Satma AMPI Madina Desak Aktor Intelektual Kasus Tambang Berdarah Dibongkar

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANDAILING NATAL, SUARASUMUTONLINE.ID– Sekretaris Jenderal Satma AMPI Madina, Mulya Harisandi, kembali melontarkan kritik keras terkait penanganan kasus tewasnya Ferdiansyah (36) di kawasan tambang emas ilegal di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat.

Meski aparat telah menetapkan 6 orang tersangka dari kalangan masyarakat, Mulya menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

“Kenapa yang ditangkap hanya masyarakat? Lalu aktor intelektualnya mana? Jangan berhenti di pelaku lapangan saja. Ini harus diusut sampai ke otak di balik peristiwa ini,” tegasnya, Kamis (9/4).

Ia menegaskan, kejadian ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan aktivitas tambang dan pengolahan emas ilegal yang selama ini diduga beroperasi secara terbuka tanpa penindakan tegas.

“Peristiwa ini terjadi di lokasi yang jelas ada penguasanya. Tidak mungkin aktivitas seperti ini berjalan tanpa ada yang mengatur, membiayai, dan melindungi. Ini yang harus dibongkar,” ujarnya.

Baca Juga :  Sejumlah Satpam Desak Polda Sumut Usut Kasus Pengancaman yang Dialami Rekan Mereka

Mulya juga mempertanyakan mengapa hingga saat ini belum ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban terkait kepemilikan maupun penguasaan lokasi pengolahan tersebut.

“Kalau benar lokasi itu diduga milik seseorang, maka harus diperiksa. Siapa pemiliknya, siapa yang mengelola, siapa yang mendapat keuntungan. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” katanya.

Menurutnya, narasi bahwa kasus ini murni pencurian lalu berujung aksi massa tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup kemungkinan adanya peran pihak lain di balik kejadian tersebut.

“Jangan sederhanakan kasus ini. Ada konteks besar di belakangnya, yaitu praktik tambang ilegal yang selama ini dibiarkan. Ini bukan sekadar pencurian, ini soal sistem yang rusak,” ucapnya.

Ia juga menyinggung dugaan adanya pembiaran, bahkan kemungkinan keterlibatan oknum tertentu yang membuat aktivitas ilegal tersebut terus berjalan.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Penganiayaan Anak Kecil di Padang Lawas. Amran Pulungan,"Pembelaan Yang berlebihan Buat Prilaku Buruk ? "

“Kalau tidak ada yang ‘membackup’, tidak mungkin lokasi seperti ini bisa bertahan lama. Publik tidak bodoh. Aparat harus berani membuka semuanya,” tegas Mulya.

Mulya mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Mandailing Natal, agar tidak setengah hati dan benar-benar mengusut kasus ini secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya.

“Kami minta ini dibuka terang benderang. Periksa semua pihak, dari pekerja, pengelola, hingga yang diduga sebagai pemilik dan yang membekingi. Siapapun dia, jangan ada yang dilindungi,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika penanganan kasus ini hanya berhenti pada masyarakat, maka akan semakin memperkuat ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Kalau hanya rakyat kecil yang dijadikan tersangka, sementara aktor besar dibiarkan, maka ini bukan keadilan. Ini ketidakadilan yang dipelihara,” tutupnya.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Pemalsu Data Elektronik Dibongkar di Tanjungbalai, 16 orang Jadi Tersangka
Kejari Siantar Musnahkan 139 gram Sabu dan Ratusan Gram Ganja dari 55 Perkara Inkracht
Empat Bulan Kabilur, Tahanan Mati Kasus 214 Kg Masih Bebas Melenggang
Polisi Bongkar Home Industry Vape Narkoba di Medan, WNA Ditangkap
AMPK Sumut Desak Polda Ambil Alih Kasus Kematian Tenggo, Nilai Polres Binjai Mandul
Polda Sumut Amankan 2 Truk Selewengkan 5,4 Ton Solar Subsidi
Diedarkan Lewat Ojol, Vape Narkoba di Apartemen Medan Dijual Rp 2,5 Juta
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembunuhan Lansia di Rumbai, Ditangkap di Aceh dan Binjai
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:11 WIB

Sindikat Pemalsu Data Elektronik Dibongkar di Tanjungbalai, 16 orang Jadi Tersangka

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:21 WIB

Kejari Siantar Musnahkan 139 gram Sabu dan Ratusan Gram Ganja dari 55 Perkara Inkracht

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WIB

Empat Bulan Kabilur, Tahanan Mati Kasus 214 Kg Masih Bebas Melenggang

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:53 WIB

Polisi Bongkar Home Industry Vape Narkoba di Medan, WNA Ditangkap

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:57 WIB

AMPK Sumut Desak Polda Ambil Alih Kasus Kematian Tenggo, Nilai Polres Binjai Mandul

Berita Terbaru

Berita

Kejatisu Lantik PNS Dilingkungan Kejaksaan Sumut

Senin, 25 Mei 2026 - 22:36 WIB

Hukum

Mantan Camat Medan Polonia Dituntut 2 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:31 WIB