Kejati Sumut Masih Tunggu Putusan Lengkap Hakim PN Terkait Vonis Bebas Kasus Citraland

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) memberikan tanggapan atas vonis bebas empat terdakwa kasus korupsi penjualan aset PT Perkebunan Nusantara l (PTPN I) Regional I untuk dibangun menjadi perumahan Citraland seluas 8.077 hektare.

Keempat terdakwa yang divonis bebas itu ialah eks Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, Askani, eks Kakan BPN Deli Serdang, Abdul Rahim Lubis, eks Direktur PTPN II, Irwan Perangin-angin, dan Direktur PT Nusa Dua Propertindo (NDP), Iman Subakti.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Rizaldi, mengatakan bahwa pihaknya menghormati dan menghargai putusan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan tersebut.

“Kami belum menerima putusan lengkap majelis hakim. Namun, kami menghormati dan menghargai putusan hakim tersebut,” katanya, Kamis (4/6).

Rizaldi pun mengatakan, pihaknya masih perlu mempelajari putusan majelis hakim untuk menentukan sikap hukum berikutnya. Hingga saat ini, kata dia, jaksa penuntut umum (JPU) belum menerima salinan putusan lengkap dari pihak PN Medan.

Saat dikonfirmasi mengenai bagaimana tanggapannya atas putusan majelis hakim yang menyatakan uang senilai Rp263,4 miliar yang telah disita Kejati Sumut harus dikembalikan kepada pihak tersita, Rizaldi pun masih belum dapat menanggapinya.

Baca Juga :  Gelar Aksi di KPK, Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (APPRI) Desak Periksa Sejumlah Pejabat Dinas Pendidikan Kota Medan

“Jaksa belum menerima putusan lengkap dari majelis hakim, makanya kami harus membaca keseluruhan atas pertimbangan putusan majelis hakim. Iya, kami belum bersikap, karena masih menunggu putusan lengkap dari majelis hakim,” ucapnya.

Pernyataan senada pun disampaikan JPU Hendri Edison Sipahutar. Hendri menyebut, tim JPU masih akan mempelajari putusan majelis hakim sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya.

“Kita akan mempelajari dahulu apa sikap JPU selanjutnya. Soalnya sekarang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru,” ujarnya.

Sebelumnya, majelis hakim yang diketuai Muhammad Kasim diketahui memvonis bebas Askani dkk setelah menyatakan perbuatan para terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan korupsi sebagaimana dakwaan alternatif pertama dan kedua.

Adapun dakwaan alternatif kesatu, yaitu Pasal 603 Jo. Pasal 20 huruf c Jo. Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang (UU) No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Kemudian dakwaan alternatif kedua, yakni Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 20 huruf c Jo. Pasal 126 ayat (1) Jo. Pasal 618 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Baca Juga :  Penyelidikan Dinilai Lamban, Dugaan Korupsi DD Paya Bakung Dilaporkan ke Aswas Kejati Sumut

Hakim memerintahkan agar hak-hak para terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat, serta martabatnya dipulihkan dan segera dikeluarkan dari rumah tahanan negara (Rutan) setelah putusan diucapkan.

JPU sendiri dalam tuntutannya menuntut para terdakwa satu tahun enam bulan (1,5 tahun) penjara dan denda masing-masing Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan apabila denda tersebut tidak dibayar.

Uang pengganti (UP) kerugian keuangan negara senilai Rp263,4 miliar seluruhnya dituntut kepada PT NDP. UP telah dibayar seluruhnya oleh PT NDP dan PT Deli Megapolitan Kawasan Residensial (DMKR). Kini, uang itu masih dititipkan di rekening pemerintah lainnya (RPL) Kejati Sumut.

Perbuatan keempatnya dinilai jaksa telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana dalam Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 20 huruf c Jo. Pasal 126 ayat (1) Jo. Pasal 618 KUHP sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayar Rp8,5 Juta Untuk Akses Gang, Warga Mabar Medan Deli Merasa Ditipu.
Asri Ludin Tambunan Gandeng Kejari Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah
Kejati Sumut Luncurkan Program Jaksa Sahabat Pendidik, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan
Kejari Simalungun Luncurkan Jaksa Sahabat Pendidik, Perkuat Pemahaman Hukum di Sekolah
Kajati Sumut Buka Aduan untuk Kepala Sekolah
Tiga Mantan Kajari Sumut Dicopot, Terbukti Langgar Kode Etik
Klaim Menang hingga Kasasi, Koptan Rukun Sari Pasang Plang di Lahan Eks HGU PT MOEIS
Ketua PN Medan Lantik Dua Hakim AD Hoc PHI
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Bayar Rp8,5 Juta Untuk Akses Gang, Warga Mabar Medan Deli Merasa Ditipu.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Asri Ludin Tambunan Gandeng Kejari Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Kejati Sumut Luncurkan Program Jaksa Sahabat Pendidik, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Kejari Simalungun Luncurkan Jaksa Sahabat Pendidik, Perkuat Pemahaman Hukum di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kajati Sumut Buka Aduan untuk Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Berita

Legenda PSMS Medan Tumsila Meninggal Dunia

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:17 WIB