Banjir dan Longsor Madina Memburuk, Ima Madina Padang Desak Pemerintah Evaluasi Lingkungan

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, SUARASUMUTONLINE.ID –Banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Mandailing Natal selama empat hari berturut-turut menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Beberapa permukiman masih terendam, akses antar desa terputus, dan ribuan warga kekurangan logistik. Dalam skala provinsi, bencana di Sumatera Utara telah menyebabkan 442 orang tewas dan 402 lainnya masih hilang, menurut laporan Kompas per 1 Desember 2025.

Di Mandailing Natal, hujan yang berkepanjangan selama beberapa hari menyebabkan meluapnya beberapa titik sungai besar, yang mengakibatkan 9 dari 23 kecamatan terdampak. Hal ini mengakibatkan banyak warga yang harus mengungsi ke desa tetangga demi menyelamatkan nyawa, tanpa memikirkan lagi harta dan benda.

Data awal dari BNPB (28/11) menunjukkan bahwa banjir menyebabkan 776 Kepala keluarga terdampak, banjir yang merusak 776 rumah, fasilitas pendidikan, dan sekitar 86 hektar lahan pertanian ikut terendam. Aktivitas warga lumpuh total: anak-anak tidak bisa bersekolah, petani kehilangan lahan siap panen, dan banyak pedagang kecil terpaksa menghentikan usaha.

Melihat kondisi ini, Ima Madina Padang menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah daerah. Mereka menilai bencana yang berulang setiap tahun bukan lagi sekadar fenomena alam, melainkan akibat dari rusaknya lingkungan yang tidak ditangani secara serius.

Baca Juga :  Polres Sergai, Satpol PP, BNNK, Polisi Militer,Razia Tempat Hiburan Malam (THM) Kab.Serdang Bedagai

“Banjir dan longsor ini adalah akibat dari buruknya pengelolaan lingkungan. Tambang ilegal, pembukaan lahan tanpa kontrol, dan lemahnya pengawasan membuat situasi semakin parah,” ujar perwakilan Ima Madina Padang, Kamis (27/11).

Ketua Umum Ima Madina Padang, Abdollah Roihan Nasution turut menegaskan bahwa pemerintah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sumber daya alam di Madina.

“Kami berharap adanya evaluasi dari pemerintah mengenai pengelolaan kekayaan alam di Mandailing. Banyak tambang ilegal dan penebangan liar yang memperparah bencana ini,” ujarnya.

Menurut mereka, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Madina telah berada pada tahap kritis. Hutan lindung terus berkurang akibat aktivitas ilegal, sementara program normalisasi sungai berjalan tidak konsisten. Ketika hujan deras turun, daerah yang kehilangan daya tampung alamiah langsung terendam banjir.

Baca Juga :  Pangdam I/BB dan Bupati Taput Resmikan Jembatan Siualuompu, Buka Akses dan Dongkrak Ekonomi :

Ima Madina Padang menilai respons pemerintah masih bersifat tambal sulam.

“Bantuan darurat yang dilakukan memang penting, tetapi tanpa penanganan struktural dan penindakan tegas terhadap tambang ilegal, bencana seperti ini akan terus terulang,” lanjut mereka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum memberikan keterangan resmi terkait kritik tersebut. Sebelumnya, Pemda menyatakan bahwa curah hujan ekstrem menjadi pemicu utama dan menegaskan telah mengerahkan tim cepat tanggap ke wilayah-wilayah terdampak.

Masyarakat terdampak sekarang hanya memiliki pakaian, beras dan sekardus mie instan yang hanya bersifat jangka pendek.

Ima Madina berharap pemerintah harus memberikan kebijakan mengenai keberlangsungan hidup masyarakat terdampak dalam jangka panjang.
Ima Madina Padang menutup pernyataannya dengan menyerukan langkah serius dari pemerintah daerah dan pusat.

“Warga Madina hanya ingin hidup aman tanpa takut kehilangan masa depan setiap kali hujan turun. Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan nyata kepada keselamatan masyarakat,” tegas mereka.

Penulis : Hotman

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat
Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato
Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG
Cabjari Labuhan Deli Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara
Dinsos Pematangsiantar Beri Trauma Healing ke 311 Pedagang Pasar Parluasan
SMAN 2 Pematangsiantar Siapkan 10 Rombel PPDB 2026
“Siantar Darurat Kriminal, Timbul Lingga: Jangan Diam!
Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek di Polresta Deli Serdang Dimutasi
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:21 WIB

Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat

Senin, 22 Juni 2026 - 20:00 WIB

Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato

Senin, 22 Juni 2026 - 19:54 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 19:43 WIB

Cabjari Labuhan Deli Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara

Senin, 22 Juni 2026 - 10:52 WIB

Dinsos Pematangsiantar Beri Trauma Healing ke 311 Pedagang Pasar Parluasan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kakanwil Kemenag Sumut: 3 Prinsip JFT, “Jangan Pungut Biaya:

Selasa, 23 Jun 2026 - 09:32 WIB

Nasional

Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur

Senin, 22 Jun 2026 - 22:57 WIB