Jalan Rusak, Masyarakat Batang Pane Tuntut PT. Paluta Inti Sawit

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG PANE – SUARASUMUTONLINE.ID- Kesabaran masyarakat di sepanjang Jalan Lintas Siancimun, Batang Pane II, akhirnya mencapai batas. Warga yang tinggal di sekitar jalur tersebut, khususnya di area dekat operasional PMKS PT Paluta Inti Sawit, menyuarakan protes keras atas dampak aktivitas truk bermuatan berlebih yang melintas setiap hari.

Kondisi jalan yang sebelumnya dapat dilalui dengan baik kini mengalami kerusakan parah. Aspal terkelupas, berlubang, dan dipenuhi genangan saat hujan. Lebih dari itu, getaran dari kendaraan berat diduga kuat menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah warga. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami retakan pada dinding, lantai yang bergeser, hingga pondasi yang mulai melemah.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Penghubung Desa Sangga Lima - Desa Pulau Banyak Langkat Memprihatinkan

“Kami sudah terlalu lama bersabar. Setiap hari truk besar lewat dengan muatan berlebih. Jalan hancur, rumah kami ikut rusak. Siapa yang mau bertanggung jawab?” ujar salah satu warga yang terdampak.

Warga menilai aktivitas kendaraan perusahaan yang tidak terkendali menjadi penyebab utama kerusakan tersebut. Mereka menuntut pihak perusahaan, dalam hal ini PT Paluta Inti Sawit, untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga ganti rugi atas kerusakan rumah warga.

Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah daerah turun tangan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap operasional kendaraan berat di jalur tersebut, termasuk penegakan aturan terkait batas muatan kendaraan.

Baca Juga :  Aset BUMD Sumut Diduga Disusupi PETI, Belasan Alat Berat Beroperasi di PT PSU

Upaya komunikasi sebenarnya telah dilakukan oleh masyarakat. Surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) telah diajukan kepada pihak terkait dan tercatat telah dimasukkan per tanggal 13 April 2026. Namun hingga rilis ini disampaikan, masyarakat mengaku belum menerima respons atau tindak lanjut dari pihak yang dituju.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan terkait tuntutan warga. Namun, masyarakat menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi mereka hingga ada kejelasan dan tanggung jawab yang nyata.

Situasi ini menjadi peringatan serius akan pentingnya keseimbangan antara aktivitas industri dan keselamatan serta kenyamanan masyarakat sekitar.

 

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital
Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama
Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda
Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Amin
Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan
Polisi Tahan Dua Pria Bongkar Tiang Tiang Traffic Light
Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:26 WIB

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital

Sabtu, 7 November 2026 - 11:23 WIB

Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama

Sabtu, 7 November 2026 - 11:20 WIB

Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda

Sabtu, 7 November 2026 - 11:15 WIB

Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan

Sabtu, 7 November 2026 - 10:32 WIB

Polisi Tahan Dua Pria Bongkar Tiang Tiang Traffic Light

Berita Terbaru