MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Dugaan ijazah palsu ketidaksesuaian data pendidikan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi, Chairil Mukmin Tambunan, mencuat setelah pihak Akademi YPK Medan menyatakan tidak menemukan nama yang bersangkutan dalam arsip kelulusan Diploma III (D-3).
Keterangan tersebut disampaikan staf Bidang Tata Usaha Akademi YPK Medan, Budi, saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Rabu (1/4). Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data administrasi yang tersimpan, nama Chairil Mukmin Tambunan tidak tercatat sebagai lulusan pada periode 1987 hingga 1991.
“Data penerima ijazah masih lengkap di sini. Namun atas nama yang bersangkutan tidak ada. Secara administrasi, dari tahun 1987 sampai 1991, nama tersebut tidak terdaftar,” ujarnya.
Budi menambahkan, pihaknya terbuka untuk melakukan penelusuran ulang apabila terdapat salinan ijazah yang dapat diverifikasi lebih lanjut. Namun hingga saat ini, tidak ditemukan tanda terima ijazah atas nama yang dimaksud.
Ia juga menegaskan bahwa pada masa itu Akademi YPK Medan hanya memiliki satu program studi, yakni Akuntansi jenjang D-3.
“Akademi YPK hanya memiliki satu jurusan, yaitu Akuntansi D-3,” katanya.
Dugaan ini menimbulkan pertanyaan terkait riwayat pendidikan Chairil Mukmin Tambunan, khususnya dasar perolehan ijazah D-3 yang digunakan untuk melanjutkan ke jenjang Strata 1 (S-1).
Berdasarkan Daftar Riwayat Hidup yang diperoleh, Chairil Mukmin Tambunan tercatat menempuh pendidikan D-3 di YPK Medan pada 1987 hingga 1991.
Sebelumnya, ijazah S-1 Sarjana Ekonomi milik Chairil yang disebut lulus pada 19 Oktober 2002 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Teladan Medan juga dilaporkan tidak ditemukan dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Selain itu, legalisasi ijazah tersebut tercatat dilakukan pada 11 September 2008, setelah institusi tersebut diduga sudah tidak lagi beroperasi. Pada 14 Juli 2008, STIE Teladan Medan diketahui telah bertransformasi menjadi Universitas Setia Budi Mandiri.
Hingga berita ini diturunkan, Chairil Mukmin Tambunan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan seluler pada Kamis (2/4) belum mendapat respons meski pesan WhatsApp terkirim, bahkan sempat membalas telpon namun begitu di telpon kembali tidak direspon.
Penulis : Yuli
Penulis : Yuli









