah menyebut MBG sebagai salah satu instrumen untuk mencegah stunting. Namun, jika sasaran program diberikan hingga tingkat SMA, perlu ada evaluasi mendalam mengenai efektivitas dan ketepatan targetnya terhadap tujuan utama yang ingin dicapai,” kata Amin.

Selain aspek sasaran program, mahasiswa juga menyoroti pentingnya transparansi dan akurasi pendataan penerima manfaat. Mereka menilai besarnya anggaran yang digelontorkan harus diimbangi dengan tata kelola yang baik agar manfaat program benar-benar dirasakan kelompok yang membutuhkan.

“Program yang baik harus didukung data yang akurat. Jangan sampai anggaran besar yang dialokasikan tidak menghasilkan dampak optimal karena penerima manfaat tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Masih Sengketa, Lahan Eks HGU PT DMK Dialihfungsikan Menjadi Sawah

Tak hanya MBG, Cipayung Plus juga menyoroti Program Koperasi Desa Merah Putih. Mereka meminta pemerintah melakukan kajian yang lebih komprehensif agar program tersebut mampu memperkuat ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan dan tidak menimbulkan persoalan baru dalam implementasinya.

Mahasiswa turut menyampaikan kekhawatiran terhadap kenaikan harga BBM non-subsidi yang dinilai berpotensi memicu efek domino terhadap kenaikan biaya transportasi, distribusi barang, dan harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Kenaikan BBM non-subsidi tetap memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat karena berpengaruh pada biaya distribusi dan transportasi. Pemerintah perlu memperhitungkan dampak sosial serta ekonomi yang dapat ditimbulkan,” tegas Amin.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wong Chun Sen menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan dan kebijakan publik.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan diteruskan sesuai mekanisme serta kewenangan yang dimiliki DPRD Kota Medan.

“Kami mengapresiasi sikap kritis mahasiswa. Semua masukan yang disampaikan hari ini akan menjadi perhatian DPRD Kota Medan dalam menjalankan fungsi pengawasan serta menyuarakan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis : Indah

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UPDATE MALAM INI: Tersangka Penyadapan Masih 4 Orang, Bareskrim Kini Dalami Dugaan Makar dan Buru Pemberi Perintah
BPBD Medan Ingatkan Warga Belawan, Labuhan, Marelan: Waspada Rob Sampai 13 November, Pasang Pukul 00.00 – 03.00 WIB
6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar
Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital
Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama
Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda
Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Amin
Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:53 WIB

UPDATE MALAM INI: Tersangka Penyadapan Masih 4 Orang, Bareskrim Kini Dalami Dugaan Makar dan Buru Pemberi Perintah

Minggu, 8 November 2026 - 13:56 WIB

BPBD Medan Ingatkan Warga Belawan, Labuhan, Marelan: Waspada Rob Sampai 13 November, Pasang Pukul 00.00 – 03.00 WIB

Sabtu, 7 November 2026 - 12:19 WIB

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar

Sabtu, 7 November 2026 - 11:26 WIB

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital

Sabtu, 7 November 2026 - 11:20 WIB

Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda

Berita Terbaru