PEMATANGSIANTAR, SSOL.ID – Menyambut Hari Raya Idul Adha 2026, Pemko Pematangsiantar lewat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah/GPM serentak. Kegiatan berlangsung Kamis-Jumat, 21-22 Mei 2026 di Lapangan Haji Adam Malik, dipimpin langsung Kadis Pertanian Ir. Mean Manurung.
GPM ini sediakan bahan pokok harga di bawah pasar. Beras SPHP 5 kg dijual Rp58.000/sak. Minyak goreng merek “Kita” Rp29.000/2 liter. Telur Rp48.000/papan isi 30 butir. Gula pasir Rp17.500/kg, lebih murah Rp500 dari harga pasar Rp18.000/kg.
Komoditas lain juga disubsidi: cabai, tomat Rp15.000/kg, bawang merah, bawang putih, timun, terong, kangkung, bayam, sawi, kol, kentang, wortel. Semua selisih harga Rp500/kg dibanding pasar.
“Gelar Pasar Murah ini untuk bantu keringanan ibu-ibu penuhi kebutuhan rumah tangga, apalagi menjelang Idul Adha 2026 saat harga sembako mulai naik,” kata Kabid Pangan Dinas Ketahanan Pangan Laila Nasution.
Pantauan SSOL.ID, ratusan sak beras Bulog diangkut pakai mobil dinas plat merah BK 8101 W dan BK 8138 W langsung ludes diserbu warga. Pengunjung didominasi ibu-ibu yang antre tertib mulai pukul 09.00-12.00 WIB.
Turut hadir memonitor: Kadis Pertanian Ir. Mean Manurung, Kadis Perdagangan, Kepala Kesbanglinmas, dan Kadis Perumahan & Kawasan Permukiman Robert Sitanggang._Foto: Kadis Pertanian Ir. Mean Manurung memantau GPM di Lapangan Haji Adam Malik, Pematangsiantar, 21 Mei 2026. Ratusan sak beras SPHP Rp58 ribu ludes diserbu warga jelang Idul Adha._
GPM jadi jurus jitu Pemko Siantar meredam gejolak harga jelang Idul Adha. Tapi PR-nya: jangan cuma 2 hari setahun. Kalau bisa rutin tiap bulan, daya beli warga makin terjaga. Subsidi Rp500/kg memang kecil, tapi bagi ibu-ibu, itu artinya dapur tetap ngebul.
Penulis : Nurleli









