Sutrisno Pangaribuan, “Erick Thohir Tidak Tepat Sebagai Menpora”

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID –Perombakan Kabinet Merah Putih (KMP) yang ke- 3 masih membuka peluang bagi perombakan ke- 4. Setelah Presiden Prabowo menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), posisi Menteri BUMN kosong. Keadaan tersebut mirip dengan perombakan ke-2 saat posisi Menpora dan Menko Polkam sengaja dikosongkan Presiden Prabowo.

” Pengangkatan Erick Thohir sebagai Menpora tidak tepat jika hanya mengacu pada pengalaman Erick sebagai Ketum PSSI. Persoalan utama Kemenpora itu sesuai namanya adalah pemuda, maka Menpora seharusnya berlatar belakang aktivis mahasiswa dan pemuda. Sementara olahraga sebagai fokus kedua Kemenpora, relatif lebih mudah karena olahraga memiliki organisasi berjenjang dan berstruktur yang lebih rapi, “urai Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas)/Presidium Pergerakan Rakyat Indonesia Makmur Adil (Prima), Jum’at (19/8).

Baca Juga :  DPR Minta Audit Sistim Interkoneksi, Komnas HAM Sorot Hak Konsumen

Maka, menurut Sutrisno ,Menpora yang ditunjuk Presiden Prabowo seharusnya bukan menarik Ketum PSSI yang fokus mengurus PSSI. Presiden seharusnya menunjuk Menpora yang berlatar belakang aktivis mahasiswa dan pemuda, sehingga lebih mengerti denyut nadi aktivis mahasiswa dan pemuda. Presiden Prabowo dapat belajar dari presiden sebelumnya yang selalu menjadikan aktivis mahasiswa dan pemuda sebagai Menpora.

Kemenpora disiapkan untuk menampung aktivis mahasiswa dan pemuda di pemerintahan. Presiden Soeharto mengangkat Abdul Gafur, Akbar Tanjung, Hayono Isman, Agung Laksono. Presiden Habibie mengangkat Mahadi Sinambela. Presiden Soesilo B Yudhoyono (SBY), mengangkat Adhyaksa Dault sebagai Menpora. Para presiden tersebut menyadari Menpora harus memahami dinamika gerakan mahasiswa dan pemuda.

Baca Juga :  Mentri Impas Copot Kalapas Paksa WBP Makan Daging Anjing

“Sedang untuk olahraga, Menpora hanya perlu menggalang dukungan publik untuk pemajuan prestasi olahraga dengan pelibatan organisasi induk olahraga. Kemenpora memfasilitasi kompetisi yang sehat di dalam dan luar negeri, memfasilitasi akses kepada pemerintah dan dunia usaha agar para atlet sejahtera. Maka Menpora yang dibutuhkan adalah organisator yang dapat menghubungkan para stake holder, ” tegasnya.

Menjadikan Erick Thohir sebagai Menpora tidak sesuai dengan fatsun Kemenpora tersebut. Presiden Prabowo tidak menempatkan pembantunya sesuai prinsip “the right man on the right place”. Maka Erick Thohir harus segera merekrut para aktivis pemuda dan mahasiswa sebagai staf khusus, melengkapi latar belakangnya yang tidak pernah live in organisasi mahasiswa dan pemuda.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur
Sekjen Kemenag Lantik 24 Pengawas Ahli Utama: Bukan Sekadar Kenaikan Pangkat, Ini Amanah Mutu Madrasah
Mahasiswa Jabodetabek Rencanakan Aksi di Bundaran HI Jumat 12/6/2026
Blackout Sumbagut, BPKN Persilakan Masyarakat Gugat PLN
DPR Minta Audit Sistim Interkoneksi, Komnas HAM Sorot Hak Konsumen
Riau Jadi Sorotan, Lahan Tidur Diubah Jadi Lumbung Pangan Baru
Gus Ipul Tanda Tangani MoU Layanan Sosial dan Kesehatan Warga Binaan
Jaksa Agung Rotasi 53 Pejabat Tinggi ,Kajatisu Ditarik ke Kejagung
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:57 WIB

Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:27 WIB

Sekjen Kemenag Lantik 24 Pengawas Ahli Utama: Bukan Sekadar Kenaikan Pangkat, Ini Amanah Mutu Madrasah

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:01 WIB

Mahasiswa Jabodetabek Rencanakan Aksi di Bundaran HI Jumat 12/6/2026

Senin, 25 Mei 2026 - 18:40 WIB

Blackout Sumbagut, BPKN Persilakan Masyarakat Gugat PLN

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:15 WIB

DPR Minta Audit Sistim Interkoneksi, Komnas HAM Sorot Hak Konsumen

Berita Terbaru