MEDAN, SUARASUMUTONLINE. ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat peningkatan signifikan pada jumlah angkatan kerja di provinsi tersebut pada Agustus 2025, disertai penurunan tipis pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Data ini menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menyampaikan bahwa jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) pada Agustus 2025 mencapai 11,65 juta orang, meningkat 189 ribu dibandingkan periode yang sama pada 2024.
“Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu 8,42 juta orang, sedangkan 3,23 juta lainnya tergolong bukan angkatan kerja,” ujarnya, Senin (24/11).
Dari total angkatan kerja tersebut, 7,98 juta merupakan penduduk bekerja dan 448 ribu merupakan pengangguran.
“Jika dibandingkan Agustus 2024, jumlah angkatan kerja naik 243 ribu orang. Penduduk bekerja bertambah 253 ribu orang, sementara pengangguran menurun sepuluh ribu orang,” jelas Asim.
TPT Menurun, TPAK Meningkat
Penurunan pengangguran sejalan dengan turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,32 persen pada Agustus 2025.
“TPT turun 0,28 persen poin dibandingkan Agustus 2024,” katanya.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat menjadi 72,29 persen, naik 0,93 persen poin dari tahun sebelumnya.
Secara gender, TPAK laki-laki tercatat lebih tinggi yaitu 84,85 persen, sementara perempuan 59,80 persen. Namun, TPT perempuan (5,70 persen) lebih tinggi dibanding laki-laki (5,05 persen). TPT di wilayah perkotaan juga lebih tinggi (6,67 persen) daripada perdesaan (3,33 persen).
Sektor Pertanian Masih Mendominasi
Struktur tenaga kerja Sumut masih didominasi tiga sektor utama dengan pola serapan yang tidak berubah dari tahun sebelumnya:
Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 32,53 persen
Perdagangan besar dan eceran; reparasi kendaraan: 19,89 persen
Industri pengolahan: 9,04 persen
Peningkatan penduduk bekerja terbesar terjadi pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran (53 ribu orang), Jasa Lainnya (42 ribu orang), dan Pendidikan (36 ribu orang). Sebaliknya, sektor Pertambangan dan Penggalian serta Aktivitas Profesional mengalami penurunan serapan tenaga kerja.
Dari sisi status pekerjaan, buruh/karyawan/pegawai masih mendominasi dengan 38,42 persen. Tenaga kerja informal juga masih lebih banyak (57,26 persen) dibanding formal (42,74 persen).
Tantangan: Kualitas Pendidikan
Tingkat pendidikan tetap menjadi tantangan bagi pasar kerja di Sumut. TPT tertinggi dicatatkan oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 7,19 persen.
“Sementara TPT terendah berasal dari lulusan Diploma (DI/DII/DIII) yaitu 2,58 persen,” ujar Asim.
Distribusi penduduk bekerja didominasi lulusan SMA dengan porsi 30,18 persen, disusul lulusan SMK dan Universitas yang juga menunjukkan peningkatan.
Penulis : Youlie









