Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi Usai Ditahan Kejagung

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SSOL.ID – Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengaku menjadi korban kriminalisasi. Ia juga menilai proses penahanannya tidak sesuai prosedur.

Pernyataan itu disampaikan Febrie usai diperiksa di Kejaksaan Agung, Jumat (24/7/2026) malam.

Febrie keberatan dengan keputusan penyidik menahannya selama 20 hari ke depan. Ia menyebut seharusnya jaksa pemeriksa mendalami dan menguji alat bukti terlebih dahulu sebelum menetapkan status tersangka dan melakukan penahanan.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Stanting Madina Kejati Sumut, " Sedang Dikoordinasikan Dengan Inspektorat Madina "

“Menurut saya ini belum cukup untuk dilakukan penahanan. Di gedung bundar tidak pernah seperti ini,” kata Febrie di Kejagung.

Ia menegaskan, semua alat bukti harus dikonfirmasi dan didalami berkali-kali. Penetapan tersangka dan penahanan baru dilakukan setelah dilakukan ekspose dengan pimpinan.

“Semua alat bukti harus dikonfirmasi dan diperdalam dulu dan berkali-kali dilakukan ekspose baru kita yakin bahwa ini tidak zalim dikatakan tersangka dan barulah kita melakukan penahanan,” ujarnya.

Meski keberatan, Febrie mengaku menerima keputusan penahanan tersebut dan siap menghadapinya.

Baca Juga :  Mahfud MD Optimistis RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

Ditahan di Rutan KPK
Sebelumnya, Kejagung menetapkan Febrie sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU dalam kasus Asabri. Ia ditahan di Rutan KPK mulai 24 Juli 2026.

Kejagung menyebut penempatan Febrie di Rutan KPK karena pertimbangan rekam jejaknya yang pernah menangani kasus besar, aspek perlindungan, serta untuk menjaga akuntabilitas dan sinergi dengan KPK.

 

Penulis : Dt.Arifin

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Di Hentikan
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara
Kejari Pematangsiantar Periksa Pengadaan Komputer Dinkes 2025
Sidang Korupsi PNBP KSOP Belawan, Saksi Sebut Pembayaran Jasa Kapal ke Pelindo
Prof OK Saidin Sebut Penyadapan Ilegal Bentuk Pengkhianatan Dari Dalam
EMPAT JENDERAL SUDAH DI TETAPKAN JADI TERSANGKA PENYADAPAN
Tersangka Penyerangan PT Belawan Indah Ditahan, Darmawan Yusuf: Tidak Ada yang Kebal Hukum!
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:02 WIB

Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Di Hentikan

Jumat, 6 November 2026 - 15:16 WIB

Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta

Jumat, 6 November 2026 - 15:11 WIB

Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara

Jumat, 6 November 2026 - 15:02 WIB

Kejari Pematangsiantar Periksa Pengadaan Komputer Dinkes 2025

Jumat, 6 November 2026 - 14:59 WIB

Sidang Korupsi PNBP KSOP Belawan, Saksi Sebut Pembayaran Jasa Kapal ke Pelindo

Berita Terbaru

Medan

Pemko Medan Kejar Kembali Penghargaan Adipura

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:19 WIB