Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dinas PUPR Sumut, Kirun ,” Topan Terima Uang Kes Rp 50 Juta Karna Lagi Butuh”

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID -Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan diketuai Khamozaro Waruwu kembali melanjutkan persidangan Dirut PT DNG Muhammad Akhirun alias Kirun dan Dirut PT RMG Rayhan Piliang yang didakwa suap eks Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Ginting untuk memenangkan proyek jalan senilai Rp 156 miliar.

Tim Jaksa KPK dikoordinir Eko Wahyu Prasetyo dihadapan Majelis hakim mendengar keterangan kedua ayah dan anak itu sebagai pemberi suap.

Dalam keterangannya, terdakwa Kirun Mengaku ada menyerahkan Rp 50 juta kepada Topan Ginting di City Hall Medan pada 25 Juni 2025 malam.

” Uang tersebut diserahkan terdakwa Rayhan kepada Aldi di parkiran hotel,” kata Kirun

Menurut Kirun, uang tersebut dibungkus pelastik hitam sudah dipersiapkan dari rumah

” Topan tau uang tersebut diberikan melalui ajudannya. Semula Topan bilang, kalau urusan meneken galian C gak perlulah pakai uang.Tapi saat ini Topan butuh uang,” kata Kirun menceritakan pertemuan keduanya disaksikan eks Kapolres Tapsel AKBP Yasir Ahmadi.

Dalam pertemuan itu, Kirun tetap ngotot uang itu memang dipersiapkannya untuk mengurus izin galian c, bukan untuk proyek pengerjaan jalan.

Baca Juga :  Mantan PPK PJN Sumut Menangis di Sidang Suap Proyek Jalan

Katanya, uang itu dimasukkan dalam plastik kresek berwarna hitam, dan melalui anaknya Rayhan Dulasmi Piliang (turut ikut dalam pertemuan-red) diserahkan kepada ajudannya, Aldi .

Selain Topan, ia dan Rayhan, dalam pertemuan itu juga ada Yasir Ahmadi (mantan Kapolres Tapsel) dan Rasuli Efendi Siregar (mantan Kepala UTPD PUPR Gunungtua). Kala itu, Kirun juga yang membayar seluruh makan dan minum mereka di hotel itu.

Pernyataan Kirun ini mematahkan pengakuan Topan Ginting saat dihadirkan sebagai saksi pada sidang ketiga perkara ini. Kala itu Topan mengaku tidak menerima atau menolak uang dari Kirun.

“Pak Kirun membawa uang Rp50 juta, tapi saya tidak mau, saya langsung keluar,” sebutnya kala itu di hadapan majelis hakim diketuai Khamozaro Waruwu.

“Kenapa anda keluar, apa karena kurang banyak?”, sambung hakim .

“Sudah saya teken izinnya (galian c-red). Saya keluar karena saya tidak suka dipancing dengan uang yang mulia,” jawab Topan.

Dalam pertemuan mereka di sejumlah lokasi di Medan, juga membahas soal proyek jalan. Kirun mengakui meminta pada Topan jika ada proyek jalan di Dinas PUPR Sumut, agar ia yang mengerjakannya. Topan pun menjawab masih dilakukan pergeseran anggaran.

Baca Juga :  Kejari Medan Tahan Kadishub Medan, Erwin Saleh, terkait kasus dugaan korupsi MFF tahun 2024

Topan juga menanyakan pada Kirun tentang kemampuan perusahaan miliknya di bidang jasa kontruksi jalan. Kirun mengakui jika perusahaannya memiliki Asphalt Mixing Plant (AMP) untuk memproduksi aspal dan batching plant yakni fasilitas produksi beton. Selain itu ia juga memiliki peralatan kontruksi jalan yang lengkap.

Lantas Topan menanyakan soal ‘aturan’ dalam proyek ini apakah sudah paham. Kirun pun mengatakan paham. Aturan yang dimaksud adalah soal ‘commitmen fee’.

Dari persidangan kemarin diketahui commitment fee dari nilai seluruh proyek jalan yang akan dikerjakan Kirun sebesar 12 persen. Kirun juga telah beberapa kali memberikan uang kepada sejumlah pihak sebagai bagian dari pengurangan commitment fee, salah satunya kepada Rasuli Efendi Siregar, dalam rangka untuk memenangkan kedua perusahaan Kirun sebagai pemenang tender, yang dilakukan tanpa adanya perencanaan.

Bahkan Kirun mengaku sempat meminta pada Topan agar pengerjaan proyek dipercepat mengingat waktu akan segera berakhir.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korupsi Dana Hibah Rp 1,2 M, Eks Ketua KPU Tanjungbalai Dituntut 5 Tahun Penjara
Faisal Hasrimy Hadir di PN Medan, Tapi Tak Sempat Diperiksa di Kasus Smartboard Langkat 
Korupsi Penanggulangan Bencana Kepala BPBD Tebing Tinggi Divonis 1 Tahun Penjara
Sidang Smartboard Rp29,5 Miliar: Nama Eks Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Disebut Saksi
DPW HARI Sumut Laporkan Dugaan Penyimpangan di Dinas CKTR Deli Serdang ke Kejati
Kasus Korupsi Pembangunan RSU Pratama Nias Segera Disidang
PH Minta Dua Terdakwa Kasus BBM Jeriken di Medan Dibebaskan
PN Medan Gelar Sidang Korupsi Bantuan Bencana Kemensos Rp 1,5 M eks Kadis PMD Samosir
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:55 WIB

Korupsi Dana Hibah Rp 1,2 M, Eks Ketua KPU Tanjungbalai Dituntut 5 Tahun Penjara

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:53 WIB

Faisal Hasrimy Hadir di PN Medan, Tapi Tak Sempat Diperiksa di Kasus Smartboard Langkat 

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:06 WIB

Sidang Smartboard Rp29,5 Miliar: Nama Eks Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Disebut Saksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:42 WIB

DPW HARI Sumut Laporkan Dugaan Penyimpangan di Dinas CKTR Deli Serdang ke Kejati

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:40 WIB

Kasus Korupsi Pembangunan RSU Pratama Nias Segera Disidang

Berita Terbaru

Berita

Pemprov Tutup Tambang Ilegal di Sekitar Galang

Jumat, 26 Jun 2026 - 22:58 WIB

Berita

Sejumlah Kapolres di Sumut Juga Dimutasi

Jumat, 26 Jun 2026 - 22:57 WIB