SEI RAMPAH, SSOL.ID – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengusulkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Total pendapatan daerah naik sekitar Rp286 miliar menjadi Rp1,82 triliun.
Rancangan perubahan APBD itu disampaikan Bupati Sergai H. Darma Wijaya dalam rapat paripurna DPRD Sergai di Sei Rampah, Rabu 26 Agustus 2026.
“Perubahan APBD disusun untuk menyesuaikan dinamika pelaksanaan anggaran, perubahan asumsi pendapatan dan belanja, serta kebutuhan pembangunan daerah,” kata Darma Wijaya yang akrab disapa Bang Wiwik.
*Pendapatan Naik karena Transfer Pusat*
Berdasarkan rancangan, pendapatan daerah naik dari Rp1,54 triliun menjadi *Rp1,82 triliun*. Kenaikan terbesar berasal dari pendapatan transfer yang bertambah Rp281 miliar menjadi Rp1,56 triliun.
Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik tipis Rp4,9 miliar menjadi Rp262,9 miliar.
Bupati menyebut kenaikan itu terkait penyesuaian DAU, DBH, dan transfer ke daerah dari pemerintah pusat.
Belanja Modal Naik 4 Kali Lipat
Di sisi belanja, Pemkab Sergai mengusulkan kenaikan dari Rp1,50 triliun menjadi *Rp1,84 triliun* atau bertambah Rp332 miliar.
Kenaikan signifikan terjadi pada belanja modal. Dari semula Rp60,3 miliar menjadi *Rp256,8 miliar*. Artinya naik Rp196,4 miliar.
Belanja operasi juga naik Rp82,9 miliar menjadi Rp1,25 triliun. Sementara belanja tidak terduga naik dari Rp4 miliar menjadi Rp5,7 miliar.
“Belanja daerah harus berdampak langsung pada pelayanan publik dan jadi stimulus ekonomi. Kami arahkan ke pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, dan pariwisata,” ujar Bupati.
Anggaran Banjir dan Pertumbuhan Ekonomi 5,78%
Peningkatan belanja tidak terduga juga dikaitkan dengan penanganan bencana. Pemkab telah menetapkan status tanggap darurat banjir di sejumlah kecamatan.
Bupati juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Sergai pada triwulan I 2026 yang mencapai *5,78 persen*. Untuk mendorongnya, pemkab menjalankan program Petani Muda Milenial, Gerakan Sawah Mandiri, penguatan UMKM, hingga digitalisasi pemasaran.
Dengan SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp46,1 miliar, pemkab mengalokasikan pembayaran cicilan utang Rp33,7 miliar.
Bupati berharap pembahasan bersama DPRD berjalan konstruktif agar anggaran benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Setiap alokasi harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan Sergai yang maju dan berkelanjutan,” katanya.
Penulis : B. Nasution









