TAPANULI TENGAH, SUARASUMUTONLINE.ID : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp9 miliar untuk pembangunan jalan penghubung antara Kecamatan Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dengan Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengatakan pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat membuka akses antarwilayah yang selama ini masih tergolong terisolasi, khususnya dari Desa Simargarap menuju perbatasan Tapanuli Utara.
Namun, kata Masinton, usai meninjau langsung kondisi medan, anggaran yang tersedia dinilai masih belum mencukupi karena panjang jalan yang akan dibangun diperkirakan mencapai sekitar 6-7 kilometer dengan kondisi medan yang cukup berat.
“Terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara atas dukungan bantuan keuangan provinsi untuk pembangunan jalan penghubung Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah. Tapi setelah melihat kondisi medan, biaya yang ada masih kurang,” kata Bupati Masinton didampingi Plt Kadis PU Winner Napitupulu, Sabtu (23/5).
Bupati Masinton menilai pembangunan jalan tersebut memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di dua kabupaten.
“Khususnya Kecamatan Parmonangan dan Pasaribu Tobing yang selama ini akses jalannya belum terkoneksi dengan baik,” ucap Masinton.
Selain itu, Masinton juga mengatakan kawasan tersebut dikenal sebagai daerah pertanian serta perkebunan masyarakat karena berbatasan dengan wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Masyarakat setempat sejak lama telah memiliki hubungan ekonomi dan budaya yang erat. Dahulu akses perdagangan hanya melalui jalur tradisional dengan berjalan kaki, namun kini sudah dapat dilalui sepeda motor,” jelas Masinton.
Masinton menyebut komoditas utama masyarakat di kawasan itu antara lain hasil pertanian, perkebunan, dan minyak nilam. Dengan terbukanya akses jalan, distribusi hasil kebun diharapkan menjadi lebih mudah dan meningkatkan perekonomian warga.
“Akses pendidikan juga diperkirakan akan semakin terbantu. Sebab sebelumnya, anak-anak dari wilayah Hajoran diketahui bersekolah ke wilayah Sorkam melalui jalur yang cukup sulit,” tutur Masinton.
Sementara itu, terkait jalan menuju Desa Sipakpahi yang nyaris putus akibat longsor dan banjir bandang beberapa waktu lalu, pemerintah berharap perbaikannya dapat dilakukan tahun ini menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Untuk jalan yang nyaris putus itu nanti dikoordinasikan dengan PU menggunakan anggaran BTT. Besaran anggarannya masih dihitung secara teknis oleh PU,” pungkas Masinton.
Penulis : Yuli









