‎Terbit Izin Perubahan Tata Ruang Perumahan Citra Land, Eks Bupati Deli Serdang Diperiksa Kejaksaan

- Jurnalis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Kejutan kembali diberikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai langkah tegas dalam menangani kasus korupsi di Sumatera Utara. Tak tanggung-tanggung Kejatisu memanggil mantan Bupati Deli Serdang setelah sebelumnya gagal menahan dua tersangka dugaan korupsi pengalihan aset PTPN I regional 1, Kamis (30/10).

‎Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Plh Asisten Intelijen, Bani Ginting mengatakan tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) memanggil dan memeriksa Ashari Tambunan selaku Bupati Deli Serdang saat kasus ini bergulir.

‎Bani Ginting menjelaskan Ashari Tambunan diperiksa terkait regulasi penerbitan izin pemanfaatan tata ruang kawasan perkebunan menjadi kawasan permukiman elit diatas lahan seluas 93 hektare. Ashari Tambunan tiba di Kejati Sumut sekira pukul 08.00 hingga pulang pukul 13.00 WIB.

Dan saat ini ‎statusnya masih sebagai saksi, lanjut Bani Ginting, namun tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan status saksi menjadi tersangka. Dimana, penyidik masih terus mendalami keterlibatan pihak-pihak lain hingga tuntas tanpa pandang bulu.

‎”Ashari diperiksa sebagai saksi, tetapi bukan tertutup kemungkinan dari status saksi menjadi tersangka baru,” kata Bani saat dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com lewat sambungan pesan Whatsapp, Kamis (30/10) malam.

‎Bani Ginting yang merupakan Koordinator Pidsus sekaligus Plh Asisten Intelijen Kejati Sumut mengaku Ashari diperiksa di lantai dua gedung Pidsus dan pihak-pihak yang menghindar pemanggilan penyidik akan dilakukan upaya paksa.

Baca Juga :  Ditetapkan Jadi Tersangka, Kepala SMKN 1 Dolok Masihul Misrayani Tak Ditahan

Pemeriksaan Mantan Bupati Deli Serdang ini menjadi satu ketegasan yang patut diapresiasi, karena dapat jelas terlihat bahwa Kejaksaan Tinggi Sumut memang benar-benar konsisten untuk membersihkan Sumut dari praktek Korupsi.

” Kami sangat mengapresiasi kinerja Kejaksaan Tinggi Sumut yang menyetarakan hukum di masyarakat tanpa pandang bulu. Menyikat habis praktek korupsi. Dengan diperiksa nya mantan Bupati Deli Serdang, kami berharap arah dari kasus korupsi penjualan lahan PTPTN I kepada Citra land bisa mencapai titik temu dan menemukan benang merah, sekali lagi kami sangat mengapresiasi Kejati Sumut dibawah pimpinan Bapak Harli Siregar. Jika memang telah cukup bukti, tahan dan selidiki lagi siap yang turut serta dalam tindak korupsi ini, ” Tegas Kordinator Koalisi Masyarakat Anti korupsi (KAMAK) Muhammad Azmi Adli kepada suarasumutonline.id, Kamis (30/10) malam.

Diketahui, ‎Saat ini, mantan Bupati Deli Serdang ini merupakan anggota Komisi VIII DPR RI periode 2024-2029 Fraksi PKB dan pernah menjabat Bupati Deli Serdang selama dua periode sejak tahun 2014 silam menggantikan ayahanda Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan, M.Ked (PD), Sp.PD-KGEH, FINASIM.

” Peran mantan Bupati bisa terlihat dari kedudukannya saat itu, tidak mungkin dia tidak tau akan penjualan aset tersebut. Saya berharap, setelah mantan Bupati Deli Serdang ini, Kejaksaan akan memanggilnya dan memeriksa juga Dirut PTPN I yang saat itu menjabat, ” tegas Azmi.

Baca Juga :  Korupsi PTPN I – Citraland Rp 263 Miliar Disidangkan, 4 Terdakwa Terancam 20 Tahun Penjara

‎Sebelumnya, Kejati Sumut telah menahan tiga tersangka, yaitu Askani selaku Kepala BPN Sumut, Abdul Rahim Lubis selaku BPN Deli Serdang dan Iman Subakti selaku Direktur PT.Nusa Dua Propertindo di Rutan Tanjung Gusta Medan.

‎Ketiga tersangka diduga terlibat dugaan korupsi pengalihan atau penjualan aset PTPN I Regional 1 oleh PT.Nusa Dua Propertindo melalui kerja sama operasional(KSO) dengan pihak PT Ciputra Land tanpa memenuhi syarat ketentuan 20% yang menjadi hak negara.

‎Selain menahan tiga tersangka, Kejati Sumut juga telah menyita uang hasil tindak pidana korupsi penjualan aset PTPN I sebesar Rp 150 miliar dari pihak PT.Deli Megapolitan Kawasan Residensial (DMKR) selaku anak perusahaan Ciputra Land.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Atribut Siswa SMP Medan 16 Miliar Sampai ke Meja KPK
Dugaan Korupsi Listrik Pasar Panyabungan Dilaporkan ke Kejagung, Sertakan Bukti BAP dan LHP
BPK Temukan Sejumlah Proyek Infrastruktur Bermasalah di Dinas PUTR Karo
Disdik Batu Bara Resmi Dilaporkan FMSU
Korupsi Renovasi Puskesmas Labuhanbatu, Eks Kadis-6 Terdakwa Divonis 13 Bulan Bui
Korupsi Dana Desa Rp 776 Juta, Eks Kades di Samosir Dituntut 5 Tahun Bui
LBH-WI Kecam Direksi Tirtanadi Tolak Bayar Uang Purnabakti Rp 2,2 Miliar
JPN, ” Bongkar Dugaan Korupsi Renovasi Rp. 2,6 Miliar di Dinas Perkim Ciptakaru Kota Medan
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:09 WIB

Dugaan Korupsi Atribut Siswa SMP Medan 16 Miliar Sampai ke Meja KPK

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:06 WIB

Dugaan Korupsi Listrik Pasar Panyabungan Dilaporkan ke Kejagung, Sertakan Bukti BAP dan LHP

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:03 WIB

BPK Temukan Sejumlah Proyek Infrastruktur Bermasalah di Dinas PUTR Karo

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:56 WIB

Disdik Batu Bara Resmi Dilaporkan FMSU

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:46 WIB

Korupsi Renovasi Puskesmas Labuhanbatu, Eks Kadis-6 Terdakwa Divonis 13 Bulan Bui

Berita Terbaru