Hakim Vonis 7 Terdakwa Korupsi Renovasi Gedung Puskesmas Labuhan Batu 1,1 Tahun Denda Rp 50 Juta

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan diketuai As’ad Rahim Lubis dan Sarma Siregar menghukum 7 terdakwa korupsi renovasi tiga gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2023 masing-masing 13 bulan penjara

Ketujuh terdakwa itu Mahrani selaku eks Plt. Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yusrial Suprianto Pasaribu selaku eks Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Utara, dan Rudi Syahputra selaku pemodal sekaligus eks anggota DPRD Labuhanbatu.

Kemudian, Purnomo Siregar selaku Wakil Direktur CV Tri Rahayu, Togu Munte selaku Wakil Direktur CV Jaya Mandiri Bersama, Asep Karnama Putra selaku Wakil Direktur CV Perdana, dan Fazarsyah Putra alias Abe selaku kontraktor di CV Tri Rahayu. Produk Tembakau & Rokok Elektrik

Putusan itu diucapkan hakim As’ad Rahim Lubis untuk terdakwa Abe, Asep, dan Rudi. Sedangkan Hakim Sarma Siregar untuk terdakwa Mahrani, Yusrial, Purnomo, dan Togu.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Fazarsyah Putra alias Abe, terdakwa Rudi Syahputra, dan terdakwa Asep Karnama Putra dengan pidana penjara selama satu tahun satu bulan (13 bulan),” kata hakim As’ad mengutip sebait amar putusan yang dibacakan di Ruang Kartika

As’ad juga menghukum ketiga terdakwa untuk membayar denda masing-masing sebesar Rp50 juta subsider 50 hari apabila denda tersebut tidak dibayar para terdakwa. Referensi Geografis

Hakim membebani Abe membayar uang pengganti (UP) kerugian keuangan negara sebesar Rp606 juta. Dari total UP tersebut, Abe telah membayar Rp1,13 miliar kepada jaksa penuntut umum (JPU). Sehingga, As’ad memerintahkan JPU mengembalikan uang senilai Rp523,9 juta kepada Abe.

Selain Abe, Rudi juga dikenakan hukuman UP sejumlah Rp805,3 juta. Dari jumlah UP itu, Rudi telah membayarkan senilai Rp613 juta. Sehingga, terdapat sisa UP yang harus dibayar Rudi, yakni sebesar Rp192,3 juta.

Baca Juga :  Geledah Kantor Dinas Kesehatan, Penyidik Kejari Deli Serdang angkut Sejumlah Dokumen

Dengan ketentuan jika paling lama dalam waktu sebulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkrah) sisa UP tersebut tak dibayar, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi UP tersebut,” tambah As’ad. Kesehatan

Namun, lanjut As’ad, apabila Rudi tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk menutupi UP tersebut, maka harus diganti (subsider) tiga bulan penjara.

Sementara Asep tidak dihukum membayar UP oleh pengadilan karena dinilai tidak ada menikmati kerugian keuangan negara dalam kasus korupsi yang mengakibatkan uang negara rugi sebesar Rp2,8 miliar ini.

Setelah As’ad membacakan vonis untuk tiga terdakwa, selanjutnya giliran Sarma pun menuntut keempatnya 13 bulan penjara dan denda masing-masing Rp50 juta subsider 50 hari.

Sarma membebankan Yusrial membayar UP sebanyak Rp1,19 miliar. Yusrial sendiri telah membayarkan UP sejumlah Rp906 juta dan sisa yang harus dibayarnya ialah Rp283,8 juta subsider tiga bulan penjara. Mahrani, Purnomo, dan Togu tidak dihukum membayar UP karena bagi hakim mereka tak menikmati kerugian keuangan negara.

Keadaan memberatkan, menurut hakim, perbuatan ketujuh terdakwa tersebut tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi serta perbuatan para terdakwa telah mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Sedangkan keadaan yang meringankan, sambung hakim, para terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan dan para terdakwa menyesali perbuatannya.

Hakim berkesimpulan perbuatan mereka telah terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 20 KUHP dalam dakwaan subsider.

Baca Juga :  KAMAK Bongkar Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Sumut Rp. 3,2 Miliar

Para terdakwa dan JPU masih memiliki hak untuk menentukan sikap menerima atau banding terhadap putusan tersebut dalamtempo waktu tujuh hari untuk berpikir-pikir.

Sebelumnya, JPU menuntut Yusrial satu tahun tujuh bulan (19) penjara, denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan, serta UP sejumlah Rp1,19 miliar dan telah dibayar Rp906 juta, sisa yang harus dibayar Rp283,8 juta subsider 10 bulan penjara.

Togu dituntut jaksa satu tahun enam bulan (1,5 tahun) penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan, tanpa UP. Abe dituntut 19 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan, serta UP Rp1,48 miliar dikurangkan dari yang telah dibayarkannya senilai Rp1,13 miliar subsider 10 bulan penjara.

Purnomo dan Mahrani masing-masing dituntut 1,5 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan, tanpa UP. Asep dituntut satu tahun empat bulan (16 bulan) penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan, tanpa UP.
Rudi dituntut 1,5 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan, serta UP sebesar Rp805 juta dikurangkan dari yang telah dibayarkannya Rp613 juta subsider sembilan bulan kurungan.

Untuk diketahui, para terdakwa didakwa melakukan korupsi secara bersama-sama tiga gedung Puskemas di Labuhanbatu. Ketiga Puskesmas dimaksud, yaitu Puskesmas Negeri Lama di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, dengan kerugian keuangan negara Rp768 juta.

Puskesmas Teluk Sentosa di Kecamatan Panai, Kabupaten Labuhanbatu, dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,2 miliar. Selanjutnya, Puskesmas Sei Penggantungan, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, dengan kerugian keuangan negara sejumlah Rp805 juta.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Keponakan Wali Kota Terjaring OTT di Diskominfo Tebing Tinggi
Istri Tersangka Korupsi BOS di Sunggal Menangis, Minta Suami Dibebaskan dari Rutan
PH Tersangka Kasus BOS Sunggal Desak Kejati Sumut Hentikan Sorotan Publik
Polda Sumut Geledah Kantor Diskominfo Tebing Tinggi, Sita 7 Dokumen
Terdakwa Korupsi MFF Rp1 Miliar Jalani Sidang Perdana di PN Medan
Putusan Penjara 5 Tahun Eks PPK Satker BBPJN Sumut Kasus Korupsi Jalan Inkrah
Komisi III DPR RI Kritik Polres Langkat: Siswi Jadi Tersangka Gegara Menggigit Dinilai Tak Masuk Akal
Jaksa Tahan Tersangka Keempat Korupsi Proyek Fiktif di DKP2 Binjai
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 17:14 WIB

Diduga Keponakan Wali Kota Terjaring OTT di Diskominfo Tebing Tinggi

Jumat, 17 April 2026 - 13:32 WIB

Istri Tersangka Korupsi BOS di Sunggal Menangis, Minta Suami Dibebaskan dari Rutan

Jumat, 17 April 2026 - 13:30 WIB

PH Tersangka Kasus BOS Sunggal Desak Kejati Sumut Hentikan Sorotan Publik

Jumat, 17 April 2026 - 13:29 WIB

Polda Sumut Geledah Kantor Diskominfo Tebing Tinggi, Sita 7 Dokumen

Kamis, 16 April 2026 - 19:29 WIB

Terdakwa Korupsi MFF Rp1 Miliar Jalani Sidang Perdana di PN Medan

Berita Terbaru

Daerah

Walikota Tanjungbalai Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama

Jumat, 17 Apr 2026 - 23:16 WIB