Riau Jadi Sorotan, Lahan Tidur Diubah Jadi Lumbung Pangan Baru

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU,SUARASUMUTONLINE.ID.– Upaya mengoptimalkan lahan tidur sebagai solusi ketahanan pangan kembali mencuat. Seorang pengusaha perempuan asal Bandung, Riezka Rahmatiana, turun langsung ke Riau untuk menjajaki potensi lahan yang selama ini tidak produktif.

Langkah ini dinilai penting di tengah tekanan impor pangan yang masih membayangi sejumlah daerah di Indonesia.

Dari Lahan Mangkrak Jadi Mesin Produksi
Riezka, selaku Owner PT Rukun Raya, menyebut banyak lahan di Riau masuk kategori “tidur” karena minim akses air, jalan, dan pendampingan teknis. Padahal secara kesuburan, wilayah tersebut dinilai layak untuk komoditas pangan strategis seperti padi, jagung, dan sayuran.

Baca Juga :  Alasan Kemanusiaan, WBP Lapas Aceh Tamiang Terpaksa di Lepas

“Bukan sekadar wacana. Kami mau ubah lahan ini jadi mesin ketahanan pangan yang berkelanjutan, mulai dari pembukaan lahan sampai jalur distribusi,” ujarnya saat kunjungan lapangan, pekan ini.

Model yang ditawarkan melibatkan kolaborasi antara perusahaan, BUMD, dan kelompok tani lokal. Pendampingan mencakup penyediaan bibit unggul, sistem irigasi sederhana, hingga pelatihan budidaya modern.

Pemerintah Dorong Swasembada Lewat Lahan Tidur
Kementerian Pertanian mencatat, Indonesia masih memiliki jutaan hektar lahan tidur yang berpotensi dioptimalkan. Program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa menjadi salah satu fokus 2026 untuk menekan impor beras dan jagung.

Baca Juga :  Izin 22 Perusahaan di Cabut Kementerian Kehutanan

Analis pertanian menyebut kunci keberhasilan ada pada legalitas lahan dan pendanaan awal. Tanpa dua hal itu, program sering terhenti di tahap pembukaan lahan.

Dampak ke Harga dan Stok Pangan
Jika 10% lahan tidur nasional bisa produktif, dampaknya langsung terasa pada stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Selain menekan impor, langkah ini juga membuka lapangan kerja baru di pedesaan.

Masyarakat kini menunggu realisasi program di Riau. Jika berhasil, model ini berpotensi direplikasi ke provinsi lain dengan karakteristik lahan serupa.

 

Penulis : B. Nasution

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Bambang Alias Bembeng, Vonis PT Medan Dibatalkan, Putusan PN Stabat Tetap Berlaku
Tukin Pegawai BGN Resmi Ditetapkan, Tertinggi Rp33,24 Juta per Bulan
Guru PPPK Daerah Bakal Jadi ASN Pusat, Wamendikdasmen: Kualitas Pendidikan Makin Kuat
Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
58 Penerbangan di Kualanamu Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Tujuan Jakarta Tetap Bertahan
Wapres Gibran Perintahkan Proyek Pengendali Banjir dan Sabo Dam Hutanabolon Dikebut
Kemnaker Rancang UU Ketenagaankerja Baru, Tinggalkan UU Cipta Kerja
Mahfud MD Optimistis RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:19 WIB

Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Bambang Alias Bembeng, Vonis PT Medan Dibatalkan, Putusan PN Stabat Tetap Berlaku

Selasa, 15 September 2026 - 11:26 WIB

Tukin Pegawai BGN Resmi Ditetapkan, Tertinggi Rp33,24 Juta per Bulan

Selasa, 15 September 2026 - 11:03 WIB

Guru PPPK Daerah Bakal Jadi ASN Pusat, Wamendikdasmen: Kualitas Pendidikan Makin Kuat

Selasa, 15 September 2026 - 07:53 WIB

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

58 Penerbangan di Kualanamu Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Tujuan Jakarta Tetap Bertahan

Berita Terbaru

Olahraga

Tim Putra dan Putri Menang Telak di Olimpiade Catur 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 12:56 WIB

Olahraga

Tim Putra Tekuk Uganda di Olimpiade Catur

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:16 WIB