MEDAN, SSOL.ID – Persoalan penyalahgunaan narkoba dan kecanduan judi online menjadi tantangan yang semakin membutuhkan perhatian serius, termasuk melalui penguatan layanan rehabilitasi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Taufik Sekretaris layanan rehabilitasi sekaligus praktisi hypnotherapy, saat memberikan penguatan dalam apel pagi kepada staf dan penerima manfaat atau klien yang sedang menjalani program rehabilitasi.
Dalam arahannya, Taufik mengingatkan para klien untuk tidak hanya melihat dirinya dari persoalan yang sedang dihadapi, tetapi juga menggali kembali potensi positif yang ada di dalam diri.
“Jangan melihat diri kita hanya dari masalah yang sedang dihadapi. Setiap orang memiliki potensi. Yang terpenting adalah bagaimana potensi tersebut kita bangkitkan dan diarahkan untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Taufik, Senin (21/9).
Ia mengungkapkan, klien yang menjalani program rehabilitasi tidak hanya menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba, tetapi sebagian juga mengalami masalah kecanduan judi online. Sejumlah klien bahkan datang ke layanan rehabilitasi setelah diantar langsung oleh keluarga.
Menurut Taufik, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan adiksi membutuhkan penanganan yang serius, berkelanjutan dan melibatkan keluarga.
“Jangan menunggu sampai masalah semakin berat. Ketika keluarga sudah melihat adanya tanda-tanda ketergantungan, segera cari bantuan dan pendampingan profesional,” katanya.
Taufik juga menyoroti akses rehabilitasi bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya, persoalan ekonomi jangan sampai menjadi penghalang seseorang untuk mendapatkan pertolongan.
Ia berharap pemerintah, khususnya di Sumatera Utara, semakin memperkuat kolaborasi dengan layanan rehabilitasi masyarakat dan swasta sehingga akses pemulihan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Banyak masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Jangan sampai mereka menunggu terlalu lama hingga persoalannya semakin kompleks. Layanan rehabilitasi perlu didukung dan diperkuat agar masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pertolongan,” ungkapnya.
Taufik menilai rehabilitasi tidak semata-mata berkaitan dengan menghentikan penggunaan narkoba, tetapi juga bagaimana membantu penerima manfaat membangun kembali kehidupan yang sehat, produktif dan memiliki fungsi sosial di tengah keluarga maupun masyarakat.
Ia berharap penguatan layanan rehabilitasi dapat berjalan seiring dengan kebijakan pemerintah dalam penanganan narkotika serta upaya pencegahan berbagai perilaku adiktif di masyarakat.
“Harapan kami sederhana, masyarakat yang membutuhkan pertolongan jangan dibiarkan menghadapi masalahnya sendiri. Keluarga, pemerintah dan layanan rehabilitasi harus bisa berjalan bersama,” pungkas Taufik. (*)
Penulis : Yuli








