PERMADA Sumut Akan Laporkan Temuan BPK Terkait Sembilan Gelagar Proyek SDABMBK Medan ke APH

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID– Pernyataan tegas itu disampaikan Ariswan, Koordinator Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA), kepada sejumlah media pada Kamis, (11/10).

Ariswan mendesak aparat penegak hukum segera melakukan langkah penyelidikan mendalam atas dugaan penyimpangan yang kembali muncul dalam laporan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mengenai belum terpasangnya sembilan unit gelagar pada proyek pembangunan overpass Jalan Stasiun Kota Medan senilai lebih dari tujuh miliar rupiah.

Ariswan menegaskan bahwa temuan BPK yang berulang dari tahun 2023 dan kembali muncul dalam laporan pemeriksaan tahun 2024 menggambarkan adanya kelemahan pengawasan pada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan.

Menurutnya, kondisi tersebut telah masuk dalam ranah potensi kerugian negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara serta Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Mantan Kadishub Pematang Siantar, Inspektorat Siantar, " Tiga Surat Yang Dikeluarkan Terdakwa Cacat"

Dalam keterangannya pada Kamis, 11 Desember 2025, Ariswan menilai bahwa ketidaksesuaian antara laporan progres fisik pekerjaan dengan kondisi nyata di lapangan merupakan pelanggaran terhadap ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pengakuan sembilan gelagar sebagai bagian kemajuan pekerjaan, padahal tidak ditemukan di lokasi proyek pada saat pemeriksaan fisik BPK, menunjukkan adanya potensi ketidakpatuhan kontraktual yang harus ditelusuri secara hukum.

Ariswan menekankan bahwa dugaan kelebihan pembayaran dan penyimpangan administrasi ini memiliki indikator awal tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Oleh sebab itu, menurutnya, Aparat Penegak Hukum (APH) memiliki dasar yang cukup untuk melakukan penyelidikan dan penindakan.

Ia juga menyoroti peran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dinilai harus lebih tegas dalam pengawasan pelaksanaan kontrak. Kelalaian memastikan pemasangan gelagar sesuai ketentuan kontrak, menurut Ariswan, merupakan bentuk pertanggungjawaban jabatan yang tidak dapat diabaikan mengingat total nilai proyek mencapai lebih dari enam puluh tujuh miliar rupiah dengan mekanisme tahun jamak.

Baca Juga :  PERMAK Kembali Demo Kejati Sumut Desak Tangkap Mantan Pj Bupati Langkat Kasus Smartboard

PERMADA menegaskan akan segera menyampaikan laporan resmi kepada APH. Ariswan menyatakan bahwa langkah tersebut dilakukan agar rekomendasi BPK tidak berhenti pada tataran administrasi, tetapi ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum demi menjaga integritas pengelolaan anggaran daerah.

“Ketuntasan persoalan ini penting demi kepastian hukum dan perlindungan terhadap keuangan negara. Ia menilai bahwa publik harus memperoleh transparansi penuh mengenai progres pemasangan gelagar dan tindak lanjut dari rekomendasi auditor negara, karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah merupakan amanah rakyat, ” tutup.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Miris, Ayah Tiri di Langkat Aniaya Anak Tiri 4 Tahun Hingga Memar, Istri Disekap
KPK Kembali Periksa 14 Saksi Terkait Pengembangan Dugaan Korupsi Jalan di Sumut
Ketua Yayasan SMK di Tebing Tinggi Didakwa Korupsi Dana BOS Rp 513 Juta
Kejari Periksa 10 Kades Terkait Pengelolaan Dana Desa
3 Eks Pejabat PT Inalum Didakwa Korupsi Rp 141 Miliar
Kompol Dedi Resmi Dipecat Usai Viral Kasus Narkoba
Kejari Dituding Peras Kontraktor, Kejatisu; Tunggu Klarifikasi NTT, Kedepankan Praduga Tak Bersalah
KPK Periksa 7 Saksi Korupsi Jalan Sumut; Dari Kasatker Hingga PPK BBPJN
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:50 WIB

Miris, Ayah Tiri di Langkat Aniaya Anak Tiri 4 Tahun Hingga Memar, Istri Disekap

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:27 WIB

KPK Kembali Periksa 14 Saksi Terkait Pengembangan Dugaan Korupsi Jalan di Sumut

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:24 WIB

Ketua Yayasan SMK di Tebing Tinggi Didakwa Korupsi Dana BOS Rp 513 Juta

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:15 WIB

Kejari Periksa 10 Kades Terkait Pengelolaan Dana Desa

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

3 Eks Pejabat PT Inalum Didakwa Korupsi Rp 141 Miliar

Berita Terbaru

Berita

Tangis Buruh Pecah, Saat DPN Demo Kejari Medan

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:59 WIB