Usai 2 Terdakwa Divonis, KPK Gelar Perkara untuk Kembangkan Kasus Korupsi Proyek Rel DJKA Medan

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SSOL.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana melakukan pengembangan penyidikan perkara korupsi proyek jalur rel Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) wilayah Medan.

Rencana itu disampaikan setelah persidangan dua terdakwa selesai dan telah dilakukan gelar perkara internal.

Hasil Persidangan Ditelaah untuk Pengembangan

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, persidangan perkara DJKA Medan sudah selesai. Hasil dan fakta persidangan telah ditelaah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dilaporkan ke pimpinan KPK.

“Beberapa waktu yang lalu sudah ada proses ekspose atau gelar perkara pengembangan penuntutan,” ujar Taufik di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga :  KAMAK Desak Kejatisu Ungkap Pejabat Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Aset ke Citraland

Menurutnya, tindak lanjut dari hasil gelar perkara itu akan diputuskan pimpinan. Salah satu kemungkinan adalah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan baru.

“Tetapi update-nya yang bisa kami sampaikan adalah bahwa sudah ada laporan dan sudah ada gelar atau ekspose perkara terkait pengembangan di persidangan di DJKA Medan,” ucap Taufik.

Ia menyebut, pengembangan bisa dilakukan melalui sprindik umum atau sprindik terhadap tersangka yang sudah ada. KPK akan mengumumkan perkembangannya lebih lanjut.

2 Pejabat BTP Sumut Telah Divonis

Baca Juga :  Eks Kades di Langkat Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Didakwa Pakai Dana Desa untuk Selingkuhan

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Medan telah memvonis 2 orang dalam kasus ini.

PPK II Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 2 wilayah Sumut Muhlis Hanggani Capah divonis 5 tahun penjara, denda Rp250 juta subsider 70 hari kurungan, serta membayar uang pengganti Rp4 miliar dikurangi Rp200 juta yang telah disetor ke KPK.

Sementara Eddy Kurniawan Winarto divonis 4 tahun penjara, denda Rp250 juta subsider 70 hari, dan membayar uang pengganti Rp10 miliar.

Putusan dibacakan Majelis Hakim yang diketuai Khamozaro Waruwu di PN Medan, Kamis (25/6/2026).

 

Penulis : Dt. Arifin

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adik Kandung Jadi Kontraktor, Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp 22 Miliar
6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar
Polrestabes Medan Amankan 4 Pelaku Begal Bersenjata Tajam di Lau Dendang
MA Kabulkan PK Alwi Mujahit, Vonis Kasus Korupsi APD Covid-19 Turun Jadi 8 Tahun Penjara
Kejatisu Eksekusi Lahan 105 Ha Hutan Mangrove yang Jadi Sawit di Langkat
Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:13 WIB

Adik Kandung Jadi Kontraktor, Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp 22 Miliar

Sabtu, 7 November 2026 - 12:19 WIB

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar

Sabtu, 7 November 2026 - 10:20 WIB

Polrestabes Medan Amankan 4 Pelaku Begal Bersenjata Tajam di Lau Dendang

Sabtu, 7 November 2026 - 10:10 WIB

MA Kabulkan PK Alwi Mujahit, Vonis Kasus Korupsi APD Covid-19 Turun Jadi 8 Tahun Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 10:06 WIB

Kejatisu Eksekusi Lahan 105 Ha Hutan Mangrove yang Jadi Sawit di Langkat

Berita Terbaru