TANJUNG BALAI, SUARASUMUTONLINE. ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STAI Nurul Ilmi Tanjungbalai kembali menggelar aksi nyata kepedulian sosial melalui program “Ramadhan Bersama HMI”.
Kegiatan ini tidak hanya membagikan takjil gratis kepada Puluhan pengendara dan warga, tapi juga menjadi momentum pengabdian mahasiswa yang mengintegrasikan nilai keislaman dengan promosi pendidikan di daerah pedalaman Sumatera Utara.
Aksi pembagian takjil digelar di persimpangan jalan raya Tanjungbalai menjelang waktu berbuka, targetnya tak lain adalah para pekerja, sopir angkot, dan pedagang keliling yang sering kali kesulitan menunggu buka puasa.
Selain minuman segar, kurma, dan makanan ringan, kader HMI juga membagikan brosur promosi STAI Nurul Ilmi Tanjungbalai. Langkah ini sekaligus memperkenalkan potensi kampus swasta berbasis Islam tersebut sebagai pusat pendidikan unggulan di kawasan Asahan, di mana akses pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi masyarakat lokal.
“Kami bukan hanya berbagi makanan, tapi juga senyum dan keberkahan. Ini implementasi peran HMI sebagai kader umat dan bangsa, terutama di masa ekonomi sulit pasca-pandemi,” ujar Mhd. Teguh Rizki Silalahi, penanggung jawab kegiatan, saat ditemui di lokasi acara.
Ia menambahkan, aksi ini melibatkan puluhan kader yang menyisihkan rezeki pribadi, mencerminkan semangat gotong royong yang kian langka di era digital.Rangkaian acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama ratusan mahasiswa dan warga, diikuti shalat Isya dan Tarawih berjamaah.
Puncaknya adalah Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Taufiq Kampung Baru, di mana Ustadz Fauzi Ananda, M.Pd—Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Nurul Ilmi—menyampaikan tausiyah bertema “Ramadan: Momentum Perkuat Iman, Akhlak, dan Kepedulian Sosial”.
Dalam ceramahnya, Ustadz Fauzi menekankan, “Ramadan bukan sekadar puasa fisik, tapi pelatihan jiwa untuk peduli sesama. Di tengah inflasi dan kemiskinan yang masih melanda 9,36% penduduk Indonesia (data BPS 2025), aksi seperti ini jadi obat bagi luka sosial,”
Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Seorang sopir ojek online, Rahman (45), yang menerima takjil, berbagi cerita: “Alhamdulillah, di bulan puasa begini dapat bantuan dari anak muda. Ini bikin hati tenang.”
Sementara itu, Silalahi menyampaikan harapan strategis: dukungan penuh dari Ketua STAI Nurul Ilmi, M. Asril Marpaung, S.Pd., M.Hum., untuk sinergi kampus-organisasi, serta pembentukan HMI Komisariat Tanjungbalai resmi oleh HMI Cabang Kisaran-Asahan pada Pleno I mendatang.
“Kami butuh wadah formal agar kader bisa berkembang lebih luas,” tambahnya.
Secara nasional, aksi HMI STAI Nurul Ilmi ini mencerminkan tren positif organisasi kemahasiswaan Islam yang kian adaptif. Di berbagai daerah seperti Jawa Timur dan Sulawesi, cabang HMI serupa juga gencar berbagi takjil, dengan total mencapai ribuan porsi secara kumulatif.
Para pengamat pendidikan menilai, inisiatif ini tak hanya memperkuat citra kampus Islam, tapi juga berkontribusi pada target pemerintah mengurangi kemiskinan ekstrem melalui program sosial berbasis komunitas (RPJMN 2025-2029).
Silalahi menutup dengan pesan penuh harap: “Semoga setiap takjil, senyum, dan doa ini jadi amal jariyah yang diridhai Allah. Ramadan ajarkan kita jadi manusia lebih bermanfaat,” tutupnya
Penulis : Herman Chan









