SPP Gratis Tinggal Wacana Gubernur Sumatera Utara, Edison Tamba, ” Gubernur Harus Tanggung Jawab Atas Ucapannya, Jangan Hanya Buat Popularitas “

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE. ID – Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah) Edison Tamba atau yang lebih di kenal dengan panggilan Edoy. Meminta agar Gubernur Sumatera Utara bertanggung jawab atas ucapannya yang telah menyesatkan masyarakat dan mencoreng kredibilitas dunia Pendidikan di Provinsi Sumatera Utara.

Alih-alih ingin menciptakan sekolah gratis yaang berpihak kepada warga masyarakat, Bobby malah menciptakan masalah baru di kalangan orang tua siswa yang merasa di bohongi, oleh pejabat negara.

” Kita minta Gubernur Sumatera Utara bertanggung jawab atas ucapannya. Dia kepala Daerah, Orang tuanya seluruh siswa di Sumatera Utara. Ucapan merupakan perintah, dan harus dijalankan. Bertanggung jawab lah atas ucapanya di bulan Juni 2025 yang menyatakan tahun ajaran baru 2025-2026, seluruh siswa SMA dan SMK se Sumatera Utara gratis SPP. Kenyataan nya, harapan para wali murid pupus di bulan ketiga setelah ucapannya. Mereka di tagih uang SPP yang menunggak gara-gara ucapan Gubsu, anda pemimpin, tapi ucapan ada tidak bisa di pegang. Yang Anda dzolimi adalah orang tua siswa dan seluruh siswa di Sumatera Utara, ” Tegas Edison Tamba kepada suarasumutonline.id, Jumat (12/9).

Baca Juga :  Bobby Nasution Mediasi Pemkab Deliserdang dan Al-Washliyah Sepakat Sekolah Digunakan Bersama

Edoy menilai, keputusan yang buru-buru itu amat sangat merugikan wali murid dan siswa itu sendiri. Pasalnya, pihak Sekolah tidak mau tahu menahu dengan ” Janji palsu” Gubernur Sumatera Utara. Yang mereka ikutin hanya intruksi dari Dinas Pendidikan, dan harus membayar SPP sebelum waktu ujian semester yang dilaksanakan pada tanggal 22 September 2025.

Baca Juga :  Bobby Nasution Siapkan Program Reboisasi Hutan Pascabencana

” Kalau sudah begini bagaimana jadinya nasib siswa yang orang tuanya menengah ke bawah, yang harus menyiapkan sejumlah uang untuk membayar uang SPP. Rata-rata tiga bulan belum bayar SPP dari pengumuman Gubernur tentang SPP gratis. Kalau anak nya sampai dua orang yang SMA/SMK. Apa tidak 6 bulan yang harus dibayarkan?? Kalau tidak dibayar anaknya tidak bisa ujian, tolong lah pak Gubernur jangan hanya mementingkan popularitas tapi Menyengsarakan rakyat, ” Kata Edoy.

Oleh karena itu, Edoy meminta agar Gubernur Sumatera Utara tanggung jawab atas perkataan nya dan memberi solusi atas ucapannya yang belunder dan tidak berpihak pada masyarakat.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Lokasi di Medan Padam Listrik 7,5 Jam Hari Ini Selasa 13 Januari 2026
Proyek Penanamanan Kabel oleh Apjatel Abaikan Aspek K3
Kapolsek Delitua Pimpinan Upacara Bendera di SMAN 13 Medan
Dishub Medan Tegaskan Pemasangan Median Jalan Sudah Dikaji, Klaim Kurangi Kemacetan
Tolak Pilkada Melalui DPRD, Hasyim: Tidak Ada Jaminan Kepala Daerah Tidak Korupsi
Plt. Kepsek SMKS IT Aisyiyah Sumut Diduga Rangkap Jabatan Sebagai PPPK Kecamatan Medan Amplas
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab dan Pengukuhan PJU Serta Kapolres Jajaran
Proses Mediasi Gagal, Korban Pelanggaran UU ITE Minta Polrestabes Medan Tetapkan Tersangka Trinov Fernando Sianturi
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:01 WIB

6 Lokasi di Medan Padam Listrik 7,5 Jam Hari Ini Selasa 13 Januari 2026

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:59 WIB

Proyek Penanamanan Kabel oleh Apjatel Abaikan Aspek K3

Senin, 12 Januari 2026 - 21:35 WIB

Kapolsek Delitua Pimpinan Upacara Bendera di SMAN 13 Medan

Senin, 12 Januari 2026 - 20:53 WIB

Dishub Medan Tegaskan Pemasangan Median Jalan Sudah Dikaji, Klaim Kurangi Kemacetan

Senin, 12 Januari 2026 - 18:11 WIB

Tolak Pilkada Melalui DPRD, Hasyim: Tidak Ada Jaminan Kepala Daerah Tidak Korupsi

Berita Terbaru