Mahasiswa UINSU Dianiaya di Kampus, Pelipis Mata Robek

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID- Seorang mahasiswa prodi Akuntansi Syariah, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) bernama Tuah Siagian (22) mengaku dianiaya oleh sesama mahasiswa di kampusnya. Atas kejadian tersebut, bagian kepala belakang korban benjol serta pelipis matanya robek.

Tuah yang berasal dari Tanjungbalai itu mengatakan kejadian tersebut berawal saat dirinya menghadiri acara seminar saham. Saat itu, dia diminta oleh panitia untuk mengupload foto KTP, namun KTP miliknya tinggal. Kemudian, terduga pelaku inisial YH yang merupakan panitia acara tersebut berkata dengan nada tinggi kepadanya.

“Awal perkara itu pas kejadian pertama kali hari Senin (18/5/2026) di Kantor Indeks Saham di Jalan Halat Medan. Saat itu, kami disuruh untuk mendaftar registrasi aplikasi saham dan harus mengupload foto KTP tetapi milik saya tertinggal dan pelaku berkata dengan nada yang tinggi,” kata Tuah kepada wartawan di Medan, Sabtu (13/6).

Setelah seminar itu, Tuah mendatangi YH untuk memperingatkan agar jangan berbicara terlalu tinggi. Mendengarkan hal itu, YH langsung tidak senang dan marah. YH pun mengajak ribut dan berantam, hingga tak berselang lama keduanya terjadi adu mulut.

“Kami ribut, adu mulut sempat dipisah oleh kawan-kawan,” sebut Tuah.

Baca Juga :  Ninja Sawit Yang Resahkan Warga di Dolok Masihul Diringkus Polsek

Dua hari berselang, Tuah menyebut dirinya dan YH berjumpa di kantin kampusnya yang berada di Jalan Sutomo, Kota Medan. Di sana, dia ditarik masuk ke ruangan kosong dan dianiaya.

“Rupanya pas dua hari kemudian pas hari Rabu 20 Mei 2026, dia jumpa sama saya di kantin kampus. Habis itu, ditariknyalah saya untuk masuk ruangan kosong yang terbengkalai kemudian barulah dia tendang dan dipukulinya saya,” ujar Tuah.

Tuah mengaku, dia dipukul di bagian kepala belakang sehingga mengakibatkan benjol. Kemudian, juga kelopak mata serta pelipisnya robek.

“Saya dipukul bagian kepala belakang sampai benjol. Kemudian paling berbekas ini bagian tangan sama mata, kelopak mata dan pelipis mata yang robek dipukul menggunakan tangan,” imbuhnya.

Tuah menyebut saat penganiayaan tersebut, YH bersama lima orang temannya sedangkan dirinya hanya ditemani oleh temannya satu orang.

“Pada saat penganiayan ada ada sekitar lima orang, yang menganiaya saya satu orang sedangkan lima orang itu hanya menyaksikan. Pukulan tidak terhitung berapa kali, ada di bagian area kepala dan bagian perut kena tunjang,” tambahnya.

Ia menyebut bahwa sempat meminta agar pemukulan dan penganiayaan dihentikan. Namun, YH semakin kuat memukulnya hingga tak berdaya.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Kematian Pegawai BPN Nias di Apartemen Medan

“Saya minta udah, cuman dia lebih agresif lagi. Di situlah dipukulnya dan saya sudah nggak ngapa-ngapain lagi, nggak bisa melawan lagi karena di situ juga posisi lagi sakit serta badan kurang fit,” ucapnya.

Setelah kejadian itu, Tuah mengaku bahwa YH ada itikad baik untuk tanggung jawab. Namun, ketika dirinya hendak berobat YH tidak datang dan tidak ada kabar.

“Dia ada itikad untuk tanggung jawab, rupanya di hari mau kami berobat, YH nggak ada respon lagi. Dia menghilangkan jejak, di chat dia nggak jawab dan ditelepon nggak ngangkat, akhirnya saya membuat laporan polisi (LP),” jelas Tuah.

Perkara tersebut telah dilaporkan dengan Nomor: STTLP/B/2148/V/2026/SPKT/ Polrestabes Medan tertanggal 22 Mei 2026. Setelah melaporkan kejadian itu, Tuah berharap agar polisi segera menindaklanjutinya.

“Semoga kasus penganiayaan yang saya alami tersebut segera ditindak lanjuti polisi dan pelaku segera bertanggung jawab,” harapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya bakal menindaklanjutinya.

“Iya (pendalaman). Kita tindaklanjuti,” ucap Adrian, saat dikonfirmasi.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anak di Medan Bakar Ayah Kandung, Diduga Pengaruh Narkoba
Polisi Gerebek Judi Meja Ikan di Medan Timur, 5 Orang Diamankan
Ratusan Massa AFMS Demo di Mapolda Sumut, Desak Usut Dugaan Judi di Binjai Barat
Tuntut 7 Tahun Penjara,  Mantan Sopir Bakar Rumah dan Curi Emas Milik Hakim PN Medan
9 Orang Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Pendaki Gunung Sibayak, Korban Dipukuli dan Disulut Rokok
Konsultasi ke AI Dulu, 2 Cewek Open BO Tersangka Pemerasan ASN BPN Nias Ditangkap di Medan
Vonis Mati untuk Pembunuh Mahasiswa di Deli Serdang, Motif Demi Bayar Cicilan Motor
Pendaki Gunung Sibayak Tewas di Aniaya di Pos Retribusi, 9 Orang Ditahan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:24 WIB

Anak di Medan Bakar Ayah Kandung, Diduga Pengaruh Narkoba

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:10 WIB

Polisi Gerebek Judi Meja Ikan di Medan Timur, 5 Orang Diamankan

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:59 WIB

Ratusan Massa AFMS Demo di Mapolda Sumut, Desak Usut Dugaan Judi di Binjai Barat

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:13 WIB

Tuntut 7 Tahun Penjara,  Mantan Sopir Bakar Rumah dan Curi Emas Milik Hakim PN Medan

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:01 WIB

9 Orang Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Pendaki Gunung Sibayak, Korban Dipukuli dan Disulut Rokok

Berita Terbaru

Kriminal

Anak di Medan Bakar Ayah Kandung, Diduga Pengaruh Narkoba

Sabtu, 18 Jul 2026 - 14:24 WIB

Sepak Bola

PSMS Medan Rekrut 6 Pemain Liga 1 Jelang Piala Presiden 2026

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:59 WIB