JAKARTA, SSOL.ID- Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah alias Ijeck mendesak Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mempercepat penyelesaian pembangunan jalur kereta api Medan-Aceh. Desakan itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat dengan DJKA di Senayan, Rabu (15/7/2026).
Menurut Ijeck, jalur kereta api merupakan transportasi massal yang efektif, efisien, aman, dan ramah lingkungan. Ia mencontohkan Singapura yang mengandalkan kereta api untuk mengurangi kemacetan dan polusi.
“Jalur kereta Medan-Aceh Tamiang itu sudah ada dari zaman Belanda. Bahkan sekarang jalurnya bisa dibilang sudah bisa digunakan sampai Aceh Tamiang. Kita tidak tahu kenapa tidak dilanjutkan,” kata Ijeck.
Soroti Kemunduran Jaringan Kereta di Sumut
Ijeck menyoroti kemunduran jaringan kereta api di Sumatera Utara. Padahal sejak era kolonial Belanda, rel di Sumut hingga Aceh jauh lebih luas dari kondisi saat ini.
Ia juga mempertanyakan belum beroperasinya jalur yang menghubungkan ke Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.
“Di Negara maju kereta api ini transportasi yang sangat diunggulkan. Jalur kereta api lebih banyak dibandingkan jalur kendaraan,” ujarnya.
Minta Jalur ke Kuala Tanjung dan Kota Pinang Dilanjutkan
Politisi Dapil Sumut I ini juga mendorong optimalisasi konektivitas ke kawasan ekonomi strategis. Ia menyebut Pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan saat ini baru melayani angkutan barang.
“Semoga untuk angkutan penumpangnya segera diadakan agar pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut dapat meningkat,” jelasnya.
Ijeck mengapresiasi rencana pembangunan jalur hingga Kota Pinang. Namun ia meminta DJKA tidak berhenti di titik itu saja.
“Saya melihat jalurnya sudah sampai Kota Pinang, ini baik tetapi kami berharap jangan sampai Kota Pinang saja. Kalau bisa diteruskan sampai Riau agar membuka konektivitas ekonomi lintas Provinsi di Pulau Sumatera,” tuturnya.
Penulis : Wahyu Danil









