Warga Demo ke Dinas Lingkungan Hidup Toba, Minta Tambang Batu di Tepi Danau Toba Dilegalkan

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOBA, SUARASUMUTONLINE.ID – Puluhan warga dari Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, melakukan aksi unjuk rasa ke Dinas Lingkungan Hidup (Lindup) Kabupaten Toba untuk mendesak pemerintah melegalkan tambang batu di tepi Danau Toba.

Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa aktivitas penambangan yang mereka lakukan dinilai sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo terkait legalisasi tambang rakyat melalui pembentukan koperasi, Senin (11/5).

“Untuk itu, kami sudah membentuk koperasi para penambang batu yang bernama Koperasi Produsen Pekerja Profesional Nusantara (KPPPN),” ujar salah seorang orator bermarga Siregar.

Warga juga menyampaikan agar mereka tidak dijadikan “pengemis di tanah sendiri” dan meminta pemerintah mematuhi amanat undang-undang sebagaimana tertuang dalam Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945, yakni setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Baca Juga :  Wali Kota Selaku Kamabicab Terima  Pasukan 17 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tanjungbalai

Selain itu, warga juga menyinggung Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Mereka turut mengaitkan tuntutan tersebut dengan nilai Pancasila, khususnya sila kelima tentang keadilan sosial, serta pidato Presiden Prabowo dalam sidang tahunan MPR RI terkait legalisasi tambang rakyat yang membentuk koperasi.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Cek Gudang Bulog Kisaran, Pastikan Kualitas dan Stok Beras Aman Hingga Akhir Tahun

“Kalau perintah presiden saja diabaikan oleh para pemimpin di Kabupaten Toba, bagaimana kami bisa mempercayai kebijakan yang dibuat,” ujar salah seorang warga.

Warga lainnya mengatakan bahwa aktivitas menambang dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Di mana kemerdekaan kami? Kami menambang hanya untuk makan, tetapi kami ditakut-takuti. Kami ingin tetap bekerja agar anak kami bisa terus sekolah dan hidup lebih baik,” tutur warga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba menyambut masyarakat yang melakukan aksi dan mengajak perwakilan warga berdialog di ruang pertemuan dinas.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Didemo Mahasiswa, Ketua PN Sibuhuan Mendadak Sakit
BPKP Sumut Gelar Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran *Pemkab Simalungun Selama 25 Hari*
Revitalisasi Bahasa Melayu, Pemko Tanjungbalai Raih Piagam BBPSU
PT Socfindo Hibah Tanah 3,5 Ha untuk Fasilitas Publik Sergai
Miris, Ayah Tiri di Langkat Aniaya Anak Tiri 4 Tahun Hingga Memar, Istri Disekap
“Miris! Anak TK Dipaksa Makan Sayur Basi Program MBG, Kepsek; Jangan SPPG Petapahan Lagi”
Juang Kopi Resmi Soft Launching di Bandar Klippa, Jadi Wadah Kreatif Generasi Muda
Sengketa Aset Pemkab, Bupati Dairi Gugat Tujuh Warga ke PN Sidikalang
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:55 WIB

Didemo Mahasiswa, Ketua PN Sibuhuan Mendadak Sakit

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:32 WIB

BPKP Sumut Gelar Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran *Pemkab Simalungun Selama 25 Hari*

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:35 WIB

Revitalisasi Bahasa Melayu, Pemko Tanjungbalai Raih Piagam BBPSU

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:22 WIB

PT Socfindo Hibah Tanah 3,5 Ha untuk Fasilitas Publik Sergai

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:50 WIB

Miris, Ayah Tiri di Langkat Aniaya Anak Tiri 4 Tahun Hingga Memar, Istri Disekap

Berita Terbaru

Daerah

Didemo Mahasiswa, Ketua PN Sibuhuan Mendadak Sakit

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:55 WIB