Kasus Penggelapan Uang, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Istri Eks Pejabat Bank BNI

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID Tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Camelia Rosa, istri dari Andi Hakim Febriansyah, eks pejabat Bank BNI Unit Aek Nabara, dalam kasus penggelapan uang Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara.

Dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, saat ini Camelia Rosa bersama sang suami, Andi Hakim, masih dalam tahapan pemeriksaan polisi. Namun, sepanjang proses pemeriksaan, Camelia dinilai kooperatif dan statusnya masih sebagai saksi dalam kasus yang menjerat suaminya.

“Sampai hari ini yang bersangkutan belum mengakui. Kita juga berencana akan melakukan konfrontasi dengan saksi-saksi lain apakah ada dugaan keterlibatan dari istri yang bersangkutan,” ujar Ferry, Kamis (2/3).

Untuk diketahui, dalam kasus ini nama Camelia Rosa kerap disebut. Di mana aliran dana dugaan penggelapan disebut-sebut juga masuk ke rekeningnya.

Baca Juga :  Klaim Menang hingga Kasasi, Koptan Rukun Sari Pasang Plang di Lahan Eks HGU PT MOEIS

Bahkan, saat Andi Hakim Febriansyah melarikan diri ke Australia, ia bersama sang istri. Hal itu terungkap saat keduanya ditangkap polisi di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (30/3) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kala itu, Dirkrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rahman Budi Handoko, mengatakan Andi Hakim Febriansyah melarikan diri ke Australia bersama sang istri setelah menggelapkan uang nasabah dari Paroki Aek Nabara sebesar Rp28 miliar.

Namun, setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan keluarga dan kuasa hukum dari Andi Hakim, akhirnya keduanya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka (Andi Hakim Febriansyah) telah mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa uang-uang tersebut ia gunakan untuk investasi di sejumlah perusahaan swasta.

Baca Juga :  Lanjutan Sidang Dugaan Korupsi Dinas PUPR Provsu,  Eks Kepala UPTD Gunung Tua Akui Trima Fee,

“Di laporan, kerugian mencapai sebesar Rp28 miliar. Namun, sampai dengan tadi bahwa tersangka baru mengakui sekitar Rp7 miliar yang digunakan. Penggunaannya yaitu salah satunya untuk investasi, baik di bidang sport center, kafe, mini zoo, dan beberapa tempat yang dijadikan usaha oleh tersangka,” ujar Kombes Rahman Budi Handoko di Polda Sumut.

Sambung Rahman, pihaknya juga telah mengajukan surat permohonan ke pengadilan untuk mengeluarkan surat penyitaan terhadap barang-barang berharga milik tersangka yang dinilai berkaitan dalam kasus ini. Nantinya, sejumlah aset yang berkaitan erat dengan kasus ini akan dilakukan penyitaan untuk dibawa ke pengadilan.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adik Kandung Jadi Kontraktor, Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp 22 Miliar
6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar
Polrestabes Medan Amankan 4 Pelaku Begal Bersenjata Tajam di Lau Dendang
MA Kabulkan PK Alwi Mujahit, Vonis Kasus Korupsi APD Covid-19 Turun Jadi 8 Tahun Penjara
Kejatisu Eksekusi Lahan 105 Ha Hutan Mangrove yang Jadi Sawit di Langkat
Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:13 WIB

Adik Kandung Jadi Kontraktor, Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp 22 Miliar

Sabtu, 7 November 2026 - 12:19 WIB

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar

Sabtu, 7 November 2026 - 10:20 WIB

Polrestabes Medan Amankan 4 Pelaku Begal Bersenjata Tajam di Lau Dendang

Sabtu, 7 November 2026 - 10:10 WIB

MA Kabulkan PK Alwi Mujahit, Vonis Kasus Korupsi APD Covid-19 Turun Jadi 8 Tahun Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 10:06 WIB

Kejatisu Eksekusi Lahan 105 Ha Hutan Mangrove yang Jadi Sawit di Langkat

Berita Terbaru